Beranda Keislaman Hikmah Qashwa' Unta Rasulullah, Unta Cerdas yang Memilih Tanah Tempat Dibangunnya Masjid Nabawi

Qashwa’ Unta Rasulullah, Unta Cerdas yang Memilih Tanah Tempat Dibangunnya Masjid Nabawi

Harakah.idQashwa’ unta Rasulullah adalah salah satu unta yang Rasulullah tunggangi ketika masuk Madinah. Tahu gak, kalau Qashwa’ juga merupakan unta yang memilih tanah tempat dibangunnya Masjid Nabawi lho! Simak kisahnya…

- Advertisement -

Ketika Nabi Muhammad berhijrah dari Makkah ke Madinah, Abu bakar menawarkan unta yang paling istimewa kepada Nabi Muhammad. Mendapat tawaran dari Abu Bakar, Nabi Muhammad menjawab bahwa Beliau tidak akan menunggangi unta yang bukan milik Beliau sendiri.

“Berapa harga unta itu?”, tanya Nabi Muhammad kepada Abu Bakar dan dijawab oleh Abu Bakar dengan sebuah harga. Kemudian Nabi Muhammad berkata, “Aku akan mengambil unta itu dengan harga itu”.

Sebagai seorang pemimpin, Nabi Muhammad tidak ingin membebani para Sahabat Beliau dengan beban yang seharusnya Beliau pikul sendiri. Sebab hijrah adalah persembahannya kepada Allah, maka Nabi Muhammad ingin memberikan persembahan kepada Allah dengan utuh; bahkan untuk urusan unta sekalipun. Unta yang dibeli dari Abu Bakar bernama Qashwa’ dan menjadi unta kesayangan Nabi Muhammad.

Abu Bakr Siraj al-Din dalam karyanya yang berjudul Muhammad menceritakan tentang kisah Qashwa’ unta Rasulullah yang dituntun oleh Allah untuk memilih tempat kediaman Nabi Muhammad di Madinah. Ketika Nabi Muhammad telah tiba di kota Madinah, seluruh penduduk Madinah (kelak disebut kaum Anshar) diliputi kebahagiaan.

Qashwa’ unta Rasulullah memperlambat langkahnya dan melangkah dengan sangat mengesankan seperti ketika melewati tengah-tengah perkebunan kurma di bagian selatan kota Madinah. Berkali-kali beberapa penduduk Madinah menawari Nabi Muhammad untuk mampir ke dalam rumah mereka, namun Nabi Muhammad hanya mendoakan keberkahan pada mereka dan berkata, “Biarkan unta ini berjalan sesuai kehendaknya, karena unta ini berada dalam perintah Allah”.

Qashwa’ memilih berjalan ke bagian timur kota tempat tembat Bani ‘Adi tinggal, namun Qashwa’ masih belum mau berhenti di tempat tinggal kabilah tersebut dan terus berjalan ke arah perumahan Bani Malik. Di sanalah Qashwa’ berbelok dari jalanan menuju sebuah halaman luas yang ditanami sedikit pohon kurma dan terdapat bekas reruntuhan gedung.

Di area kabilah ini terdapat dua orang dari enam orang yang berbaiat masuk Islam kepada Nabi Muhammad, yakni As’ad dan Awf. Qashwa’ unta Rasulullah melangkah perlahan menuju ruangan sempit yang dijadikan As’ad sebagai tempat salat. Di tempat itulah Qashwa’ berlutut dan Nabi Muhammad membiarkannya (Belaiau tidak turun dari punggung Qashwa’). 

Selang beberapa saat, Qashwa’ unta Rasulullah kembali bangkit dan mulai berjalan lagi. Namun Qashwa’ tidak pergi jauh dari tempat pemberhentian pertamanya, setelah beberapa meter Qashwa’ memilih kembali ke tempat pertama ia berlutut. Kemudian Qashwa’ berlutut lagi dan kali ini Qashwa’ merapatkan dadanya ke tanah. Lalu Nabi Muhammad turun dari punggung Qashwa’ dan berkata “Insya Allah di sini lah tempat kediamanku”.

REKOMENDASI

Di Bulan Ramadan, Bekerja Untuk Menafkahi Keluarga Tetap Lebih Baik Daripada I’tikaf Di Masjid

Harakah.id – I'tikaf di masjid memang menjadi opsi ibadah yang dianjurkan dilakukan di Bulan Ramadan. Tapi, yang harus jadi catatan, bekerja...

Pas Sahur, Masih Bolehkah Kita Makan dan Minum Ketika Imsak Sudah Diumumkan? Ini Penjelasan...

Harakah.id - Ketika Imsak sudah diumumkan, mungkin sebagian dari kita masih bertanya; masih bolehkah kita menelan makanan dan menyeruput minuman? Apa...

Orang Mulia Meninggal Di Bulan Mulia, Ini Daftar Ulama-Ulama Nusantara yang Wafat di Bulan...

Harakah.id - Wafat di Bulan Ramadan konon merupakan keberkahan tersendiri bagi seseorang. Meninggalkan dunia di waktu mulia adalah satu tanda kemuliaan...

Larangan Berpuasa di Hari Syak, Hari Meragukan Apakah Ramadan Sudah Masuk Atau Belum

Harakah.id - Berpuasa di hari syak adalah praktik berpuasa yang dilarang oleh Islam. Hal itu dikarenakan, hari syak adalah hari yang...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...