Ragam Pandangan Warga Amerika tentang Islam dan Muslim, Ini Penyebabnya

0
104

Harakah.idPandangan mereka tentang Islam dan muslim Amerika sebenarnya sudah lebih baik pasca tragedi 11 September, kebanyakan orang Amerika tidak lagi menganggap Muslim Amerika sebagai pihak yang memusuhi kepentingan AS.

Pandangan Warga Amerika tentang Islam. Fakta sejarah menunjukkan Islam telah menjadi bagian dari warga Amerika. Setidaknya sejak awal tahun 1619-1800-an, ketika sekitar 10 juta orang Afrika dibawa sebagai budak ke Amerika utara, 30% diantara mereka adalah Muslim. dalam Booklet Islam and Muslim Americans, populasi umat Islam diperkirakan lebih dari 6 juta jiwa dan termasuk agama terbesar kedua setelah agama Kristen. Di seluruh dunia maupun di Amerika. Islam juga termasuk salah satu agama yang perkembangannya paling cepat di Amerika.

Dalam Muslim Americans: No Signs of Growth in Alienation or Support for Extremism yang dirilis Pew research center (2011), sebanyak 65% muslim di Amerika terindentifikasi bermazhab Sunni dan hanya 11% yang bermazhab Syiah. Sedangkan 15% mengaku tidak berafiliasi terhadap mazhab apapun. Mereka mengaku hanya sebagai Muslim. Secara politik, sebanyak 70% Muslim di AS berafiliasi kepada partai Demokrat. Hanya 11% yang memilih partai Republik. Barangkali, dalam pandangan mereka Demokrat lebih “bersahabat” dengan Islam daripada Republik.

Pandangan Warga Amerika

Meski Islam sudah menjadi bagian dari Amerika sejak awal, dan hampir tidak ada museum terkemuka di negerinya ini yang tidak memiliki koleksi barang seni Islam, tetap saja masyarakat umum tidak tahu banyak tentang Islam atau Muslim Amerika.

Dalam survey ‘American Public Opinion about Islam and Muslims’ yang dirilis Dewan Hubungan Islam-Amerika (CAIR), didapati bahwa Pandangan Warga Amerika tentang Islam, warga Amerika cenderung memiliki pengetahuan yang minim tentang topik keislaman. Meskipun hampir 60% mereka tahu nama kitab suci umat Islam, hanya sepertiga responden yang sadar bahwa umat Islam juga menyembah Tuhan seperti halnya orang Kristen dan Yahudi lakukan. Hampir 10% mengatakan umat Islam menyembah “Dewa bulan”.

Sebagian besar warga Amerika juga kurang informasi tentang tatangganya yang muslim dan peran mereka dalam masyarakat. Masih menurut survey yang dirilis CAIR, hampir dua pertiga responden mengatakan mereka tidak mendengar, melihat atau membaca tentang beberapa pemimpin muslim yang mengutuk aksi terorisme. Dan hampir 80% mengatakan sumber pengetahuan soal Islam berasal dari televisi. Survei ini memberi bukti statistik bahwa satu dari lima warga Amerika memelihara sikap anti-Islam yang kuat. Meskipun 27% toleran tehadap umat Islam, hanya 6% yang memiliki kesan awal yang positif terhadap Islam.

Pandangan mereka tentang Islam dan muslim Amerika sebenarnya sudah lebih baik pasca tragedi 11 September, kebanyakan orang Amerika tidak lagi menganggap Muslim Amerika sebagai pihak yang memusuhi kepentingan AS. Studi Scott Keeter dan Andrew Kohut berjudul ‘American Public Opinion about Muslims in the U.S. and Abroad’ (2005) mencatat warga Amerika yang berumur di bawah 30 tahun punya pandangan positif soal muslim Amerika, umat Islam dan agama Islam. Adapun kalangan tua pada umumnya memiliki opini yang baik tentang muslim Amerika, tapi mereka menyatakan rasa skeptisisme terhadap umat Islam dan Islam.

Namun perlu diingat, walau jumlah penganut Islam bertambah dan organisasinya eksis di berbagai wilayah, tidak berarti pandangan publik terhadap Islam telah berubah. Dalam Membedah Islam di Barat: Menepis Tudingan Meluruskan Kesalahpahaman (2004), Alwi Shihab menyatakan bahwa pandangan warga Amerika tersebut kebanyakan dipengaruhi 2 faktor yaitu, situasi politik internasional dan pemberitaan media massa yang tidak obyektif. Wallahu’allam.