Ramalan Rasulullah SAW Akan Kemunculan Kelompok Teroris Khawarij

0
563

Harakah.id Faktanya, terorisme bertolak belakang dengan apa yang tertuang dalam Alquran dan Hadis.

Terorisme selalu menjadi momok menakutkan dimana semua manusia berperang melawannya. Namun sebagian kelompok atau golongan memahami bahwa terorisme sama dengan jihad fisabilillah, menuju Ridho Allah. Sehingga tidak mengherankan Sebagian pelaku tindak terorisme menganggap bahwa mereka adalah seorang mujahid. Faktanya, terorisme bertolak belakang dengan apa yang tertuang dalam Alquran dan Hadis.

Tindakan terorisme sejatinya tidak pernah diajarkan dalam agama islam, karena Islam didalamnya menjunjung nilai kebenaran dan menghargai antar umat manusia. Nabi Muhammad pun sebagai Rasul utusan selalu menekankan untuk selalu mengikuti apa yang diajarkannya, dan Nabi Muhammad tidak pernah mengajarkan umatnya untk meneror terhadap sesama manusia terlebih kepada mereka kaum yang lemah. Semua madzhab fiqih mengecam dengan keras segala jenis pembunuhan dan kerusakan yang disebabkan oleh para teroris.

Sejak Zaman Nabi Muhammad Saw., tindakan terror kerap kali dijumpai dengan adanya perlakuan-perlakuan terror dari kaum kafir terhadap kaum muslimin terutama pada masa awal penyebaran dakwah Islam. Aksi tersebut berupa tindakan terang-terangan terhadap perseorangan maupuan kelompok. Banyak kaum muslimin yang menderita atas perlakuan terror tersebut, terkhusus mereka yang berasal dari kalangan budak.

Pada zaman Sahabat Nabi, perilaku terror dan mengkafirkan orang Islam sering kali dilakukan oleh kaum khawarij. Sebagian ulama mengemukakan bahwa madzhab Khawarij ini berpijak pada tiga perkara. Pertama: memgkafirkan umat Islam. Kedua membelot dari ketaatan kepada Pemerintah. Ketiga: menghalalkan dara ummat islam.  Sekalipun hanya diyakini oleh hati dan tidak diucapkan serta tidak mengamalkannya, maka hal tersebut telah menjadikannya khawarij dalam akidah dan pemikirannya. (al-Qadri, 2014)

Contohnya adalah peristiwa pembunuhan Abdullah bin Khabab beserta istrinya karena menolak pernyataan kaum khawarij bahwa Ali dan Utsman telah kafir. Ibnu Katsir dan Imam At-Thabari meriwayatkan: yang artinya: Mereka membaringkannya dan kemudian menyembelihnya sehingga darah mengalir ke air kemudian mereka menemui istri Abdullah bin Khabab, dia berkata “Aku ini seorang perempuan tidakkah kalian takut kepada Allah?” kemudian mereka membelah perutnya dan mmebunuh tiga perempuan lainnya dari daerah Thay’i. (al-Qadri, 2014)

Nabi Muhammad saw, sebagai utusan Allah, yang selalu menjadi tempat bertanya dan tempat perlindungan bagi seluruh umat islam sudah memberikan gambarannya tentang adanya teroris yang mengatasnamakan Islam sebagaimana sabdanya:

عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ قَوْمٌ أَحْدَاثُ الْأَسْنَانِ سُفَهَاءُ الْأَحْلَامِ يَقُولُونَ مِنْ خَيْرِ قَوْلِ النَّاسِ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنْ الْإِسْلَامِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ فَمَنْ لَقِيَهُمْ فَلْيَقْتُلْهُمْ فَإِنَّ قَتْلَهُمْ أَجْرٌ عِنْدَ اللَّهِ لِمَنْ قَتَلَهُمْ

Dari Abdullah bin Mas’ud ia berkata, Rasulullah bersabda, “Pada akhir zaman akan muncul sekelompok kaum yang masih muda-muda. Mereka adalah orang-orang bodoh, berkata dengan menggunakan sebaik-baik perkataan manusia, membaca Al-Qur’an namun tidak melewati tenggorokannya, dan mereka keluar dari Islam sebagaimana anak panah melesat dari busurnya. Barangsaiapa menjumpai mereka hendaklah ia membunuhnya. Karena membunuh mereka akan mendapat pahala di sisi Allah.” (At-Tirmidzi, juz 4 hlm. 244)

Kata ahdatsul asnan sufaha al-ahlam, digunakan dalam dua hadis yang mengindikasikan bahwa khawarij itu bisa jadi orang-orang muda atau menggunakan, memperalat orang-orang muda untuk mewujudkan tujuan-tujuan jahat terorisme. (al-Qadri, 2014). Tentang ini seorang ulama pensyarah hadist memberikan komentar dalam kitabnya yang berjudul Tuhfadz al-Ahwadzi Syarah Jami` at-Tirmdizi:

“Mereka berkata dengan sebaik-baik perkataan manusia” al-Hafidz berkata yakni perkataannya dengan menggunakan Al-Qur`an. kalimat pertama yang mereka lontarkan adalah “tidak ada hukum kecuali Allah” mereka mengutipnya dari al-qur`an dan menafsirkannya sebagaimana mestinya”

Salah satu tindakan dari sikap ekstrem dalam beragama yang ditunjukkan kaum khawarij adalah tindakan pengkafiran kepada sesama umat islam, puncak dari tindakan ini adalah digugurkannya hak untuk mendapatkan perlindungan. Bahkan tindakan ini sampai pada perseorangan atau sekelompok orang yang juga ikut mengkafirkan masyarakat dan melabeli murtad kepada mereka, maka hal ini patut disebut sebagai puncak ekstrimitas dalam beragama, karena pada akhirnya hal yang demikian itu akan berujung pada pertumpahan darah dengan pembunuhan.

Apa yang terjadi pada sekte khawarij di masa lalu, kini seperti menjadi reka adegan yang terulang kembali dengan hadirnya kelompok jamaat Takfiri, dimana kelompok ini mengkafirkan semua orang yang berbuat maksiat. Mereka mengkafirkan juga para penguasa dan rakyat yang berpihak padanya, mereka turut mengkafirkan siapapun orang yang menolak untuk diajak mengamini pemikirannya. Bagi mereka, hanya kelompok merekalah yang patut untuk diikuti. (Hafidh & Majid, 2010)

Dari pemaparan diatas dapat ditarik kesimpulan, bahwa bagaimanapun tindakan dan perbuatannya, terorisme tidak pernah dibenarkan dalam ajaran agama islam. Islam sebagai Agama, pedoman hidup, dan sebagai tuntunan hidup bagi pemeluknya, tentu saja tidak mengizinkan dan bahkan mengutuk terorisme.

Kaum Khawarij menjadi bukti betapa Islam mengecam tindakan terorisme, tidak adapun seorang hamba yang punya kuasa atas hamba lainnya. Ia tidak berhak atas agama seseorang sebagaimana ia tidak berhak terhadap nyawa seseorang. Semoga di masa kini paham akan tindakan terorisme ini tidak lagi salah arti, terorisme itu kekejaman dan bukan bagian dari Islam.

Artikel kiriman dari Siti Nuradiati Adila, Mahasiswi Prodi Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta