Beranda Keislaman Ibadah Rebahan Di Rumah Lebih Dianjurkan Daripada Shalat Jumat Di Masjid Saat Pandemik...

Rebahan Di Rumah Lebih Dianjurkan Daripada Shalat Jumat Di Masjid Saat Pandemik Corona

Harakah.id – Shalat Jumat berjamaah wajib dilaksanakan dalam keadaan normal. Namun di masa wabah, ketika kerumunan dianggap sebagai media penyebaran virus, hukum salat Jumat lantas berubah. Yang kini sunnah bahkan wajib dilakukan justru dengan tidak menghadiri Jumatan dan salat-salat berjamaah di masjid. Kapan lagi bisa meraih pahala besar hanya dengan rebahan di rumah, bukan?

Sebagaimana yang kita tahu, salat Jumat hukumnya wajib bagi seluruh kaum muslimin. Namun ada beberapa pengecualian yang menjadi sebab diperbolehkannya seseorang meninggalkan atau tidak mengikuti salat Jumat berjamaah. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud berikut ini:

الجمعة حق واجب على كل مسلم إلا أربعة عبد مملوك أو امرأة أو صبي أو مريض

“Salat Jumat wajib bagi seluruh kaum Muslim kecuali empat; hamba sahaya, perempuan, anak kecil dan orang sakit”

Namun para ulama menyebutkan tiga kondisi lain yang membuat seseorang diperbolehkan tidak mengikuti Salat Jumat; Pertama, orang non-Muslim, Kedua, orang yang tidak berakal dan Ketiga, orang yang sedang dalam perjalanan. Ketiganya, bersama empat kondisi yang disebutkan dalam hadis, tidak wajib menghadiri Salat Jumat.

Lalu pertanyaannya, bagaimana hukum Salat Jumat di masa pandemik Corona seperti yang terjadi hari ini? Apakah boleh pemerintah meliburkan pelaksaan Salat Jumat?

Kalau kita amati dalam hadis sebelumnya, seluruh sebab kebolehan tidak mengikuti Salat Jumat didasarkan pada kondisi peserta Salat Jumat yang kesulitan bila harus hadir Salat Jumat. Seorang budak kesulitan hadir karena ia harus menyelesaikan banyak tugas dari tuannya, seorang perempuan dan anak kecil pun begitu, orang yang sakit dan sedang dalam perjalanan juga terasa sulit bila harus hadir di Salat Jumat, termasuk juga orang yang mengalami gangguan mental.

Dengan kata lain, Salat Jumat boleh tidak dilakukan karena adanya masyaqqah (kesulitan)dan dharurah (darurat) . Bila unsur masyaqqah dan dharurah ini bersifat massif dan mengancam banyak jiwa, maka Salat Jumat boleh atau bahkan wajib ditiadakan.

Meliburkan pelaksanaan Salat Jumat juga pernah terjadi dalam sejarah Islam. Dalam sebuah riwayat Sahih al-Bukhari disebutkan, Sahabat Abdullah bin Abbas pernah meliburkan Salat Jumat karena satu kondisi yang menyulitkan kaum Muslimin untuk hadir di Masjid. Virus Corona yang tengah menyebar hari ini, termasuk illat yang bisa dijadikan argumen untuk meliburkan Salat Jumat. Penyebaran virus yang terjadi dalam kontak langsung manusia dengan manusia lainnya bisa dicegah dengan meniadakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang, termasuk Salat Jumat.

Kesimpulannya, pelaksanaan Salat Jumat boleh dan bahkan wajib diliburkan bila kondisi penyebaran virus mencapai level sangat parah. Kaum Muslimin juga tidak wajib hadir Salat Jumat. Sebagai gantinya, Kaum Muslimin wajib melaksanakan Salat Duhur secara individual di tempat tinggalnya masing-masing.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...