Beranda Keislaman Akidah Ritual Kendi Nusantara Dituduh Syirik, Apa Sih Sebenarnya Syirik dalam Islam?

Ritual Kendi Nusantara Dituduh Syirik, Apa Sih Sebenarnya Syirik dalam Islam?

Harakah.idKita perlu tahu apakah ritual kendi nusantara terdapat unsur meyakini adanya Tuhan selain Allah atau tidak. Apakah ada penyembahan kepada selain Allah atau tidak. Jika tidak ada dua unsur ini, maka tentunya tidak dapat disebut syirik.

Presiden Jokowi dan sejumlah gubernur mengadakan kegiatan ritual kendi Nusantara. Kegiatan ini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Bagi kelompok kontra, bahkan ada yang menuduh ritual tersebut sebagai perbuatan syirik. Sebenarnya, apa itu syirik dalam agama Islam?

Kitab Ensiklopedia Fikih Kuwait menerangkan syirik dalam entri “Isyrak”. Isyrak adalah bentuk masdar dari kata kerja “Asyraka”. Arti kedua kata tersebut adalah membuatkan sekutu. Ketika dikatakan asyraka billahi, artinya seseorang telah membuatkan sekutu untuk Allah dalam kekuasaannya.

Ibarat seorang raja yang berkuasa di suatu wilayah, ketika dibuatkan sekutu, berarti raja tersebut harus berbagi kekuasaan dengan sekutunya tersebut. Ini tentu mengurangi kesempurnaan kekuasaan sang raja. Kata lain untuk menyebut “isyrak” adalah “syirk”.

Secara umum, syirik dalam pengertian ini berarti negatif karena bertentangan dengan prinsip agama Islam yang menekankan keyakinan atas kemahaesaan Allah.  Jadi, syirik merupakan perbuatan yang tercela dalam Islam.

Masih menurut ensiklopedia tersebut, syirik terbagi menjadi dua tingkatan: syirik akbar dan syirik ashghar.

Syirik akbar adalah membuat sekutu untuk Allah dalam sifat ketuhanan dan praktik peribadatan. Ensiklopedia itu menulis; al-syirku al-akbaru wa huwa ittikhadz al-syarik lillahi ta’ala fi uluhiyyatihi wa ‘ibadatihi (5/6).

Jika seseorang melekatkan sifat ketuhanan kepada selain Allah, maka dia telah melakukan kesyirikan. Misalnya, melekatkan sifat ketuhanan kepada batu, pohon, binatang, manusia atau lainnya. Melekatkan sifat ketuhanan berarti meyakininya sebagai Tuhan lengkap dengan sifat-sifatnya. Membuat sekutu dalam praktik peribadatan maksudnya adalah melakukan ibadah kepada selain Allah SWT. Jika seseorang melakukan itu, maka dia berarti membuat sekutu untuk Allah dalam praktik peribadatan.

Syirik jenis ini dicela oleh Al-Quran seperti disebutkan dalam QS. Luqman: 13. Dalam ayat tersebut, Allah SWT berfirman, “Sungguh syirik adalah kezaliman yang agung.” Maksud syirik dalam ayat ini dijelaskan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibn Mas’ud bahwa ketika ditanya, apa dosa terbesar di sisi Allah, Nabi SAW menjawab, “Engkau membuatkan sekutu untuk Allah, padahal dia yang telah menciptakanmu.” (HR. Al-Bukhari).  

Syirik ashghar adalah mempertimbangkan selain Allah dalam praktik peribadatan. Misalnya, dalam kasus riya’ atau pamer ibadah. Ketika seseorang memiliki niat pamer kepada sesama manusia dengan ibadah yang dilakukannya, maka berarti dia telah menciptakan sekutu untuk Allah dalam peribadatannya tersebut. Syirik jenis ini dicela sebagaimana disebutkan dalam Qs. Al-Kahfi: 110.

Dalam ayat ini, Allah berfirman,”Janganlah sekutukan dalam peribadatan kalian kepada-Nya dengan seorang pun.” Menurut Imam Ibnu Hajar, ayat ini turun untuk mengkritik perilaku orang yang melakukan ibadah karena ingin mendapat pujian dari orang lain. Bukan turun untuk menjelaskan orang yang menyembah berhala. Dalam pernyataan Nabi Muhammad SAW., inna adna al-riya’i syirkun (Riya’ paling ringan adalah bentuk syirik). (HR. Al-Hakim).

Riya’ seperti kasus di atas disebut sebagai syirik khafi atau penyekutuan yang samar. Hal ini karena, terkadang rasa riya’ itu tidak disadari oleh seseorang. Dia merasa sudah menjalankan ibadah hanya untuk Allah, tetapi jika ditelisik lebih dalam, sejatinya dia beribadah untuk mendapat pujian dan perhatian dari manusia.

Dengan keterangan di atas, kita perlu tahu apakah ritual kendi nusantara terdapat unsur meyakini adanya Tuhan selain Allah atau tidak. Apakah ada penyembahan kepada selain Allah atau tidak. Siapa yang dipertuhankan dalam ritual tersebut? Siapa yang disembah dalam ritual tersebut? Jika tidak ada dua unsur ini, maka tentunya tidak dapat disebut syirik.

Jika dalam ritual kendi nusantara dilakukan ibadah kepada Allah, dengan ibadah-ibadah yang diajarkan dalam syariat Islam, maka perlu dilihat apakah ada unsur ingin dipuji oleh orang lain atau tidak. Jika ada, maka ia termasuk syirik ashgar atau riya’ yang juga dicela dalam agama.

 Jika memang tidak ada unsur mempertuhankan selain Allah, tidak ada unsur menyembah selain Allah, maka ritual kendi nusantara tidak dapat disebut syirik akbar. Jika tidak ada unsur riya’ dalam ibadah islami yang dilakukan, maka tidak dapat disebut syirik ashghar.

Memvonis pelaku dan perbuatan ritual kendi nusantara sebagai syirik akbar yang tergolong dosa besar adalah perilaku kurang bijaksana.

Demikian ulasan singkat tentang ritual kendi nusantara dituduh syirik. Semoga artikel “Ritual Kendi Nusantara Dituduh Syirik, Apa Sih Sebenarnya Syirik dalam Islam?” ini dapat memberi penggambaran yang jelas terkait apa itu syirik dalam agama Islam.    

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...