Beranda Keislaman Ibadah Saat 3 Sahabat Nabi Muhammad SAW Berbeda dalam Cara Baca Al-Quran

Saat 3 Sahabat Nabi Muhammad SAW Berbeda dalam Cara Baca Al-Quran

Harakah.idMembaca Al-Quran adalah amalan yang utama. Tetapi ternyata para sahabat Nabi punya model yang berbeda dalam cara baca Al-Quran. Ada kisah dimana tiga sahabat Nabi, berbeda dalam cara baca Al-Quran. Ada yang lirih, ada yang keras dan

Membaca al-Qur’an, merupakan ibadah yang umum dilakukan oleh setiap muslim. Tak hanya saat mengamalkan isi al-Qur’an muslim akan mendapat pahala. Sekadar membacanya pun muslim akan mendapatkan pahala (kebaikan). Sungguh besar kasih sayang Allah swt pada hamba-Nya.

Sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan Imam Tirmidzi, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf al-Qur’an, maka dia mendapatkan 1 kebaikan (pahala). 1 kebaikan digandakan menjadi 10 kebaikan. Aku (Nabi Muhammad SAW) tak mengatakan ‘alif lam mim’ 1 huruf, melainkan alif 1 huruf, lam 1 huruf, dan mim 1 huruf.”

Hadis ini memberikan isyarat kalau membaca al-Qur’an termasuk ibadah yang akan mendatangkan banyak pahala. Jadi, rajin-rajinlah membaca al-Qur’an, ya.

Al-Qur’an sendiri secara bahasa berarti bacaan. Buya Hamka dalam “Tafsir Al-Azhar”-nya menjelaskan,  “Arti al-Qur’an menurut bahasa (lughah) ialah barang yang dibaca. Al-Qur’an itu menurut undang-undang bahasa adalah kalimat mashdar, yaitu pokok kata, yang berarti bacaan, tetapi diartikan lebih dekat pada sesuatu yang dikerjakan (isim maf’ul), menjadi artinya yang dibaca.”

Dalam tradisi masyarakat muslim Nusantara, anak-anak sedari kecil sudah diajarkan cara membaca al-Qur’an dengan baik. “Iqra’” menjadi kitab sakti dalam belajar membaca al-Qur’an. Saat anak-anak sudah mulai membaca al-Qur’an, mengaji (membaca al-Qur’an) di bawah bimbingan guru ngaji mulai dari juz 1 sampai selesai juz 30. Apabila sudah khatam mengaji sampai juz 30, maka akan dilaksanakan acara khataman untuk merayakan keberhasilan sang anak yang sudah bisa membaca al-Qur’an.

Tradisi itu menggambarkan betapa antusiasnya dan bangganya masyarakat muslim Nusantara saat sudah bisa membaca al-Qur’an. Dan, seorang muslim yang membaca al-Qur’an, sebagaimana telah dibahas di atas, akan mendapatkan pahala. Jadi, amat rugilah kalau tak bisa membaca al-Qur’an. 

Kalau belum bisa membaca al-Qur’an, mulailah belajar membacanya. Meski di awal masih membacanya dengan terbata-bata, semoga tetap akan ada nilainya di sisi Allah swt.

Ngomong-ngomong seputar membaca al-Qur’an, di zaman Nabi Muhammad SAW ada sebuah kejadian. Di mana, 3 orang sahabat Nabi SAW punya kebiasaan yang beda saat membaca al-Qur’an. Ke-3 sahabat Nabi SAW itu adalah Abu Bakar ra, Umar ra, dan Amar ra.

Diceritakan, Abu Bakar ra membaca al-Qur’an dengan suara lirih (pelan), sedangkan Umar ra dengan suara keras, dan Ammar ra suka membaca al-Qur’an sambil mencampur ayat dalam surah yang satu dengan surah yang lain.

Hal itu pun dilaporkan pada Nabi Muhammad SAW. Umat muslim ingin kepastian cara baca siapakah yang baik? Mengingat para sahabat ini termasuk sahabat yang amat dekat dengan Nabi Muhammad SAW.

Lalu, Nabi Muhammad SAW bertanya pada Abu Bakar, “Mengapa kamu membaca dengan suara lirih?”

Abu Bakar ra menjawab, “Allah dapat mendengar suaraku walaupun lirih.”

Lalu, Nabi SAW bertanya pada Umar, “Mengapa kamu membaca dengan suara keras?”

Umar ra menjawab, “Aku mengusir setan dan menghilangkan kantuk.”

Lalu, Nabi SAW bertanya pada Ammar, “Mengapa kamu mencampur surah ini dengan surah itu?”

Ammar ra menjawab, “Apakah engkau pernah mendengarku mencampurnya dengan sesuatu yang bukan al-Qur’an?”

Nabi SAW menjawab, “Tidak.”

Kemudian Nabi Muhammad SAW pun bersabda, “Semuanya baik.”

Hadis ini bersumber dari Ali bin Abi Thalib ra, yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, al-Baihaqi, dan al-Dhiya’.

Dari kejadian dalam hadis itu, kita bisa melihat bagaimana kebijaksanaan Nabi Muhammad SAW dalam merespon perbedaan para sahabat. Nabi SAW pun membenarkan kalau kebiasaan berbeda dalam cara baca al-Qur’an dari ke-3 sahabat itu semuanya baik. Tak ada yang buruk, dan tak ada juga yang dikatakan lebih baik oleh nabi SAW. Ketiga-tiganya dikatakan baik.

Sehingga mau baca al-Qur’an dengan suara pelan atau suara keras, membaca amalan-amalan bacaan ayat-ayat al-Qur’an yang dicampur dari surah yang beda sebab diyakini ayat-ayat tertentu punya keutamaan, semua itu baik (berdasarkan hadis di atas).

Ada hal yang bisa jadi catatan dari hadis itu. Sebab membaca dengan suara pelan atau keras sama-sama baik. Maka kita bisa mengkondisikan saat di mana situasi kondisi baik untuk membaca pelan dan membaca keras. 

Misalnya, kalau lagi di keramaian, bisa membaca dengan suara pelan, agar aktivitas membaca al-Qur’an jangan sampai malah mengganggu orang lain. Atau, di sebelah rumah ada gereja dan sedang ibadah minggu, baiknya juga dibaca pelan saja, sebagai bentuk saling menghormati antar umat beragama. 

Kalau lagi sendirian, bisa dibaca dengan keras, itung-itung buat mendengar suara kita sendiri bagus atau tidak, wkwkwk.

Jadi, tak perlu berlarut-larut terjebak dalam perdebatan membaca al-Qur’an dengan suara pelan, keras, dan mencampur ayat dalam surah yang beda. Sebab semua baik. Yang kurang baik, kalau rajinnya waktu berdebat saja, pas mau ngaji malah malas. Keep spirit baca al-Qur’annya, ya.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...