Beranda Keislaman Muamalah Saking Beratnya Dosa Korupsi, Sampai-Sampai Rasulullah Enggan Menyalati Jenazah Koruptor

Saking Beratnya Dosa Korupsi, Sampai-Sampai Rasulullah Enggan Menyalati Jenazah Koruptor

Harakah.idRasulullah enggan menyalati jenazah koruptor. Ini Fakta. Bukan berarti jenazah koruptor tidak boleh disalati, tapi hal itu menunjukkan kalau dosa korupsi itu besar sekali.

Dalam sebuah riwayat, ada kisah ketika Rasulullah enggan menyalati jenazah koruptor. Riwayat ini secara samar juga menunjukkan betapa besarnya dosa korupsi;

عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ ، أَنَّ رَجُلاً مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم تُوُفِّيَ يَوْمَ خَيْبَرَ ، فَذَكَرُوا ذَلِكَ لِرَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ : صَلُّوا عَلَى صَاحِبِكُمْ . فَتَغَيَّرَتْ وُجُوهُ النَّاسِ لِذَلِكَ ، فَقَالَ : إِنَّ صَاحِبَكُمْ غَلَّ فِي سَبِيلِ اللهِ . فَفَتَّشْنَا مَتَاعَهُ فَوَجَدْنَا خَرَزًا مِنْ خَرَزِ يَهُودَ لاَ يُسَاوِي دِرْهَمَيْنِ

Dari Zaid bin Khalid al-Juhani bahwa seorang sahabat Nabi tewas dalam perang Khaibar. Para sahabat melaporkan kejadian tersebut kepada Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda, “Shalati jenazah kawan kalian.” Wajah orang-orang berubah karena penolakan Nabi tersebut. Lalu Nabi bersabda, “Kawan kalian telah melakukan pengkhianatan dalam perjuangan menegakkan agama Allah.” Kemudian kami meneliti harta rampasannya dan menemukan manik-manik buatan Yahudi yang harganya tidak lebih dari dua dirham”

Hadis ini lahir dari koteks Perang Parit [Khandaq]. Setelah berakhirya perang, kaum muslimin diperintahkan menyerang perkampungan Khaibar; sebuah perkampungan Yahudi yang cukup subur dan kaya. Ini disebabkan oleh pengkhianatan dan pengingkaran perjanjian karena suku Khaibar telah diam-diam mendukung pasukan Quraisy.

Pasukan Khaibar menyerah, dan penduduknya ditawan. Harta bendanya dirampas. Kemenangan di Khaibar membuat sebagian tentara gelap mata. Harta rampasan yang seharusnya diserahkan kepada pimpinan untuk dibagi sesuai ketentuan, ia sembuyikan. Celakanya, sang tentara harus tewas sebelum menikmati manik-manik yang tidak terlalu mahal itu.

nucare-qurban

Melihat konteks salat jenazah dalam perang Khaibar ini, sepertinya, tewasnya sang tentara setelah perang khaibar benar-benar usai. Karena, orang yang mati dalam medan perang harusnya tidak perlu disalatkan. Kecuali jika kematiannya terjadi setelah perang usai.

Ketika para sahabat mengabarkan hal tersebut, Rasulullah enggan menyalati jenazah koruptor. Para sahabat pun keberatan. Karena alasan apa Nabi menolak? Nabi lalu menjelaskan bahwa jenazah tersebut adalah pelaku penggelapan harta yang bukan haknya. Kemudian Nabi memerintahkan para sahabatnya yang lain untuk mensalati jenazah tersebut.

Mensalati jenazah pelaku dosa merupakan persoalan yang hangat dibicarakan ulama sejak dulu. Baik di lingkungan ahli ilmu kalam maupun ahli fikih. Terdapat beberapa riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi enggan melakukan salat jenazah. Seperti dalam kasus bunuh diri yang dilakukan seorang sahabatnya, kemudian ketika seorang sahabat mati dalam keadaan meninggalkan hutang, dan berikutnya saat seorang tentara muslim menggelapkan harta rampasan.

Beberapa penyusun kitab hadis membuat bab khusus tentang anjuran agar pemimpin tidak melakukan shalat jenazah atas beberapa orang dalam kasus-kasus tertentu. Terkait jenazah orang yang mati bunuh diri, Umar bin Abdul Aziz dan al-Auza’i berpendapat bahwa mereka tidak boleh disalati karena kedurhakaan mereka.

Sedangkan kebanyakan ulama, seperti al-Hasan, al-Nakha’I, Qatadah, Malik Abu Hanifah dan al-Syafi’i berpendapat bahwa mereka tetap harus disalati. Apa yang dilakukan Nabi bertujuan untuk menjerakan agar masyarakat tidak mengikuti perilaku orang bunuh diri tersebut.

Menurut al-Qadhi Iyadh, seluruh ulama berpendapat bahwa setiap muslim baik yang mati karena dipancung atau dirajam, mati bunuh diri dan anak hasil zina harus disalati. Secara khusus untuk orang yang mati dipancung, imam Malik memfatwakan pemimpin negara tidak boleh mensalati dan orang-orang mulia dari suatu komunitas hendaknya tidak mensalati jenazah pelaku maksiat. Tujuannya untuk menjerakan mereka yang masih melakukan

Sedangkan terkait dengan pelaku penggelapan harta seperti disinggung hadis di atas, jelas bahwa alasan Nabi enggan mensalati jenazah tentara tersebut adalah penggelapan harta rampasan yang bukan haknya. Ibnu Abdil Barr dalam al-Tamhid menyatakan bahwa terdapat tujuan dalam kebijakan tersebut.

Pertama, untuk menunjukkan pembelajaran dan jadi efek jera bagi orang-orang yang masih hidup agar tidak melakukan perbuatan serupa dan agar mereka yang masih melakukan segera menyudahinya. Kedua, sebagai sanksi bagi jenazah. Karena, salat jenazah merupakan ekspresi kasih terhadap orang yang telah meninggal. Jika itu tidak dilakukan, berarti ada kemungkinan orang tersebut tidak dikasihi atau dikasihi hanya saja tidak ditampakkan oleh Nabi. Tentu hal ini kembali kepada yang hidup agar tidak meniru perilaku korup tersebut.

REKOMENDASI

Kapan Istilah Sufi dan Tasawuf Muncul Dalam Konteks Keilmuan Islam? Ini Sejarahnya…

Harakah.id - Sufi dan tasawuf, menurut Ibnu Khaldun, secara istilah memang belum dikenal secara luas di kalangan masyarakat Islam pada abad...

Islam Di Mata Barat; Media, Orientalisme dan Entitas Islam yang Termutilasi

Harakah.id - Orientalisme, Barat dan Islam adalah variabel kunci dari artikel yang Said tulis di tahun 1980 ini. Namun tampaknya apa...

Download Naskah Pidato Pengukuhan Dr [HC] KH. Afifuddin Muhajir; Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam...

Harakah.id - Pidato pengukuhan Doctor Honoris Causa KH. Afifuddin Muhajir ini penting untuk mengukuhkan posisi NKRI dalam timbangan syariat Islam.

Lewati 8 Kota di 7 Negara, Ini Rute Perjalanan Imam al-Bukhari Mencari Hadis

Harakah.id – Rute perjalanan Imam al-Bukhari mencari hadis bukan kaleng-kaleng. Delapan kota di tujuh negara dilewati oleh Imam al-Bukhari untuk mencari...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Para Ulama dan Habaib yang Berseberangan dengan Habib Rizieq

Harakah.id - Gerakan Habib Rizieq dan FPI-nya mendapat sorotan sejak lama. Para pemimpin Muslim di Indonesia tercatat pernah berseberangan dengannya. Inilah...