fbpx
Beranda Keislaman Muamalah Salah Kaprah Penggunaan Dana Zakat Dengan Alasan "Fi Sabilillah" Untuk Pembangunan...

Salah Kaprah Penggunaan Dana Zakat Dengan Alasan “Fi Sabilillah” Untuk Pembangunan Infrastruktur

Harakah.idUlama masih memperdebatkan terkait penggunaan dana zakat untuk mendirikan bangunan, entah itu masjid maupun kantor, dengan alasan “Fi Sabilillah”. Begini penjelasannya…

Jadi pertanyaannya, bolehkah menggunakan hasil dari zakat untuk pendirian mesjid, madrasah-madrasah atau pondok-pondok (asrama-asrama), karena semua itu termasuk “sabilillah” sebagaimana kutipan Imam al-Qaffal?

Forum Bahsul Masail yang diinisiasi oleh Nahdlatul Ulama dan diikuti oleh para Kiai tahun 1926 mengatakan tidak boleh. Alasannya, karena yang dimaksud dengan “sabilillah” ialah, mereka yang berperang di jalan Allah (sabilillah). Adapun kutipan Imam al-Qaffal sebagaimana yang banyak dijadikan argumen selama ini, dinilai dha’if atau lemah.

Baca Juga: Bolehkah Bayar Zakat Melalui Pembayaran Dompet Digital?

Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam Kitab Rahmatul Ummah,

وَاتَّفَقُوْا عَلَى مَنْعِ اْلإِخْرَاجِ لِبِنَاءِ مَسْجِدٍ أَوْ تَكْفِيْنِ مَيِّتٍ

Para ulama sepakat atas larangan menggunakan hasil zakat untuk membangun masjid atau mengkafani mayit.

nucare-qurban

Sedangkan pendapat Ibn Qaffal yang banyak dijadikan argumen dan diklaim lemah bisa dilihat dalam Tafsir al-Munir (Marah Labid),

وَنَقَلَ الْقَفَّالُ عَنْ بَعْضِ الْفُقَهَاءِ أَنَّهُمْ أَجَازُوْا صَرْفَ الصَّدَقَاتِ إِلَى جَمِيْعِ وُجُوْهِ الْخَيْرِ مِنْ تَكْفِيْنِ الْمَوْتَى وَبِنَاءِ الْحُصُوْنِ وَعِمَارَةِ الْمَسْجِدِ لِأَنَّ قَوْلَهُ تَعَالَى فِى سَبِيْلِ اللهِ عَامٌ فِى الْكُلِّ

Imam al-Qaffal mengutip dari sebagian ulama fiqh bahwasanya mereka memperbolehkan penggunaan hasil sedekah atau zakat bagi semua jalur kebaikan, seperti pengkafanan mayit, pembangunan benteng dan pembangunan mesjid, karena firman Allah “fi sabilillahi” bersifat umum dan mencakup keseluruhan.

Namun memang ada ulama yang juga memperbolehkan memanfaatkan dana zakat dengan alasan sabilillah untuk pembangunan infrastruktur. Salah satunya adalah Syeikh Yusuf al-Qaradawi. Namun fatwa beliau terbatas secara kasuistik pada kasus pembangunan masjid atau islamic center di negara atau wilayah minoritas Muslim. Yang artinya, mengecualikan Indonesia misal, atau wilayah mayoritas muslim lainnya dari sasaran fatwa beliau.

Baca Juga: Apakah Orang Yang Memiliki Tanggungan Cicilan Mobil, Rumah, Kartu Kredit Wajib Membayar Zakat?

Terlepas dari perbedaan pendapat yang terjadi, yang mesti diperhatikan pertama adalah, bahwa prinsip awal dari pengelolaan dana zakat adalah penyalurannya yang tepat sasaran dan sesuai dengan visi sosial dalam pensyariatan zakat itu sendiri.

Hal kedua, perbedaan pendapat terjadi karena adalah beberapa sudut pandang berbeda dalam memaknai istilah “fi sabilillah”. Ulama yang tidak sepakat dengan penggunaan zakat untuk infrastruktur memaknai “fi sabilillah” dengan ukuran yang lebih jelas, sebagaimana yang biasa dijelaskan dalam nomenklatur fikih. Yakni orang yang tengah berjuang dan “berperang” di jalan Allah.

Sebaliknya, ulama yang memeperbolehkan, seperti Ibn Qaffal, memaknai “fi sabilillah” secara umum. Konsekuensinya, pemaknaan tersebut memang bisa memperluas jangkauan pengelolaan dana zakat, namun juga punya potensi besar melahirkan kesalahan operasi pengelolaan dan penyelewengan dana zakat.

Dengan kata lain, ketika asas kemanfaatan dan potensi sosial dalam skema penggunaan dana zakat untuk infrastruktur masih belum terukur dan asumtif, maka sebaiknya dana zakat disalurkan secara langsung kepada mereka yang membutuhkan dan berada dalam kondisi darurat. Pendapat ulama yang tidak memperbolehkan, didasarkan pada prinsip “ihtiyath” atau kehati-hatian, yang sebaiknya juga mesti dijadikan prinsip dalam pengelolaan dan pemanfaatan dana zakat ummat.

REKOMENDASI

Saking Beratnya Dosa Korupsi, Sampai-Sampai Rasulullah Enggan Menyalati Jenazah Koruptor

Harakah.id - Rasulullah enggan menyalati jenazah koruptor. Ini Fakta. Bukan berarti jenazah koruptor tidak boleh disalati, tapi hal itu menunjukkan kalau...

Menilik Kembali Misi “Revolusi Ahlak” yang Diusung Habib Rizieq Shihab

Harakah.id - Revolusi ahlak adalah satu adagium yang baru-baru ini diperkenalkan dan sepertinya akan menjadi arah baru perjuangan HRS, FPI dan...

Harlah, Natal dan Maulid

Harakah.id – “Harlah, Natal dan Maulid” adalah artikel yang ditulis Gus Dur pada tahun 2003. Meski sudah berusia 17 tahun, namun...

Tidak Seperti Manusia Pada Umumnya, Benarkah Rasulullah Tidak Dilahirkan Dari Lubang Kemaluan? Begini Penjelasannya

Harakah.id – Rasulullah tidak dilahirkan dari lubang kemaluan. Ada keyakinan di kalangan para ulama, bahwa baik Nabi Muhammad maupun Nabi-Nabi yang...

TERPOPULER

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Alasan Sebagian Ulama Mengapa Tak Mau Baca Surat Al-Masad dalam Shalat

Harakah.id - Ada sebagian ulama yang tak mau baca surat Al-Masad dalam shalat. Alasan mereka tak mau baca surat Al-Masad adalah...