fbpx
Beranda Keislaman Tafsir Satu Kata dalam Al-Quran Yang Cara Bacanya Aneh

Satu Kata dalam Al-Quran Yang Cara Bacanya Aneh

Harakah.idDi antara kata Alquran terdapat kata yang cara bacanya tidak lazim. Berikut adalah contohnya.

Membaca Alquran harus penuh kehati-hatian. Hal ini karena kecerobohan akan berdampak pada perubahan makna. Beberapa perubahan makna dapat berakibat fatal karena terkait dengan akidah.

Di antara kata Alquran terdapat kata yang cara bacanya tidak lazim. Berikut adalah contohnya.

Dhamir huwa yang terletak setelah huruf jar memiliki dua kondisi bacaan. Terkadang ia dibaca Hi, yaitu ketika berada setelah huruf ‘Ala, Fi, Bi,  dan Ila.

nucare-qurban

Adapun jika berada setelah huruf ‘An dan Min maka dhamir tersebut dibaca dengan bunyi Hu. Oleh karenanya, kata عليه dalam Alquran dibaca dengan ‘alaihi yaitu dengan mengkasrahkan bunyi dhamirnya.

Akan tetapi silahkan buka Alquran atau mushaf yang umum ada di Indonesia! Tepatnya pada surah Al-Fath ayat sepuluh.

Terdapat satu kata عليه yang justru dibaca ‘alaihu yaitu dengan mendhummahkan bunyi dhamir. Apa yang membuat bacaan di sini berbeda dengan mainstream kata عليه dalam Alquran? Berikut penjelasannya.

Pertama sekali perlu dipahami bahwa ada perbedaan Qiraat pada kata tersebut. Jumhur imam Qiraat membacanya dengan ‘alaihi, sama seperti kebiasaan bacaan terhadap kata ini di tempat lain dalam Alquran.

Namun qiraat Hafs dari riwayat ‘Ashim membacanya dengan ‘alaihu. Kebanyakan mushaf di Indonesia menulisnya dengan bacaan tersebut, karena riwayat tersebut merupakan model qiraat yang umum kita ikuti ketika membaca Alquran.

Perbedaan bacaan di sini mengacu pada asal muasal dhamir Hu atau Hi yaitu Huwa. Dhamir huwa pada dasarnya dibaca Hu kecuali dalam dua kondisi yaitu beriringan dengan huruf Ya’ sukun atau huruf berbaris kasrah. Oleh karenanya, kata عليه dibaca dengan ‘alaihi karena huruf sebelumnya adalah Ya’ sukun.

Syihabuddin Al-Alusi dalam tafsir Ruhul Ma’ani (26/97) menjelaskan:

وقرأ الجمهور “عليه” بكسر الهاء، كما هو الشائع، وضمها حفص هنا، قيل: وجه الضم أنها هاء “هو” وهي مضمومة، فاستصحب ذلك 

Artinya: jumhur ulama membaca dengan mengkasrahkan dhamir Hi, sebagaimana bacaan biasa. Namun, Hafs membacanya dengan dhummah. Landasan bacaan Dhummah di sini adalah dengan mengembalikan pada asal bacaan dhamir yaitu Hu.

Selain itu, bacaan Hu di sini disebabkan karena setelahnya adalah lafaz Allah yang maha agung, sehingga ia tetap dibaca dengan bunyi dhummah yang terkesan lebih tebal dan mulia dibandingkan bunyi kasrah.

Hal ini menyiratkan bahwa ia berkaitan dengan sesuatu yang berhubungan dengan Allah SWT. sehingga dibaca secara berbeda dibandingkan kata عليه di tempat yang lain.

Makna tersirat yang lain dari bacaan ‘alaihu adalah dari sisi tema besar ayat. Ayat ini sedang berbicara tentang bai’at atau janji kepada Rasulullah.  

Kata عليه di sini berbicara tentang mereka yang menepati janji tersebut, sikap mereka di kemudian hari tidak berubah dengan janji yang mereka buat semula. Sama halnya dengan bunyi Hu pada kata عليه yang tidak berubah dari kaidah dasarnya yang semula yaitu dibaca dhummah, meskipun ia terletak setelah huruf Ya’ sukun.

- Advertisment -

REKOMENDASI

Berpotensi Besar Melahirkan Kecongkakan Sosial, Para Sufi Kritik Ritual Ibadah Haji

Harakah.id - Ketika berhaji diniatkan hanya untuk mendapatkan status sosial, maka sejatinya ia telah hilang dari visi awal ibadah haji itu...

Meskipun Kontroversial, Soal Etika Beragama, Kita Harus Belajar Kepada Vicky Prasetyo

Harakah.id - Sedang marak berita penahanan Vicky Prasetyo. Meski kontroversial, Vicky tetap bisa kita jadikan acuan soal etika beragama. Dalam sebuah...

Ada Pahala Besar di Balik Anjuran Berpuasa di 10 Hari Pertama Bulan Dzul Hijjah

Harakah.id - Ada amalan lain yang disunnahkan bagi umat Islam pada bulan Dzul Hijjah, yaitu berpuasa. Di Bulan ini, kita sangat...

Lima Nilai Keutamaan Bulan Dzul Hijjah yang Harus Kamu Ketahui!

Harakah.id - Pada dasarnya, semua hari maupun bulan itu sama. Hanya kualitas perbuatan pribadi masing-masing saja yang membedakannya. Akan tetapi, Islam...

TERPOPULER

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Hari ini kita banyak mendengar kata ijtihad. Bahkan dalam banyak kasus, ijtihad dengan mudah dilakukan oleh banyak orang, yang...

Jarang Disampaikan, Ternyata Inilah Keutamaan Beristri Satu dalam Islam

Harakah.id - Sunnah hukumnya bagi laki-laki untuk mencukupkan satu istri saja, sekalipun pada dasarnya ia diperbolehkan untuk menambahnya lagi.

Satu Kata dalam Al-Quran Yang Cara Bacanya Aneh

Harakah.id - Di antara kata Alquran terdapat kata yang cara bacanya tidak lazim. Berikut adalah contohnya. Membaca Alquran harus...

Jangan Tertipu, Ini 10 Ciri-Ciri Al-Mahdi yang Datang di Akhir Zaman

Harakah.id ­- Keterangan datangnya dan ciri-ciri Al-Mahdi bersumber dari hadis-hadis Nabi Saw. Di antara tanda-tanda akhir zaman adalah...