Beranda Keislaman Hikmah Sebagai Agama yang Menghargai Kebebasan, Islam Tidak Mengajarkan Pemaksaan Keyakinan

Sebagai Agama yang Menghargai Kebebasan, Islam Tidak Mengajarkan Pemaksaan Keyakinan

Harakah.idSebagai agama yang menghargai kebebasan, praktik pemaksaan berkeyakinan tidak pernah ada dalam ajaran Islam. Hal ini bertolak belakang dengan banyak fenomena yang terjadi dewasa ini. Beberapa pihak memaksa orang lain atas dasar agama.

- Advertisement -

Di zaman globalisasi ini, serta dengan bertambahnya kemajuan teknologi yang sangat pesat dan canggih, agama tidak boleh kalah saing dengan adanya teknologi dan berkembangnya ilmu pengetahuan di muka bumi ini. Seperti agama Kristen, Hindu, bahkan agama Islam sendiri beraneka ragam bentuk ilmu pengetahuan yang baru. 

Sebuah kebebasan diartikan dengan sebuah keleluasaan seseorang dalam melakukan perbuatan khusus. Dan juga bisa dikatakan melakukan sebuah hal atas dasar paksaan berarti bukan dikatakan kebebasan. Jika dikaitkan dalam konteks keyakinan dalam beragama, kiranya tidak ada gunanya melakukan paksaan terhadap orang lain dalam memeluk agama tertentu jika tidak tumbuh dari hati nurani sendiri.

Para Ulama sepakat bahwa kebebasan adalah merupakan syarat keislaman seseorang itu dianggap sah. Dan keislaman seseorang itu harus dari hati yang tulus, tidak boleh ada unsur paksaan walaupun sedikit. Fenomena ini sudah pernah terjadi pada nabi-nabi terdahulu salah satunya Nabi Nuh. Keyakinan itu harus berasal dari hati nurani yang dalam, hal ini selaras dengan firman-Nya : 

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Tidak ada paksaan dalam (memeluk) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” Q.S. al-Baqarah [2]: 256

Menurut Imam al-Qoffal dan Imam Muslim, maksud dari ayat ini adalah bahwa Allah SWT, tidaklah membangun urusan keyakinan atas dasar paksaan, melainkan atas kehendak manusia sendiri. Versi berkaitan erat dengan ayat sebelumnya yang Allah SWT menjelaskan bukti nyata atas kebenaran agama tauhid. Dan ayat ini juga menunjukkan bahwa bagaimanapun jelasnya sebuah hujjah, jika Allah SWT belum menghendaki hidayah terhadap seseorang, maka tidak akan memberi efek, karena urusan keyakinan itu tidak bisa untuk dipaksakan. 

Di samping itu adanya keterpaksaan dalam keyakinan tidak selaras dengan tujuan Allah SWT, dalam menguji umat manusia di muka bumi ini. Allah pun memberikan beberapa aturan bagi umat manusia yang menjadi bentuk pengabdian hamba terhadap Tuhan-Nya. Dalam urusan pengabdian tersebut hal itu dikembalikan kepada masing-masing individu (hamba). Tidak sah suatu ibadah yang didasari dengan keterpaksaan dalam menjalankannya. Semua yang Allah lakukan adalah bentuk menguji sebatas mana ketaatan hambaNya. 

Sebagai agama yang menghargai kebebasan, nyatanya Islam merupakan agama yang pertama kali memaklumatkan adanya kebebasan dalam beragama, Islam sangat menghargai kepada masing-masing pemeluk agama tertentu, masing-masing punya kebebasan dan hak dalam mengapresiasi keyakinan yang dianut dan tidak diperbolehkan bagi siapa pun mengganggu aktivitasnya. 

Menurut Dr. Abdul Qodir ‘Audah dalam kitab al-Tasyri’ al-Jana’i fi al-Islam ada 2 cara agar Islam bisa menjaga bentuk kebebasan beragama: 

Pertama, Mewajibkan  umat manusia untuk saling menghormati satu sama lain dalam sebuah keyakinan. Kalaupun dari seseorang itu ada kurangnya cukup dengan cara diingatkan dengan sopan dan baik. Jika tidak mau menerimanya, biarkanlah dia keyakinannya. Kita tidak perlu melakukan paksa, intimidasi teror dan tindakan anarkis, padahal jika hal itu dilakukan maka bisa merusak citra Islam yang terkenal dengan kebebasan dalam beragama.

Kedua, mewajibkan kepada setiap pemeluk agama untuk melindungi dirinya. Umat beragama tidak boleh bersikap pasif ketika hak beragamanya diusik oleh pihak lain. 

Jadi sekali lagi, sebagai agama yang menghargai kebebasan, tidak akan pernah ada dalam kamus Islam hal-hal yang membenarkan praktik kekerasan dan pemaksaan.

REKOMENDASI

Di Bulan Ramadan, Bekerja Untuk Menafkahi Keluarga Tetap Lebih Baik Daripada I’tikaf Di Masjid

Harakah.id – I'tikaf di masjid memang menjadi opsi ibadah yang dianjurkan dilakukan di Bulan Ramadan. Tapi, yang harus jadi catatan, bekerja...

Pas Sahur, Masih Bolehkah Kita Makan dan Minum Ketika Imsak Sudah Diumumkan? Ini Penjelasan...

Harakah.id - Ketika Imsak sudah diumumkan, mungkin sebagian dari kita masih bertanya; masih bolehkah kita menelan makanan dan menyeruput minuman? Apa...

Orang Mulia Meninggal Di Bulan Mulia, Ini Daftar Ulama-Ulama Nusantara yang Wafat di Bulan...

Harakah.id - Wafat di Bulan Ramadan konon merupakan keberkahan tersendiri bagi seseorang. Meninggalkan dunia di waktu mulia adalah satu tanda kemuliaan...

Larangan Berpuasa di Hari Syak, Hari Meragukan Apakah Ramadan Sudah Masuk Atau Belum

Harakah.id - Berpuasa di hari syak adalah praktik berpuasa yang dilarang oleh Islam. Hal itu dikarenakan, hari syak adalah hari yang...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...