Beranda Keislaman Ibadah Sebelum Menyembelih Hewan Kurban, Perhatikan Cara dan Alat Penyembelihan yang Diatur Oleh...

Sebelum Menyembelih Hewan Kurban, Perhatikan Cara dan Alat Penyembelihan yang Diatur Oleh Islam Berikut Ini

Harakah.id Alat penyembelihan dan cara menyembelih adalah dua hal yang juga menentukan halal-haramnya mengonsumsi daging hewan. Jadi keduanya patut diperhatikan dalam setiap kegiatan penyembelihan.

Salah satu yang perlu dan patut diperhatikan dalam proses penyembelihan hewan adalah cara menyembelih dan alat penyembelihan. Dua hal ini dipertegas oleh Islam. Meskipun ibadah kurban disyariatkan, Islam sebisa mungkin membuat aturan yang dapat meringankan sakit yang dialami oleh hewan kurban. Salah satunya adalah dengan menyediakan alat yang bagus dan menggunakan cara yang benar.

Di dalam Islam,  jikalau seseorang ingin mengonsumsi daging hewan yang dihalalkan dalam Islam maka ia harus disembelih terlebih dahulu, kecuali ikan. Tidak boleh memakan hewan yang mati sebelum disembelih karena sudah menjadi bangkai. Hal ini beda dengan ikan yang boleh dimakan meskipun sudah mati.

Pada saat menyembelih hewan yang dihalalkan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, khususnya berkaitan dengan alat yang digunakan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut:

Pertama, baca basmallah pada saat menyembelih hewan. “Bismillahirrahmanirrahim”. Ini adalah syarat yang juga menentukan kehalalan hewan yang disembelih.

Kedua, memperhatikan alat yang akan digunakan. Dalam Islam, Rasulullah menganjurkan agar menggunakan benda yang tajam, seperti pisau dan lain-lain. Karena kalau benda tumpul atau yang tidak tajam justru akan menyakitkan bagi hewan. Sebab itu, hewan yang ditabrak atau dipukul, kemudian mati, tidak boleh dimakan. Ketajaman pisau atau golok perlu diperhatikan lebih detail. Para penyembelih senior, biasanya akan terlebih dahulu mencoba ketajaman pisau yang akan dia gunakan untuk menyembelih dengan cara menyentuhkannya pada tengkuk dan sedikit rambut di leher belakangnya. 

Ketiga, Rasulullah mengharamkan menggunakan kuku dan tulang untuk penyembelihan, baik kuku dan tulang binatang ataupun manusia. Pengharaman ini menurut kebanyakan ulama bersifat taabbudi. Jadi alat digunakan mestilah berbentuk pisau, golok atau alat yang tajam lainnya.

Itulah tiga hal berkenaan dengan cara menyembelih dan ketentuan mengenai alat penyembelihan yang harus digunakan ketika menyembelih hewan kurban. Tentu saja aturan ini bukan hanya harus dipenuhi saat kurban saja, tapi dalam seluruh proses penyembelihan hewan untuk konsumsi setiap harinya. 

Aturan ini juga perlu diketahui, bukan hanya oleh mereka yang berprofesi sebagai jagal hewan, tapi juga setiap orang yang kemungkinan besar akan melakukan penyembelihan hewan untuk pribadi dan keluarganya. Misalnya, menyembelih ayam untuk dikonsumsi keluarganya. Maka aturan cara dan alat penyembelihan di atas wajib dipenuhi.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...