Sebenarnya Apa yang Membedakan antara Ar-Rahman dan Ar-Rahim?

0
1084

Harakah.id Kata ar-rahman dan ar-rahim sering diterjemahkan maha pengasih lagi maha penyayang. Padahal, kasih dan sayang punya pengertian yang sama. Lalu, sebenarnya apa yang membedakan antara ar-rahman dan ar-rahim?

Sejauh ini, gradasi perbedaan antara ar-Rahman dan ar-Rahim dalam penerjemahan dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia adalah ar-Rahman bermakna ‘Maha Pengasih/Pemurah’ dan ar-Rahim bermakna ‘Maha Penyayang’.

Sementara itu; Kamus Besar Bahasa Indonesia ‘tidak bisa’ membedakan antara ‘Pengasih’ dan ‘Penyayang’, karena kata ‘kasih’ dan ‘sayang’ sering digunakan dalam satu frase menjadi ‘kasih sayang’. Oleh sebab itu sulit ditemui perbedaan di antara dua kata tersebut. Lalu, apa yang membedakan antara ar-Rahman dan ar-Rahim?

Pendapat mayoritas Ulama (sering digunakan dalam kitab-kitab kuning dengan makna bahasa Jawa) menyatakan bahwa ar-Rahman merupakan kasih sayang Allah kepada seluruh makhluk di dunia dan kepada orang-orang yang beriman di akhirat, sedangkan ar-Rahim adalah kasih sayang Allah yang hanya ditujukan kepada orang-orang yang beriman di hari pembalasan. Pendapat ini diungkapkan oleh Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Quran al-Adzim dan Imam Abu Hayyan dalam al-Bahr al-Muhith

Pendapat ini juga didukung oleh Muhammad bin Jarir at-Thabary dalam Jami’ al-Bayan fi Ta’wil Al-Quran (masyhur dengan sebutan Tafsir at-Thabary) yang menyebutkan bahwa perbedaan antara ar-Rahman dan ar-Rahim sesuai dengan yang disampaikan oleh Nabi Isa: “Ar-Rahman adalah Dzat yang menunjukkan kasih sayang di dunia dan akhirat. Ar-Rahim adalah Dzat yang menunjukkan kasih sayang hanya di akhirat

Dalil lainnya adalah firman Allah dalam surat al-Mulk ayat 19:

أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَى الطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صَافَّاتٍ وَيَقْبِضْنَ ۚ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلَّا الرَّحْمَٰنُ ۚ إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ بَصِيرٌ

Artinya: “Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang membuka dan menutup sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang (bisa) menahannya (di udara) kecuali Yang Maha Pengasih (Allah). Sesungguhnya Allah Maha Melihat atas segala sesuatu”

Ayat ini menunjukkan bahwa kasih sayang Allah kepada makhluk-Nya (burung) selama di dunia (beterbangan di udara) menggunakan lafadz ar-Rahman, sedangkan di dalam surat al-Ahzab ayat 43 disebutkan bahwa kasih sayang Allah dengan lafadz ar-Rahim dikhususkan hanya untuk orang-orang yang beriman. 

و كان بالمؤمنين رحيما

Artinya: “Dan Dia (Allah) adalah Dzat yang Maha Penyayang pada orang-orang yang beriman”

Pendapat lainnya disampaikan oleh Ibnu Qayyim al-Jauzy dalam kitab Bada’i al-Fawa’id bahwa ar-Rahman menunjukkan sifat yang melekat pada Dzat-Nya, sedangkan ar-Rahim menunjukkan interaksi dengan si penerima kasih sayang-Nya. Hal ini sesuai dengan surat Thaha ayat 5:

الرحمن على العرش استوى

Artinya: “Dzat yang Maha Pengasih bersemayam di arsy”

Ayat kelima dalam surat Thaha menunjukkan bahwa penggunaan lafadz ar-Rahman ditujukan untuk menunjukkan sifat yang ada pada Dzat-Nya; sedangkan di surat al-Ahzab ayat 43, ditunjukkan bahwa penggunaan lafadz ar-Rahim ditujukan untuk menunjukkan interaksi antara Allah dengan hamba yang menerima kasih sayang-Nya (Allah menyayangi orang-orang yang beriman). 

Dua pendapat di atas memiliki kebenaran berdasarkan ‘kacamatanya’ (sudut pandang) masing-masing. Jawaban yang paling benar hanya Allah yang lebih tahu, sebab pengetahuan manusia sangat terbatas dan satu-satunya yang memiliki sifat كونه عالما adalah Allah.