Sedekah atau Selamatan untuk Orang Meninggal, Apakah Pahalanya Akan Sampai?

0
1131
Foto: nu.or.id

Harakah.id – Menyelenggarakan selamatan atau kenduri untuk keluarga yang telah meninggal dunia pahalanya akan sampai.

Sedekah berasal dari bahasa Arab “shadaqah”. Artinya memberikan sesuatu kepada orang lain. Waktunya bebas. Bisa hari ini, esok, lusa dan seterusnya. Barangnya juga bebas. Bisa makanan, uang atau jasa. Yang menerima boleh ayah, ibu, adik atau orang miskin. Yang jelas, tujuannya ingin mencari ridha Allah lewat ibadah sedekah.

Sedekah juga bukan hanya soal memberikan sebagian harta bagi yang membutuhkan, namun manfaat sedekah lebih luas dan akan dirasakan pada orang yang melakukannya. Seperti berikut:

  • Memperkuat keimanan
  • Meningkatkan rasa empati sosial
  • Terhindar dari nilai materialism
  • Rasa syukur kepada Tuhan
  • Melatih berpikir positif
  • Terhindar dari  sikap kikir
  • Semakin panjang umur
  • Mendapatkan rasa bahagia
  • Dan lain-lain

Masalahnya sekarang, bagaimana jika sedekah itu untuk orang lain, apakah pahalanya sampai kepada yang dituju? Misalnya, saya ingin sedekah kepada ayah atau ibu yang telah meninggal, apakah Allah berkenan menerima dan pahalanya bisa sampai kepada ayah dan ibu saya?

Kebanyakan orang Indonesia, terutama yang berdomisili di pedalaman, sangat akrab dengan ritual sedekah ini. Bentuknya bisa berupa sedekah barang yang dibagikan kepada fakir dan miskin, bisa juga dengan menyelenggarakan selamatan atau kenduri yang pahalanya diperuntukkan kepada keluarga yang telah meninggal dunia. Mereka melakukan ibadah sedekah ini berdasarkan kepada dalil hadis:

Dari Aisyah, ia menceritakan bahwa ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi lalu berkata: ‘Ibuku meninggal yaa Rasulallah. Andai dapat bicara niscaya ia pasti akan bersedekah. Apakah dia mendapat pahala jika saya bersedekah atas namanya?” Rasul menjawab, “Ya, dapat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalil lainnya,

Dari Abu Hurairah, ia meriwayatkan: ada laki-laki datang kepada Nabi lalu ia berkata, “Ayahku telah meninggal dunia dan ia tidak berwasiat apa-apa. Apakah saya bisa memberikan manfaat kepadanya jika saya bersedekah atas namanya?” Nabi menjawab, “Ya, dapat”. (HR. Ahmad, Muslim, Nasa’i dan Ibnu Majah)