Beranda Sejarah Sejarah Kota Bagdad, Pusat Peradaban Dunia pada Masanya

Sejarah Kota Bagdad, Pusat Peradaban Dunia pada Masanya

Harakah.idBagdad disebut kota metropolis pada abad pertengahan seperti New York di era modern. Ketika Eropa dilanda kegelapan, Bagdad justru menjadi kota pusat peradapan dunia yang memikat saat itu.

Bagdad disebut kota metropolis pada abad pertengahan seperti New York di era modern. Ketika Eropa dilanda kegelapan, Bagdad justru menjadi kota pusat peradapan dunia yang memikat saat itu. 

Di bawah kekuasaan Dinasti Abbasiyyah, Bagdad mencapai puncak keemasan, hingga terkenal sebagai kota 1001 malam.  Bagdad berada di utara sungai Efrat, barat laut Teluk Persia dan dilalui Sungai Trigis juga terletak di pusat pertanian Irak  yang wilayahnya subur. 

Kota Bagdad di bangun di tepi Sungai Trigis

Bagdad berarti hadiah dari Tuhan. Asal-usul Kota Bagdad, telah menjadi cerita sejarah yang  melegenda sampai saat ini. Konon dahulu Kota Bagdad,  bermula dari sebuah situs berupa sebuah perkampungan kecil yang letaknya dikawasan sungai Trigis. 

Perkampungan ini terletak  sekitar 530 kilometer dari teluk Persia . Atau 30 kilometer ke arah utara dari ibukota Sassanid dari Ctesiphon, disepanjang tepi Sungai Trigis di, yang dahulu disinyalir  menjadi pusat pemerintahan  Mesotamia kuno. Lokasi perkampungan yang berada ditepi sungai Nil dan jauh dari keramaian kota, membuat lokasi ini sulit dicari. Mencari lokasi ini tidak mudah, namun sekian lama keliling dan mencarinya, akhirnya menemukan. 

Pencarian lokasi ibukota 

tersebut dilakukan setelah Abu Jafar Al-Manshur,  diangkat menjadi khalifah Abbasiyah. Perkampungan  yang dimaksud berlokasi  ditepi Barat Sungai Trigis,  dinamakan :Perkampungan Persia. Kota ini disebut-sebut menggantikan Ctesiphon, ibukota kekaisaran Persia dan Damaskus. 

Dari kawasan Trigis inilah kemudian, Ia membangun sebuah  ibukota baru yang dinamakan kota Bagdad. Ia mendirikan Bagdad dikawasan Trigis, karena dipandang  kawasan ini cocok dijadikan basis kekuatan militer. Selain itu,  lokasinya mudah akses ke sungai Trigis dan Sungai Eufrat . 

Sisi lain dari kedua kawasan sungai tersebut,  dikenal sebagai urat nadi ekonomi, pelayaran serta mudahnya akses ke sektor produksi pangan. Wilayah itu dikenal subur sebab,  disekitarnya banyak sungai-sungai mengalir serta adanya sistem irigasi yang baik. 

Alasan lain  kawasan Trigis dijadikan ibukota baru , yaitu:ingin mencari tempat baru yang  nantinya akan dijadikan pusat pemerintahan Daulah Abbasiyah sekaligus markas. 

 Habiskan 4. 883. 000 Dirham Bangun Bagdad

Al-Manshur beranggapan lokasi kota di tepi Sungai Trigis, mampu menjadi kota metropolitan dan benteng yang kuat dalam perang. Keputusan Al-Manshur mendirikan Bagdad dengan pertimbangan yang matang dan terencana. 

Hal ini dilihat desain dan perencanaan kota yang disebut sebagai Proyek kontruksi terbesar di dunia Islami. Untuk membangun Bagdad menurut Al-Thabari(sejarawan Arab klasik termanshur)Al-Manshur sampai merogoh uang sebesar 4. 883. 000 dirham.  Rencana membangun kota Bagdad yang megah  seperti impiannya tersebut, Ia membawa ribuan arsitek, insinyur, tukang kayu, pandai besi dan100. 000 buruh dari seluruh kerajaan Abbasiyyah. 

Untuk mewujud rencana itu, Ia berkonsultasi dengan astrolog. Dari hasil konsultasi tersebut peletakan batu bata pertama secara seremonial 30 Juli 762 M. Sebagaimana dilansir amusingplanet. com menyebut kota Bagdad dirancang dalam bentuk lingkaran seluas 2 kilometer itu, merupakan hasil upeti khalifah dengan ajaran geometri Euclid yang dipelajari bersama ahli geometri bernama Euclidean. 

Berbentuk  Melingkar Seperti Negeri  1001 Malam 

Pada perkembangan selanjutnya setelah semua siap,  rencana pembangunan kota Bagdad,  secara  perlahan tapi pasti mulai dieksekusi. Bahkan,  khalifah Al-Manshur rela  mengawasi sendiri dengan cermat kontruksi perimeter melingkar. Khalifah sendiri berjalan kaki melihat langsung ke lokasi dengan menandai lingkaran untuk dinding 4 mil di lingkar. Ia kemudian meletakan batu pertama setelah berdoa. 

Dinding luar dibentengi dan dikelilingi oleh saluran air yang nantinya dijadikan benteng keamanan ekstra. Jaringan saluran air yang berada disekitar benteng disebut Kanal Sarat, yang menghubungkan Efrat dan Trigis dijadikan sebagai drainase. 

Tata kota megah dan arsitekturnya yang indah dengan bentuk kota bundar. Sekeliling kota berdiri dua lapis tembok besar tinggi 28 meter, dan parit yang berfungsi sebagai saluran air dan pertahanan. Di pusat kota dibangun istana khalifah bernama Al-Qasr az-Zahabi atau Golden Gate Palace. 

Tidak jauh dari bangunan istana, didirikan sebuah masjid Jami’Al-Manshur,  yang berdiri dengan megahnya di tengah kota. Sekitar Istana dan masjid ada sebuah taman terbuka, bangunan pesisir tempat naik kuda. Di pinggir ada sebuah istana anak-anak khalifah. 

Sekitar masjid dibangun pula rumah staf kerajaan pegawai, dapur khalifah, barak penjaga kuda dan kantor-kantor negara lain. Daerah tengah ini dilindungi oleh dinding bagian dalam. Atau dengan kata lain tempat tinggal dan bangunan komersial berada di cincin dinding luar kota dan lapisan kedua benteng. Dinding tembok perimeter memiliki tinggi 30 meter dan tebal 44 meter

Bangunan lain berada disekitar masjid dan istana yaitu alun-alun Al-Mu’azzam di  Utara dan alun-alun Ash-Shorqui di Selatan. Tidak kalah menarik bangunan lain yang berarsitektur indah mulai gedung pegawai istana,  hingga gedung polisi. Sebagai penunjang aktivitas ekonomi dibangun pusat perbelanjaan yang megah. 

Tidak hanya dilengkapi benteng dan saluran air, kota Bagdad dilengkapi 4 pintu gerbang yang terhubung dengan pusat melalui jalan lurus. 

Kota Bagdad memang tepat sebagai negeri 1001 malam, karena memasuki kota Bagdad akan menjumpai 4 buah pintu gerbang. 

Di barat daya ada gerbang  Kufah, arah barat ada gerbang Damaskus, di arah tenggara ada gerbang Basra dan timur laut ada gerbang Khurasan. Di setiap pintu gerbang dibangun menara pengawas dan tempat istirahat yang dihiasi ukiran-ukiran indah. 

Bentuk melingkar  kota Bagdad  yang didirikan oleh Abu Ja’far Al-Manshur tahun 762 M ini disebut-sebut mencontoh kota-kota Persia seperti Firouzabad salah satunya.  diterkenal dengan julukan  nama  negeri 1001 malam. Bagdad dijuluki negeri 1001 malam terungkap setelah seorang ahli geografi, sejarawan Arab abad ke-9 bernama Yaqubi,  menulis Bagdad sebagai City of Peace. 

Bagdad, Pusat peradaban Islam

Kota Bagdad menunjukan kemajuan yang luarbiasa sampai akhirnya,  mencapai puncak kejayaan dimasa pemerintahan khalifah Sultan Harun Al-Rasyid( 786-809M), dan khalifal Al-Ma’mun( 813-833 M). 

Saat masa pemerintahan Harun Al- Rasyid dibangun pusat peradapan atau perpustakaan Bait al-Hikmah. Perpustakaan Bait Al-Hikmah, adalah sebuah pusat studi Islam dari penjuru dunia,  mulai negara India hingga Persia. 

Lembaga ini  banyak  menerjemahkan teks-teks keilmuan dari pelbagai bangsa   dalam bahasa Arab. Ilmu pengetahuan berbagai macam ilmu mulai matematika sampai ilmu astronomi dapat dijumpai disini. 

Lembaga peterjemahan Bait Al-Hikmah di masa pemerintahan khalifah Al-Makmun berkembang pesat. Banyak buku filsafat yang dianggap mati kemudian dihidupkan kembali dengan menerjemahkan dalam bahasa Arab, bahkan lembaga ini berubah menjadi perguruan tinggi. 

Kota Bagdad tidak hanya dihiasi gedung-gedung berarsitektur megah. Beberapa institusi pendidikan seperti universitas Bagdad, universitas Al-Azhar, universitas Al-Hikmah dan  universitas Muntasyiriyah dilengkapi perpustakaan koleksi ribuan berbagai ilmu pengetahuan. 

Pembangunan kota Bagdad yang demikian masif  makin memperindah suasana kota, sehingga pada tahun 800 M menjadi kota metropolitan di abad pertengahan tidak kalah dengan kota-kota lain di Asia maupun Eropa. 

$emenjak itulah, Bagdad banyak didatangi para sarjana pelbagai negeri di belahan dunia, untuk mempelajari berbagal ilmu pengetahuan. 

Dari Bait Al-Hikmah lahir sejumlah ilmuwan muslim salah satunya Ibn al-Khawarizm seorang pakar matematika, Al-Jabar dan Al-Goritma. Kebesaran kota ini tidak terbatas hanya  di seputar wilayah negeri Arab, tetapi meliputi seluruh negeri Islam

Bagdad Tidak lagi Berbentuk  Melingkar

Kemegahan kota Bagdad berlangsung tidak lama  dan jejak peninggalan sejarah sudah tidak ada yang tersisa lagi. Terakhir terlihat  sebelum dihancurkan saat Midhat Pasha sebagai gubernur Ottoman dari Bagdad. Namun, hal ini tidak berlangsung lama , karena ulah dan sepak terjang Midhat Pasha sendiri. Sejak Midhat Pasha berkuasa terus melakukan reformasi besar dengan  mengubah wajah kota Bagdad tidak lagi berbentuk melingkar. 

Midhat Pasha terlihat tidak memiliki minat melestarikan sejarah. Ia justru melakukan reformasi besar yang Ia perkenalkan untuk Bagdad, Irak dengan mengubah wajah kota. Dari reformasi yang Ia lakukan, Ia berhasil membangun sekolah hingga rumah sakit. 

Ia juga memperkenalkan reformasi tanah, undang-undang pajak dan selama 3 tahun berkuasa sebagai gubernur inilah merupakan tahun penting dalam sejarah modern Bagdad. 

Runtuhnya Kota Bagdad Serbuan Pasukan Mongol

Keindahan kota Bagdad yang didirikan oleh khalifah Al-Manshur itu tinggal kenangan. Serbuan Tentara Mongol pimpinan Hulagu Khan  1258 M yang membuat kota ini hancur. Diluar daerah kekuasaan Mongol berkuasa daulah keturunan Turki. 

Mereka menguasai sejumlah wilayah dari perbatasan Siria di sebelah Timur sampai perbatasan Mesir di sebelah Barat, terdiri dari daulah Mamluk  di Mesir dan Daulah Ustmani di Asia Kecil. 

Sementara itu, keturunan Arab berkuasa di Yaman dan Maghribi. Pasukan Mongol diduga menguasai kota itu  hingga satu abad lamanya. Tidak heran kawasan Bagdad saat itu hancur rata dengan tanah akibat, sepak terjang pasukan yang dipimpin oleh Hulagu Khan. 

Suasana kota begitu mencengkam, semua bangunan termasuk istana dihancurkan. Gedung perpustakaan yang menjadi pusat pengetahuan dihancurkan dan membakar buku-buku yang terdapat didalamnya. 

Tidak hanya bangunan fisik yang dihancurkan, bahkan mereka memusnakan unsur Arab,  bahasanya dan agama Islam. Penduduk pun,  tak luput dari sasaran dan  diperlakukan tidak manusiawi. 

Harta mereka rampas, hingga kebudayaannya pun dimusnahkan dengan cara keji. Kejatuhan Bagdad disebut menjadi pukulan berat bagi peradapan Islam. Namun, dibalik peristiwa ini munculnya pembaharuan Islam mulai tasawuf dan ilmu lainnya. 

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...