Beranda Sejarah Sejarah Masuknya Islam Ke Spanyol yang Bikin Orang Terkaget-Kaget (1)

Sejarah Masuknya Islam Ke Spanyol yang Bikin Orang Terkaget-Kaget (1)

Harakah.idBagi penduduk Spanyol, penaklukan Arab selama bertahun-tahun dari 711 sampai 716 terjadi secara tiba-tiba. Akan tetapi, bagi orang Arab sendiri, penyerbuan Spanyol adalah satu tahap dalam proses ekspansi yang panjang.

Sejarah masuknya Islam ke Spanyol tidak terlepas dari kekuasaan Dinasti Ummayah. Dinasti Umayah memiliki periode kekhalifahan dari tahun 661 M pada kepemimpinan Muawiyah Ibnu Abi Sufyan hingga pada tahun 750 M pada kepimimpinan Marwan bin Muhammad.

Masuknya Islam ke Eropa khususnya Spanyol ini terjadi pada kekahalifahan Al Walid Ibnu Abdul Malik tahun 705-715 M yang berpusat di Damaskus yang saat ini merupakan Suriah. Sebelum memasuki Eropa yakni Spanyol dan menguasai daratan Spanyol tersebut, Bani Umayah sudah menaklukan bebrapa kawasan salah satunya Afrika bagian utara. Kawasan Utara tersebut dapat dikuasai oleh Bani Ummayah pada msa kepemimpinan khalifah Abdul Malik tahun 685-705 M. Pada kawasan Afrika Bani Ummayah ini dapat menguasai berbagai daerah mulai dari Maroko, Aljazair (Rusniati, 2019 :3).

Kawasan Afrika inilah nantinya digunakan sebagai pintu gerbang atau jalur masuknya Isalm di kawasan Spanyol. Afrika Utara merupakan kawasan yang dapat dikuasai Islam yakni pada tahun 644 M. Dimana banyak yang mendiami kawasan tersebut yakni suku barbar. Suku inilah nantinya menjadi pasukan penaklukan kawasan Andalusiana atau Spanyol (Sirjani,2013 :26).

Spanyol adalah sebuah negara yang bernama Iberia/ Asbania yang nantinya lebih dikenal dengan nama Andalusia. Keadaan Spanyol sebelum Islam masuk yakni dikuasai oleh kerajaan Gotik. Kerajaan Gotik merupakan suatu kawasan basis dari kekuasaan kerajaan Romawi. Namun kerajaan ini nantinya dapat memerdekakan diri dari imperium bangsa Romawi. Kerajaan tersebut memiliki ajaran Kristen Aria namun pada 587 memeluk kepercayaan Katolik. Adapun konflik internal yang nantinya juga merupakan salah satu faktor keberhasilan Islam masuk dan menguasai daratan Eropa oleh Bani Umayah.

Kerajaan Gotik ini merupakan kerajaan yang dikuasai oleh Raja Roderick pada saat Islam mulai masuk ke daerah Spanyol atau Andalusia. Sebelum raja Roderick berkuasa terjadi konflik penguasa yang mana Rodderick meruntuhkan kekuasaan penguasa sebelumnya yakni putra dari Witiza yang bernama Achila (Hitti, 2002:630).

Penggulingan kekuasaan Achila ini nantinya menimbulkan dendam terhadap kekuasaan Raja Roderick dan menimbulkan penghianatan dibantu oleh paman Achila yang bernama Uskup Oppas. Uskup ini diberikan kekuasaan untuk memegang keuskupan metropolitan di Ibukota. Tak hanya itu pemindahan ibukota negara ke Toledo yang merupkan wilayah kekuasaan Witiza serta pemberhentiannya membuat semangat balas dendam semakin menjadi-jadi.

Islam spanyol pada pertengahan abad ketiga belas muncul dengan adanya pembagian ke dalam sejumlah kelompok, yaitu dengan masa lalu yang berbeda dan tanpa institusi, bagi mereka yang memiliki kesamaan dalam beragama, akan memungkinkan mereka untuk bersatu.

Dalam keadaan seperti itu, apa yang terjadi atas kelompok tunggal terbesar, yakni Granada, yang meluap pada pertengahan abad dengan masuknya tempat-tempat penampungan. Kebangkitan negara Granada, oleh karena itu, merupakan perkembangan penting dalam sejarah Islam spanyol, dan pemeriksaan terhadap kebangkitan itu harus menjadi awal dari studi Granada dan juga mudedari seluruh semenanjung. Hal ini menjamin eksistensi Islam yang masih ada di spanyol sejak ratusan tahun sebelum berakhirnya upaya upaya untuk menghilang (Harvey, 1990: 16).

Bagi penduduk spanyol, penaklukan Arab selama bertahun-tahun dari 711 sampai 716 terjadi secara tiba-tiba. Akan tetapi, bagi orang Arab sendiri, serbuan spanyol hanyalah satu tahap dalam proses ekspansi yang panjang. Hal tersebut dianggapan sebagai suatu landasan yang sangat menguntungkan dan sukses, dan keberhasilan datang dengan sangat cepat. Tetapi dalam proses ekspansi yang telah dimulai setidaknya sejak tahun 630 ada fase-fase yang sebanding.

Selama pemerintahan khalifah Umar (634-44) negara Arab embrionik pada saat ini merupakan aliansi dari banyak suku, tetapi belum semuanya, dari suku-suku semenanjung Arab telah mengalahkan kekaisaran bizantium dan merebut dari itu provinsi Siria dan Mesir, dan telah mengalami pukulan yang sangat menghancurkan terhadap kekaisaran Persia sehingga tidak ada lagi, meninggalkan apa yang sekarang kita sebut sebagai Irak dan Persia untuk diduduki oleh bangsa Arab sesegera mereka bisa menemukan orang-orang untuk memegang mereka dengan aman. Hal ini hanya permulaan. Selama sekitar satu abad orang-orang arab terus bergerak ke depan dan ke luar. Salah satu jalur ekspansi adalah utara-timur sepanjang jalan emas menuju Samargand dan seterusnya, dan lain selatan-timur ke lembah Indus, sementara di barat mereka maju melalui pesisir afrika utara (Watt,etc, 1965: 1).

Pada zaman kekhalifahan Al-Walid Rahimahullah (705-715M), terjadi sejarah masuknya Islam ke Spanyol. Ia merupakan salah satu khalifah yang berasal dari Bani Umayyah yang letaknya berada di Damaskus. Sebelum terjadi sejarah Islam masuk ke Spanyol, Islam telah berhasil dalam menduduki Afrika Utara.

Proses Islam dalam melakukan penaklukan terhadap bangsa Spanyol berlangsung tragis dengan didukung adany tiga pahlawan yang sangat berjasa, di antaranya adalah Tharif ibn Malik, Thariq ibn Ziyad, dan Musa ibn Nushair Rahimahullahum ajma’in. Dalam hal ini, Thariq ibn Ziyad dikenal sebagai penakluk Spanyol, dikatakan hal tersebut adalah karena ia memiliki jumlah pasukan yang lebih besar dan juga ia mampu untuk membuktikan penaklukan tersebut, dalam artian usahanya nyata (Zubaidah, 2016: 116-177).

Dalam melakukan usaha penaklukan tersebut, maka usaha yang dilakukan adalah dengan membawa pasukan yang berasal dari suku Barbar yang kemudian didukung oleh Musa ibn Nushair Rahimahullah dan sebagiannya mereka berasal dari orang Arab yang memang dikirim dari Khalifah al-Walid Rhimullah. Pasukan-pasukan tersebut dalam melakukan strateginya adalah dengan melakukan penyebrangan selat yang ada di bawah pimpinan Thariq ibn Ziyah Rahimahullah, tempat yang dijadikannya singgahannya adalah gunung yang bernamakan Gibraltar (Jabal Thariq), di sana lah mereka mendarat dan melakukan persiapan pasukan.

Adanya suatu keberhasilan yang didapatkan dalam penguasaan daerah tersebut, maka hal tersebut menandai adanya kesempatan Islam untuk masuk dalam kewilayahan Bangsa Spanyol. Dalam melakukan suatu penaklukan, Islam berhasil dalam mengalahkan Raja Roderick yang kedudukannya adalah sebagai penguasa pada daerah Bakkah. Berhasilnya kekuatan Islam dalam menaklukan wilayah kekuasaan Bakkah, maka dengan begitu terdapat semangat untuk menaklukan wilayah lain, dalam hal ini Thariq Rahimahullah dan pasukannya melakukan penaklukan di kota-kota yang dianggap sebagai suatu kota penting, yaitu seperti Cordova, Granada, dan Toledo (kerajaan ibu kota Gothik pada masa itu).

Dalam usaha penaklukan tersebut, Thariq Rahimahullah melakukan taktik dengan cara menambah jumlah pasukan, yang pada akhirnya dikirim lah jumlah pasukan sebanyak 5000, yang akhirnya total dari keseluruhan jumlah pasukan Thariq Rahimahullah sebanyak 12.000 orang, namun jumlah pasukan ini masih kalah dengan jumlah pasukan dari Gothik yang sebanyak 100.000 orang (Zubaidah, 2016: 177).

Keberhasilan dalam menaklukan wilayah pertama, menimbulkan tumbunya semangat dari tokoh Islam untuk dapat menguasai daerah lainnya, selain Thariq, Musa ibn Nushair Rahimahullah memiliki semangat untuk dapat menguasai daerah lainnya, dan ia memiliki tujuan untuk dapat membantu gerakan yang dilakukan oleh Thariq. Dalam semangatnya, ia datang dengan membawa jumlah pasukan yang sangat banyak, dan dalam perjalanannya ia menyusuri dengan melakukan penyebrangan selat, dengan hal itu ia juga sambil melakukan penaklukan daerah-daerah yang dilewatinya, dan berhasil.

Dalam usahanya tersebut, maka ia berhasil dalam menaklukan berbagai daerah yaitu seperti Sidonia, Karmona, Seville, dan Merida dan ia juga mampu dalam melakukan penaklukan terhadap wilayah kerajaan Gothic, Theodomir di Orihuela, yang kemudian selanjutnya ia bergabung dengan Thariq dan pasukannya di Toledo. Maka dengan adanya mereka bergabung, mereka berhasil untuk menguasai seluruh wilayah pentig Spanyol, termasuk juga pada bagian Spanyol Utara, muali dari wilayah Saragosa sampai pada daerah Navarre.

REKOMENDASI

Muslim Tapi Musyrik, Kerancuan Stigma dan Pemikiran Kaum Salafi Terkait Konsep Kafir dan Syirik

Harakah.id - Muslim tapi Musyrik adalah stigma dan status yang tampaknya baru lahir belakangan ini. Penyebabnya adalah, ada sebagian kelompok yang...

Kalau Hidup Anda Terasa Sempit Dan Sesak, Coba Amalkan dan Baca Shalawat Fatih Pelapang...

Harakah.id – Shalawat Fatih ini cocok dibaca ketika anda merasa hidup sesak dan sempit. Di satu situasi, kita seringkali merasa hidup...

Kita Sering Diceritakan, Bahwa Di Awal Penciptaan, Seluruh Malaikat Bersujud Kepada Nabi Adam. Benarkah...

Harakah.id - Malaikat bersujud kepada Nabi Adam adalah hal atau peristiwa yang seringkali dikisahkan dalam kisah-kisah permulaan Adam diciptakan oleh Allah....

Syukur Bisa Diungkapkan Dengan Banyak Cara, Salah Satunya Dengan Sujud. Ini Doa Ketika Sujud...

Harakah.id - Sujud Syukur adalah salah satu bentuk ungkapan yang terima kasih dan bersyukur. Syekh Nawawi dalam Nihayah al-Zain, mengutarakan ada...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...