Beranda Sejarah Sejarah Singkat Kerajaan Hijaz Al-Hasyimiyah, Potret Kebangkitan Nasionalisme Arab di Tangan Sayid

Sejarah Singkat Kerajaan Hijaz Al-Hasyimiyah, Potret Kebangkitan Nasionalisme Arab di Tangan Sayid

Harakah.idHijaz yang meliputi Mekah dan Madinah hari ini, pernah dikuasai kerajaan Hijaz. Sebuah kerajaan yang dipimpin seorang sayyid. Kerajaan ini berdiri setelah memenangkan perang melawan Turki-Usmani. Kerajaan ini eksis dari tahun 1916-1925. Hancur setelah dikalahkan Kerajaan Najd di bawah kepemimpinan Abdul Aziz bin Saud. Ada yang menilai, kerajaan Hijaz Hasyimi merupakan potret kebangkitan nasionalisme Arab.

Masyarakat Indonesia lebih mengenal Mekah dan Madinah dibanding Hijaz. Padahal, kedua kota suci tersebut berada dalam kawasan jazirah Arab bagian barat yang disebut Hijaz. Hijaz bukan hanya menjadi nama kawasan. Tetapi pernah punya sejarah revolusi besar di abad ke-20. Bahkan, Hijaz pernah menjadi sebuah kerajaan yang mengontrol kawasan tanah suci selama kurang lebih sepuluh tahun, dari 1916 hingga 1925.

Kerajaan Hijaz Al-Hasyimiyah. Sebuah kerajaan yang berdiri setelah keberhasilan Syarif Husain, Gubernur Mekah dari klan Hasyimi, menakhlukkan pasukan Turki Usmani. Komposisi negara-negara modern dunia Arab hari ini pun tidak dapat dilepaskan dari apa yang terjadi di kawasan tersebut seratus tahun lalu.

Mekah, sebuah kota suci umat Islam, telah menjadi kota yang diperebutkan berbagai kekuasaan di dunia Islam. Pada abad enam belas, 1516-1517, Kesultanan Turki Usmani berperang dengan kesultanan Mamluk-Mesir. Turki Usmani berhasil memenangkan perang melawan Kesultanan Mamluk. Hijaz, yang mana Mekah dan Madinah berada di kawasan tersebut, berada dalam kekuasaan Dinasti Mamluk Mesir. Hukum perang klasik memungkinkan pihak yang menang menguasai kawasan pihak yang kalah. Inilah yang terjadi pada kawasan Hijaz. Lepas dari kekuasaan Kesultanan Mamluk-Mesir, Hijaz beralih tangan berada di bawah Kesultanan Turki Usmani.

Belakangan Turki Usmani mendeklarasikan diri sebagai kekhalifahan Islam. Sebuah imperium besar yang menguasai mayoritas kawasan yang dihuni umat Islam. Hijaz masuk dalam kekuasaan kekhalifahan baru non-Arab ini. Hijaz menjadi kawasan setingkat provinsi dalam struktur pemerintahan Usmani. Selama berabad-abad, Hijaz diserahkan kepada para gubernur yang berasal dari klan Hasyimi. Sebuah keluarga yang diyakini memiliki garis keturunan hingga Nabi Muhammad SAW. Mereka disebut Asyraf, bentuk jamak dari kata syarif (berarti tuan).

Syarif Husain bin Ali, lahir pada tahun 1853 di Istanbul, Turki-Usmani. Ia menjabat sebagai gubernur Mekah pada 1908, menggantikan gubernur sebelumnya yang bernama Syarif Aunur Rafiq. Tetapi prosesi kenaikan Syarif Husain bin Ali menjadi gubernur tidak semudah yang diharapkan. Sultan Turki-Usmani menyerahkan pengangkatan gubernur baru Mekah kepada tim yang bernama Jam’iyatul Ittihad Wat Taraqqi. Sebuah organisasi semi-pemerintah yang diisi oleh orang-orang berpendidikan Barat dan punya orientasi nasionalis Turki.

Semangat nasionalis para pejabat di organisasi ini menghambat dan membuat kecewa Syarif Husain. Sekalipun pada akhirnya Syarif Husain diangkat menjadi gubernur Mekah, tetapi kekecewaan telah tumbuh dalam batinnya. Nasionalis-Turki telah memantik timbulnya kesadaran ke-Arab-an Syarif Husain.

Karir Syarif Husain sebagai gubernur Mekah di bawah Turki-Usmani cukup cemerlang. Ia berhasil memenangkan perang melawan Kesultanan Idrisiyyah di Libia dan Kesultanan Najd di sebelah timur Jazirah Arab. Anak-anak Syarif Husain kemudian dipercaya menjabat sebagai penguasa di Transyordan dan Irak. Syarif Abdullah I menjadi penguasa di kawasan Yordania. Syarif Faishal I menjadi penguasa Irak.

Ketika Perang Dunia I membagi dunia dalam dua blok besar, Turki Usmani berpihak kepada Jerman yang dikuasai Nazi. Keberpihakan ini menjadikan Turki-Usmani sebagai musuh utama aliansi Inggris-Prancis di satu sisi, dan aliansi komunis di bawah Uni Soviet di sisi lain. Wilayah Turki-Usmani di Afrika Utara dan Asia Tengah menjadi medan pertempuran sengit antar negara-negara yang sedang berkonflik.

Semangat nasionalisme telah tumbuh kuat di kalangan generasi muda Turki. Umumnya telah menjabat berbagai posisi penting dalam kemiliteran dan organisasi sipil. Gerakan nasionalis ini kemudian memantik timbulnya kesadaran Arab. Orang-orang Arab mulai merasa Turki sebagai penjajah di negeri mereka.

Syarif Husain bin Ali berkeinginan untuk mengembalikan kehormatan bangsa Arab. Karenanya, bangsa Arab harus merdeka dari Turki-Usmani. Jika perlu, mengembalikan institusi kekhalifahan ke tangan bangsa Arab. Dimana secara normatif, dalam hukum Islam, seorang khalifah harus dari seseorang berdarah Arab-Quraisy. Kesadaran baru sebagai bangsa Arab yang terjajah mulai tumbuh dan menjadi gerakan sosial berskala besar.

Syarif Husain bin Ali mencari dukungan kepada sekutu Inggris. Ia mulai membangun hubungan diplomatik dan merencakanan Revolusi Arab. Bersamaan dengan Perang Dunia I, Revolusi Arab terjadi pada 1916 dan menuai sukses besar.  Kerajaan Hijaz berdiri secara resmi di bawah kendali keluarga Bani Hasyim. Menguasai bagian barat jazirah Arab, mencakup dua kota suci umat Islam; Mekah dan Madinah. Kota penting lain di kawasan ini adalah Thaif dan Jeddah.

Kerajaan Hijaz bukan tanpa bayang-bayang ancaman dari pihak luar. Musuh besarnya tentu saja Kesultanan Turki Usmani. Di sebelah timur kawasan Hijaz, ada kerajaan Najd di bawah kendali Abdul Aziz bin Saud yang berpaham Wahabi. Inggris yang telah membantunya melakukan perlawanan terhadap Turki Usmani, sebenarnya tak bisa dipercaya. Inggris menyusun rencana bersama Prancis membagi wilayah bekas Turki Usmani di kawasan Arab.

Jika di kawasan jazirah terdapat kerajaan Hijaz Al-Hasyimiyah, maka di Arab utara berdiri kerajaan Yordania dan kerajaan Irak. Yordania dipimpin Raja Abdullah I. Sedangkan Irak dipimpin oleh Faisal I. Sedangkan Hijaz diwariskan kepada Ali bin Husain, putra Raja Husain lainnya.

Pada tahun 1924, Kerajaan Najd di bawah kepemimpinan Abdul Aziz bin Saud menyerang Hijaz. Raja Husain meminta bantuan Inggris. Tetapi Inggris tidak memberikan bantuan dengan alasan perang itu urusan internal umat Islam. Pasukan Raja Abdul Aziz bin Saud berhasil memasuki kota Thaif, lalu Mekah dan Madinah, kemudian berakhir dengan penakhlukan kota Jedah.

Perang Hijaz-Najd ini sebenarnya telah dimulai sejak 1919. Namun baru dimenangkan Kerajaan Najd pada tahun 1925. Pada tahun inilah terjadi unifikasi Hijaz-Najd, dan berakhir dengan berdirinya kerajaan Arab Saudi. Kerajaan Hijaz Al-Hasyimiyah atau Al-Mamlakah Al-Hijaz Al-Hasyimiyah berumur sekitar 10 tahun, dari 1916 hingga runtuh pada 1925.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...