Beranda Keislaman Hadis Selain Bollywood, Ternyata India Juga Terkenal Kajian Hadisnya Yang Mendunia

Selain Bollywood, Ternyata India Juga Terkenal Kajian Hadisnya Yang Mendunia

Harakah.idIndia pada era ini menduduki peran vital dalam kajian ilmu hadis ketika geliat hadis di Mesir dan Syam sedang terpuruk.

Umat Islam pada umumnya tidak memandang India sebagai negeri Islam yang special selaian jumlah populasi muslimnya yang tinggi. Namun bagi orang yang pernah menyelami kajian hadis pastinya akan mengetahui bahwa India merupakan negara pusat pembelajaran hadis yang diakui oleh banyak ulama selama berabad-abad hingga sekarang.

Syaikh Zahid Al-Kautsari dalam salah satu makalah beliau pernah menjabarkan bahwasanya dalam lintasan sejarah umat Islam, berbagai negara seolah saling berbagi dan berganti peran dalam menghidupkan sunnah-sunnah nabi Muhammad SAW. Ketika geliat kajian Sunnah di suatu kawasan meredup karena berbagai faktor, maka kawasan yang lain akan segera bangkit menyinari bagian yang meredup itu.

Pada masa kegemilangan Daulah Abbasiyah hingga masa kehancurannya, Iraq menempati posisi penting dalam perkembangan ilmu-ilmu keislaman, baik ilmu Syariat, ilmu Aqliyat hingga humaniora dan kesusasteraan. Kota tersebut dan wilayah di sekitarnya juga menghasilkan banyak ulama dan intelektual muslim.

Selanjutnya ketika pengaruh kekhalifahan Abbasiyah luntur dan hilang, Mesir menjelma menjadi pusat keilmuan yang baru serta menghasilkan berbagai lembaga pendidikan dan banyak ulama besar. Negeri India atau dalam banyak literature klasik disebut dengan Al-Hindi juga pernah menjelma menjadi satu pusat kajian Islam yang berpengaruh, keadaan ini menurut Al-Kautsari dapat dikatakan berlangsung sejak abad ke-12 Hijriyah. 

Kajian Hadis menjadi salah satu spesialisasi tanah Hindia dalam hal ketersediaan iklim pengetahuan yang baik. Hal ini terwujud dengan kemunculan banyak ulama besar hadis dari negeri tersebut. Para ulama ini memiliki peranan besar dalam kajian hadis seperti hadis-hadis ahkam, kritik sanad, ilat hadis, syarah hadis dan berbagai tema yang lain.

Syaikh Muhammad Rasyid Ridha dalam pengantar Miftah Kunuzus Sunnah pernah berkata:”india pada ini (pada era beliau) menduduki peran vital dalam kajian ilmu hadis ketika geliat hadis di mesir dan Syam sedang terpuruk”.

Selaras dengan Rasyid Ridha, Syaikh Abdul Fattah Abu Ghuddah dalam tahqiq beliau terhadap kitab Qawa’id Fi ‘Ulumil Hadis karya Zhifir Ahmad Al-Usmany menyebutkan: “dalam beberapa era belakangan, ada banyak ulama di tanah India dan Pakistan telah menulis berbagai kitan dalam ragam cabang keilmuna hadis, hingga tidak ada lagi celah yang mereka tinggalkan yang dapat ditambal oleh generasi berikutnya”.

Beberapa kitab penting dalam kajian hadis yang ditulis oleh ulama India diantaranya Kanzul ‘Amal Fi Sunan Al-‘Amal wal Aqwal, kitab ini merupakan kompilasi hadis-hadis Shahih dalam kutubus Sittah, Musnad Ahmad, Mu’jam Thabrani, musnad Thayalisi yang disusun secara alfabetis berdasarkan huruf pertama dari matan hadis serta berdasarkan sistematika bab-bab fikih. Kitab ini ditulis Syaikh Ali Al-Muttaqi Al-Hindi.

Kitab Tazkiratul Maudhu’at yang menghimpun hadis-hadis palsu, kitab Majma’ Biharul Anwar yang menghimpun kosa kata Gharib dalam berbagai hadis, Kitab Al-Mughni Fi Dhabthil Asma’ sebuah kitab yang menyusun secara Alfabetis nama-nama perawi dengan sajian yang lebih sederhana dan efisien dibandingkan kitab-kitab sebelumnya yang pernah ditulis dalam cabang ilmu rijal hadis. Ketiga kitab ini adalah karya Syaikh Al-‘Alamah Muhammad Ibn Thahir Al-Fatani.

Kitab Ihya’ As-Sunan dan Jami’ul Atsar karangan Muhammad Ali Asyraf At-TahanuwiI. Bazlul Majhul syarah sunan Abu Dawud sebanyak dua puluh jilid karangan Khalil Ahmad As-Saranfuri.kitab ‘Aunul Ma’bud karya Syamsul Haq Adhim Abady yang merupakan Syarah Sunan Abu Dawud yang paling monumental, kitab Tuhfatul Ahwadzi karangan Al-Mubarkafuri yang merupakan Syarah Sunan At-Tirmidzi terbaik dan juga ratusan kitab-kitab penting lainnya.

Selain dua nama di atas, ulama hadis yang paling terkenal dari tanah India adalah Syaikh Waliyullah Abdurrahim Ad-Dahlawi. Beliau selain memiliki beberapa karya tulis penting juga mencetak beberapa nama besar hadis lainnya. Nama lain yang sangat diperhitungkan adalah Syaikh Muhammad Musthafa ‘Adhami, beliau memiliki jasa besar dalam membantah syubhat dan tuduhan miring orientalis terhadap hadis-hadis nabi.

Darul Ulum Deobandi menjadi madrasah yang paling berjasa menghidupkan geliat hadis di India dan mencetak banyak ulama besar di sana. Madrasah yang dibentuk tahun 1867 ini secara fokus menekankan kajian hadis yang mulai asing dipelajari secara mendalam di banyak pusat keilmuan yang lain.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...