Semangat Kebersamaan dan Persaudaraan dalam Situasi Sulit, Ini Pesan Hadis Silaturahim

0
13

Harakah.idDalam suasana sulit, semangat persaudaran dan silaturrahmi sangat penting. Hal ini sesuai sabda Rasulullah.

Hadis silaturahim. Manusia merupakan makhluk yang diciptakan oleh Allah subhanahu wata’ala begitu sempurna dibanding makhluk lain. Di samping kesempurnaan ciptaan-Nya, terdapat beban yang harus dipikul didunia yaitu beribadah. Bukan hanya manusia, akan tetapi makhluk lain pun tetap beribadah walau berbeda-beda cara yang dilakukan. Ibadah manusia yang paling utama ialah sholat. Sholatlah yang paling awal dihisab pada hari akhir ketika kehidupan dunia sudah hancur.

Namun, tahukan anda apa yang lebih penting selanjutnya dilakukan muslim? Ilmu lah yang menjadi kewajiban selanjutnya untuk ditunaikan para muslim dan muslimah. Semua ilmu baik duniawi seperti filsafat, ekonomi, geografi, matematika, komputer atau artifial intelegence, astronomi, dan lain sebagainya., ataupun ilmu ukhrawi seperti ilmu al-Quran, ilmu agama, bulughul maram (Hadits), bidayatul mujtahid (Fiqh), dan lain sebagainya.

Dalam hal ini khususnya umat muslim harus berpegang teguh pada dua pusaka penting yaitu al-Quran dan as-sunnah. Sesama muslim harusnya saling membantu satu sama lain baik dikala susah ataupun senang. Di sini penulis menitikberatkan pada permasalahan kala susah, mengapa? Karena di tengah fenomena pandemi yang telah kita alami COVID-19 corona virus disease 2019 sekitar 3 tahun yang lalu, masyarakat dunia terjangkit virus yang sangat berbahaya.

Di kala pandemi itu umat manusia khawatir terkait dirinya sendiri atau biasa disebut lebih mementingkan kepentingan pribadi, keselamatan pribadi, dan mengorbankan orang lain, naudzu bi llah min dzalik. Kemudian di samping itu terdapat berbagai konflik di berbagai negara termasuk Indonesia.

Di masa ini, seluruh kegiatan sosial di seluruh dunia hampir dihentikan termasuk kerja, piknik atau liburan, silaturrahmi antar keluarga diluar pulau, bahkan hingga pembelajaran. Banyak pula sisi yang dapat diambil dari adanya kegiatan PSBB ini namun dibanding dengan sisi negatif lebih banyak sisi negatifnya dimana anak-anak tidak leluasa bermain dengan teman-temannya, pada saat sekolah ia cukup tampil depan laptop atau gadget dan tidak semua siswa memiliki gadget yang mendukung berbagai aplikasi seperti zoom, google meet, dan classroom yang populer dikalangan para pelajar SD, SMP, SMA, serta Perguruan tinggi.

Seperti yang kita ketahui di awal tahun 2020 covid-19 mulai masuk wilayah Indonesia, tepatnya pada bulan Maret, daerah Bogor yang disebabkan masuknya turis dan tidak teridentifikasi yang kemudian secara menyeluruh tersalur melalui udara hingga diwajibkan untuk memakai masker.

Kemudian lambat laun hingga awal 2021 terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) sekitar 50 ribu orang yang diperkirakan Konferedesi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Pandemi Covid-19 membuat beberapa sektor terimbas cukup parah sampai harus memutuskan hubungan kerja dengan karyawan. Imbas besar terjadi pada sektor tekstil, garmen, sepatu, dan ritel. Terjadinya PHK besar-besaran karena supplai yang banyak sedangkan demmand sedikit menyebabkan perusahaan kekurangan pemasukkan rugi hingga bangkrut. “Dampak PHK ternyata sudah terjadi, industri yang terkena PHK adalah tekstil, garmen, sepatu. Salah satu sebabnya adalah permintaan dari luar negeri yang menurun,” kata Presiden KSPI Said Iqbal dalam keterangan tertulis, Selasa (24/8).

Dalam suasana sulit, semangat persaudaran dan silaturrahmi sangat penting. Hal ini sesuai sabda Rasulullah dalam hadis silaturahim berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya, danbarangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia menyambung tali silaturrahmi, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia berkata baik atau diam. (HR. Bukhari)

Hadits di atas menjelaskan beberapa fadhilah dari memuliakan tamu, silaturrahmi, dan perkataan yang baik. Seperti permasalahan yang dipaparkan di atas mengenai fenomena sosial pandemi covid-19 yang menghancurkan perekonomian dan sosial kemasyarakatan.

Pada saat hari raya iedul fitri dan iedul adha, pemerintah Indonesia sempat mengeluarkan larangan mudik, pulang kampung menemui sanak saudara untuk bersilaturrahmi. Namun sejatinya kita tidak perlu takut, walaupun di antara kita tidak bisa bertatap langsung secara kekeluargaan, di era digital kita bisa transformasi wajah melalui smartphone yang tentu perlu koneksi internet dengan itu kita masih bisa menyambung silaturrahmi dalam rangka beriman kepada Allah dan hari akhir. Ini untuk menjaga rasa kebersamaan, persaudaraan dan silaturahim. Ini dapat menguatkan kita semua. Demikian pesan hadis silaturahim.

Artikel kiriman dari Umar al-Faruq, Mahasiswa Prodi IAT UIN Syarif Hidayatullah Jakarta