Beranda Keislaman Akhlak Meski Salat Sunnah Mampu Menambal Kekurangan Salat Fardu, Tidak Berarti Jadi Alasan...

Meski Salat Sunnah Mampu Menambal Kekurangan Salat Fardu, Tidak Berarti Jadi Alasan Kita Malas Salat

‘periksalah shalat hamba-Ku, cukupkah atau kurangkah?’ maka jikalau terdapat cukup, dicatatlah cukup. Tetapi jikalau terdapat kekurangan, Allah berfirman pula, ‘periksalah lagi, apakah hamba-Ku itu memunyai amalan shalat sunat?’

Di samping mengerjakan ibadah-ibadah fardhu, seperti shalat lima waktu, puasa, dan zakat, seorang Muslim hendaknya memperbanyak ibadah sunnah. Selain menambah pahala, ibadah sunnah, shalat rawatib misalnya, dapat menambal kekurangan shalat fardhu yang mungkin kita kerjakan kurang sempurana.

Bagi seorang Muslim, shalat farhdu lima waktu adalah kewajiban utama. Keistimewaan dan keutamaan ibadah ini disebutkan dalam hadis Nabi bahwa shalat adalah tiang agama. Diibaratkan sebuah bangunan, Islam akan tegak berdiri jika umat senantiasa mendirikan shalat. Di hadis lainnya Nabi juga menyatakan bahwa amal pertama yang akan dihisab pada hari kiamat adalah shalat.

Tapi, dalam kenyataan sehari-hari, shalat dan ibadah lain yang kita kerjakan belum tentu diterima oleh Allah swt. Ini bisa disebabkan berbagai faktor, misalnya syarat dan rukun tidak terpenuhi, hati yang masih mengharap pujian manusia, atau akibat hal-hal lainnya. Karena itu, penting bagi seorang Muslim untuk terus belajar dan melatih hati demi sempurnanya shalat.

Mengenai kekurangan seorang hamba dalam mengerjakan shalat fardhu, Nabi telah menginformasikan solusi, yakni dengan banyak-banyak mengerjakan shalat sunnah.

Dari Abu Hurairah r.a. diceritakan bahwa Nabi Saw. bersabda: “Sesungguhnya yang pertama-tama akan dihisab dari amal perbuatan manusia pada hari kiamat itu ialah shalat. Allah berfirman kepada malaikat, sedangkan Dia adalah Maha lebih Mengetahui: ‘periksalah shalat hamba-Ku, cukupkah atau kurangkah?’ maka jikalau terdapat cukup, dicatatlah cukup. Tetapi jikalau terdapat kekurangan, Allah berfirman pula, ‘periksalah lagi, apakah hamba-Ku itu memunyai amalan shalat sunat?’ Jikalau terdapat ada shalat sunnatnya, lalu Allah berfirman lagi, “cukupkanlah kekurangan shalat fardhu hamba-Ku itu dengan shalat sunatnya.’ Selanjutnya diperhitungkanlah amal perbuatan itu menurut cara dmikian.” (HR. Abu Daud)

Baca Juga: Mengapa Shalat Penting bagi Seorang Muslim?

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...