Meski Salat Sunnah Mampu Menambal Kekurangan Salat Fardu, Tidak Berarti Jadi Alasan Kita Malas Salat

‘periksalah shalat hamba-Ku, cukupkah atau kurangkah?’ maka jikalau terdapat cukup, dicatatlah cukup. Tetapi jikalau terdapat kekurangan, Allah berfirman pula, ‘periksalah lagi, apakah hamba-Ku itu memunyai amalan shalat sunat?’

0
1873

Di samping mengerjakan ibadah-ibadah fardhu, seperti shalat lima waktu, puasa, dan zakat, seorang Muslim hendaknya memperbanyak ibadah sunnah. Selain menambah pahala, ibadah sunnah, shalat rawatib misalnya, dapat menambal kekurangan shalat fardhu yang mungkin kita kerjakan kurang sempurana.

Bagi seorang Muslim, shalat farhdu lima waktu adalah kewajiban utama. Keistimewaan dan keutamaan ibadah ini disebutkan dalam hadis Nabi bahwa shalat adalah tiang agama. Diibaratkan sebuah bangunan, Islam akan tegak berdiri jika umat senantiasa mendirikan shalat. Di hadis lainnya Nabi juga menyatakan bahwa amal pertama yang akan dihisab pada hari kiamat adalah shalat.

Tapi, dalam kenyataan sehari-hari, shalat dan ibadah lain yang kita kerjakan belum tentu diterima oleh Allah swt. Ini bisa disebabkan berbagai faktor, misalnya syarat dan rukun tidak terpenuhi, hati yang masih mengharap pujian manusia, atau akibat hal-hal lainnya. Karena itu, penting bagi seorang Muslim untuk terus belajar dan melatih hati demi sempurnanya shalat.

Mengenai kekurangan seorang hamba dalam mengerjakan shalat fardhu, Nabi telah menginformasikan solusi, yakni dengan banyak-banyak mengerjakan shalat sunnah.

Dari Abu Hurairah r.a. diceritakan bahwa Nabi Saw. bersabda: “Sesungguhnya yang pertama-tama akan dihisab dari amal perbuatan manusia pada hari kiamat itu ialah shalat. Allah berfirman kepada malaikat, sedangkan Dia adalah Maha lebih Mengetahui: ‘periksalah shalat hamba-Ku, cukupkah atau kurangkah?’ maka jikalau terdapat cukup, dicatatlah cukup. Tetapi jikalau terdapat kekurangan, Allah berfirman pula, ‘periksalah lagi, apakah hamba-Ku itu memunyai amalan shalat sunat?’ Jikalau terdapat ada shalat sunnatnya, lalu Allah berfirman lagi, “cukupkanlah kekurangan shalat fardhu hamba-Ku itu dengan shalat sunatnya.’ Selanjutnya diperhitungkanlah amal perbuatan itu menurut cara dmikian.” (HR. Abu Daud)

Baca Juga: Mengapa Shalat Penting bagi Seorang Muslim?