fbpx
Beranda Keislaman Doa Shalawat Pohon Uang, Shalawat Pelancar Rejeki dan Penghilang Kefakiran

Shalawat Pohon Uang, Shalawat Pelancar Rejeki dan Penghilang Kefakiran

Harakah.id – Sesuai namanya, Shalawat Syajaratun Nuqud, Shalawat Pohon Uang. Shalawat yang mempu membuat seolah-olah di depan rumah kita ada pohon uang.

Shalawat sejak lama memang menjadi media dan wasilah untuk mengabulkan segala macam permintaan dan permohonan. Para ulama juga mengajarkan, dalam setiap rapalan doa, shalawat adalah hal yang pertama kali harus dibaca terlebih dahulu dan tidak boleh dilupakan. Melalui limpahan berkah dan syafaat Nabi Muhammad SAW, dengan ijin Allah kita akan dipermudah segala urusan dan diberi kegampangan dalam menggapai impian.

Dalam literatur dzikir yang sudah diwariskan para ulama, kita mendapatkan banyak sekali jenis dan macam shalawat yang bisa diamalkan. Ada Shalawat Syifa’ yang memiliki faidah untuk kesembuhan dan kesehatan, Shalawat Nariyah yang juga biasa dibaca ketika seseorang memiliki hajat yang sangat darurat dan shalawat-shalawat lainnya. Nah kali ini, kita akan mengenal dan mencoba mengamalkan Shalawat Syajaratun Nuqud, Shalawat Pohonnya Uang.

Baca Juga: Kalau Hidup Anda Terasa Sempit Dan Sesak, Coba Amalkan Shalawat Pelapang Hidup Ini!

Dalam sebuah kesempatan pengajian, Habib Saggaf bin Mahdi bin Abu Bakar al-Bughuri pernah mengijazahkan Shalawat Syajaratun Nuqud ini kepada kaum Muslimin yang mau mengamalkan. Beliau bercerita, shalawat itu beliau dapatkan dari gurunya sewaktu belajar di Aljazair. Seperti namanya, shalawat ini membuat seolah-olah ada pohon uang di depan rumah kita. sehingga orang yang mengamalkannya pun akan merasa tidak pernah kekurangan, selalu tercukupi kebutuhannya dan dijauhkan dari kefakiran.

Adapun bacaan Shalawat Syajaratun Nuqud adalah:

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى أل سيدنا محمد

Allahumma Shalli ‘Ala Sayyidina Muhammad wa ‘Ala Aali Sayyidina Muhammad

Baca Juga: Shalawat Sakti Penyembuh Penyakit Dzahir Maupun Batin

Shalawat ini dibaca 400x setiap selesai Shalat Isya. Menurut Habib Saggaf, shalawat ini tidak harus dibaca tepat setelah Shalat Isya. Tapi bisa juga dijadikan dzikiran sambil menemani anak belajar, sambil nonton tv dengan keluarga maupun kegiatan lainnya. Shalawat ini hendaknya istiqamah dibaca setiap malam, setiap habis isya’.

Melalui berkah shalawat ini, kata Habib Saggaf, insyaallah segala pikulan kehidupan menjadi ringan, murah rejeki dan senantiasa dipermudah dalam segala urusannya. Semoga senantiasa kita semua berada dalam lindungan Allah SWT.

REKOMENDASI

Mertuaku Adalah Bapak Tiriku, Tentang Hukum Pernikahan Besan dan Sebab Mahram Musaharah

Harakah.id - Penyebab lain dari munculnya hubungan mahram adalah akad pernikahan antara suami dan istri. Pernikahan ini membuat masing-masing kedua mempelai...

Syarat Jadi Wali Itu Harus Berilmu, Rekaman Dialog Quraish Shihab Ft. Gus Baha’

Harakah.id - Dalam sebuah talkshow yang dipandu Najwa Shihab, Gus Baha dan Quraish Shibab terlibat dalam dialog yang seru. Salah satu...

Takbiran Setiap Selesai Shalat Fardhu Sampai Penghujung Hari Tasyrik, Bagaimana Hukumnya?

Harakah.id - Mulai sejak Hari Arafah, Kaum Muslimin punya kebiasaan takbiran setiap selesai Shalat Fardhu. Takbiran ini dilakukan sampai selesai Hari...

Download Khutbah Ringkas Idul Adha 2020

Mampu Sholat, Tapi Belum Tentu Mampu Berqurban Allâhu akbar Allahu akbar Allahu akbar la ilaha illallâhu wallâhu akbar, Allâhu akbar wa lillahil hamd... Allahu akbar kabîra wal hamdu lillahi katsîra wa subhanallahi...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Ada Orang yang Berkurban Tapi Belum Akikah, Bolehkah dalam Islam?

Harakah.id – Berkurban sangat dianjurkan ditunaikan oleh setiap Muslim. Tak berbeda, akikah juga diwajibkan kepada setiap anak yang lahir. Lalu bagaimana...

Jarang Disampaikan, Ternyata Inilah Keutamaan Beristri Satu dalam Islam

Harakah.id - Sunnah hukumnya bagi laki-laki untuk mencukupkan satu istri saja, sekalipun pada dasarnya ia diperbolehkan untuk menambahnya lagi.

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Hari ini kita banyak mendengar kata ijtihad. Bahkan dalam banyak kasus, ijtihad dengan mudah dilakukan oleh banyak orang, yang...