Beranda Keislaman Doa Shalawat Pohon Uang, Shalawat Pelancar Rejeki, Pembuka Peluang dan Penghilang Kefakiran

Shalawat Pohon Uang, Shalawat Pelancar Rejeki, Pembuka Peluang dan Penghilang Kefakiran

Harakah.idSesuai namanya, Shalawat Syajaratun Nuqud, Shalawat Pohon Uang. Shalawat yang mempu membuat seolah-olah di depan rumah kita ada pohon uang.

Shalawat, termasuk shalawat pohon uang ini, sejak lama memang menjadi media dan wasilah untuk mengabulkan segala macam permintaan dan permohonan. Para ulama juga mengajarkan, dalam setiap rapalan doa, shalawat adalah hal yang pertama kali harus dibaca terlebih dahulu dan tidak boleh dilupakan. Melalui limpahan berkah dan syafaat Nabi Muhammad SAW, dengan ijin Allah kita akan dipermudah segala urusan dan diberi kegampangan dalam menggapai impian.

Dalam literatur dzikir yang sudah diwariskan para ulama, kita mendapatkan banyak sekali jenis dan macam shalawat yang bisa diamalkan. Ada Shalawat Syifa’ yang memiliki faidah untuk kesembuhan dan kesehatan, Shalawat Nariyah yang juga biasa dibaca ketika seseorang memiliki hajat yang sangat darurat dan shalawat-shalawat lainnya. Nah kali ini, kita akan mengenal dan mencoba mengamalkan Shalawat Syajaratun Nuqud atau shalawat pohon uang.

Baca Juga: Kalau Hidup Anda Terasa Sempit Dan Sesak, Coba Amalkan Shalawat Pelapang Hidup Ini!

Dalam sebuah kesempatan pengajian, Habib Saggaf bin Mahdi bin Abu Bakar al-Bughuri pernah mengijazahkan Shalawat Syajaratun Nuqud ini kepada kaum Muslimin yang mau mengamalkan. Beliau bercerita, shalawat itu beliau dapatkan dari gurunya sewaktu belajar di Aljazair. Seperti namanya, shalawat ini membuat seolah-olah ada pohon uang di depan rumah kita. sehingga orang yang mengamalkannya pun akan merasa tidak pernah kekurangan, selalu tercukupi kebutuhannya dan dijauhkan dari kefakiran.

Adapun bacaan Shalawat Syajaratun Nuqud atau shalawat pohon uang adalah:

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى أل سيدنا محمد

Allahumma Shalli ‘Ala Sayyidina Muhammad wa ‘Ala Aali Sayyidina Muhammad

Baca Juga: Shalawat Sakti Penyembuh Penyakit Dzahir Maupun Batin

Shalawat ini dibaca 400x setiap selesai Shalat Isya. Menurut Habib Saggaf, shalawat ini tidak harus dibaca tepat setelah Shalat Isya. Tapi bisa juga dijadikan dzikiran sambil menemani anak belajar, sambil nonton tv dengan keluarga maupun kegiatan lainnya. Shalawat ini hendaknya istiqamah dibaca setiap malam, setiap habis isya’.

Melalui berkah shalawat ini, kata Habib Saggaf, insyaallah segala pikulan kehidupan menjadi ringan, murah rejeki dan senantiasa dipermudah dalam segala urusannya. Semoga senantiasa kita semua berada dalam lindungan Allah SWT.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Kepemimpinan Militer Laksamana Keumalahayati, “Inong Balee” di Benteng Teluk Pasai

Harakah.id - Keumalahayati menempuh pendidikan non-formalnya seperti mengaji di bale (surau) di kampungnya dengan mempelajari hukum-hukum Islam, sebagai agama yang diyakininya. Beliau...

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...