Siapakah Sebenarnya Sosok Raja Yang Berdebat Dengan Nabi Ibrahim?

0
4196

Harakah.idRaja yang berdebat dengan Nabi Ibrahim adalah sosok sekaligus peristiwa yang terekam dalam ayat-ayat Al-Quran. Pertanyaannya, Siapakah sebenarnya sosok raja tersebut? Apakah ia sosok yang asli dan benar-benar ada, atau hanya tokoh rekayasa?

Al-Qur’an menceritakan tentang adanya raja yang berdebat dengan Nabi Ibrahim As. mengenai Tuhan. Allah Swt. berfirman:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِي حَاجَّ إِبْرَاهِيمَ فِي رَبِّهِ أَنْ آتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّيَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ قَالَ أَنَا أُحْيِي وَأُمِيتُ ۖ قَالَ إِبْرَاهِيمُ فَإِنَّ اللَّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ (258(

258. Tidakkah kamu memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim mengenai Tuhannya, karena Allah telah menganugerahkan kepadanya (orang itu) kerajaan (kekuasaan), (yakni) ketika Ibrahim berkata, “Tuhankulah yang menghidupkan dan mematikan,” (Orang itu) berkata, “Aku (pun) dapat menghidupkan dan mematikan”. Ibrahim berkata, “Kalau begitu, sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur. Maka, terbitkanlah ia dari barat,” Akhirnya, bingunglah orang yang kafir itu. Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. (al-Baqarah: 258)

Kitab-kitab tafsir banyak yang menyebutkan bahwa raja tersebut bernama Nimrod (Namrud) bin Kanan bin Kush dan menganggap bahwa ia adalah salah seorang dari empat raja yang memerintah dunia seluruhnya. Dua dari raja tersebut kafir, yaitu Nimrod dan Nebukadnezar II. Sedangkan dua raja yang lain beriman, yaitu Sulaiman bin Daud dan Zul Qarnain. Namrud disebut sebagai sosok raja pertama yang semena-mena dan menguasai dunia. Ia memiliki istana di Babilon dan menjadi orang pertama yang menyalib dan menghukum dengan cara memotong tangan dan kaki.

Baca Juga: Misteri Raja Yang Membakar Nabi Ibrahim, Ternyata Ini Nama Asli Berikut Sejarahnya…

Kemungkinan besar pendapat ini bersumber dari Taurat karena dalam Kitab Kejadian Pasal 10 disebut: “Kush memperanakkan Nimrod; dialah yang mula-mula sekali orang yang berkuasa di bumi; ia seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan Tuhan, sebab itu dikatakan orang: “Seperti Nimrod, seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan Tuhan.” Mula-mula kerajaannya terdiri dari Babel, Erekh, dan Akad, semuanya di tanah Sinear. Dari negeri itu ia pergi ke Asyur, lalu mendirikan Niniwe, Rehobot-Ir, Kalah dan Resen di antara Niniwe dan Kalah; itulah kota besar itu.”

Hanya saja dalam buku Dirasat Tarikhiyah min al-Qur’an al-Karim juz 4 halaman 152 disebutkan bahwa buku-buku sejarah tidak ditemukan nama Nimrod dalam daftar raja-raja yang memerintah Babilon. Pada masa Babilon Kuno terdapat enam raja yang memerintah dan tidak ada satupun yang bernama Nimrod. Raja yang keenam sekaligus yang paling terkenal bernama Hammurabi. Benar bahwa kala itu terdapat sebuah kota bernama Nimrod yang terletak di tepi Sungai Zab Besar sehingga mungkin terjadi kerancuan antara nama raja dan nama kota. 

Jelas bahwa Nimrod bukanlah raja pertama dalam sejarah karena sebelumnya telah ada Raja Menes di Mesir yang menyatukan dua kawasan Mesir sehingga menjadi negeri yang besar. Hammurabi adalah raja yang paling lama memerintah di Irak pada masa ini. Ia merupakan sosok yang cerdik berambisi untuk menyatukan Mesopotamia di bawah kekuasaannya, baik dengan politik maupun perang. Hammurabi memberi perhatian lebih teradap berhala-berhala yang disembah di wilayah kekuasaannya dalam rangka mengambil hati penduduk setempat. Ia memberi perhatian terhadap para pendeta dan hari raya keagamaan di Babilon. Ia juga mengharumkan nama Dewi Inanna di Niniwe.

Baca Juga: Benarkah Ayah Nabi Ibrahim Menyembah Berhala? Inilah Jawabannya

Hammurabi adalah sosok yang cerdik sehingga ia mampu menyusun Piagam Hammurabi yang terkenal. Ia tidak gegabah main keras ketika berhadapan dengan Nabi Ibrahim As., tetapi bermain dengan kecerdikan dan kepandaiannya. Nampaknya Hammurabi telah mendengar kejadian aneh yang menimpa sang nabi ketika tidak mempan dibakar oleh api di Ur. Ia juga mendengar bahwa Ibrahim As. menyeru kepada agama yang baru sehingga membuat raja ini penasaran dan ingin mengundang Nabi Ibrahim As.

Pada intinya bisa dikatakan bahwa raja yang berdebat dengan Nabi Ibrahim As. adalah Hammurabi, Raja Babilon yang menguasai seluruh wilayah Irak dan Suriah hingga sampai ke Laut Tengah. Perdebatan ini terjadi di Babilon, ibukota kerajaan Hammurabi. Sepertinya sang raja telah mendengar mukjizat selamatnya Nabi Ibrahim As. dari api di Ur sehingga ia ingin meyakinkan dirinya mengenai tuhan yang diceritakan dan diseur oleh Ibrahim As. Demikianlah keterangan yang terdapat dalam buku Qashash al-Anbiya wa al-Tarikh juz 2 halaman 76.