Beranda Keislaman Tafsir Sistematika Penyusunan Narasi dalam al-Quran, Ia Unik dan Khas Karena Langsung Disusun...

Sistematika Penyusunan Narasi dalam al-Quran, Ia Unik dan Khas Karena Langsung Disusun oleh Tuhan

Harakah.id – Sistematika penyusunan narasi dalam al-Quran sangat khas dan unik. Kalau diamati, ada beberapa pola yang menunjukkan ciri khas tersebut. Meskipun bukan karya akademik, karena langsung disusun oleh Allah SWT, al-Quran memiliki logikanya sendiri dalam menyusun narasi dan tema-temanya.

al-Quran ini memiliki ciri khas di antaranya terletak pada susunan urutannya. Ya, sistematika penyusunan narasi dalam al-Quran memang unik. Susunan al-Quran ini tidak mesti bersifat kronologis atau menurut urutan subjek. Pada banyak surat al-Quran bahkan mencampur banyak subjek, misalnya keimanan, ibadah, moral, dan hukum, dengan tujuan memperkuat ajaran-ajaran dasarnya.

Baca Juga: Viral Larangan Pelihara Tuyul di Bandung, Inilah Penjelasan Kitab Tafsir Al-Quran

Ayat kursi (QS al-Baqarah 255) misalnya,

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Secara garis besar, ayat tadi berisikan penjelasan mengenai sifat-sifat keagungan Allah datang setelah perintah kepada kaum beriman untuk menyedekahkan sebagian hartanya sebelum tiba suatu hari dimana tidak ada harta maupun persahabatan yang mampu menghindarkannya dari hadapan Allah, perintah sedekah ini tepatya terdapat di ayat sebelumnya QS al-Baqarah 254;

Baca Juga: Tidak Ada Kata Sinonim dalam al-Quran, Prinsip Metode dan Hermeneutika Tafsir ala Muhammad Syahrur

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَنفِقُوا۟ مِمَّا رَزَقْنَٰكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خُلَّةٌ وَلَا شَفَٰعَةٌ ۗ وَٱلْكَٰفِرُونَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa’at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.

Orang-orang yang tidak memahami bagaimana al-Quran memaparkan tujuannya sendiri, mengritik hal serupa ini sebagai kesimpangsiuran. Seandainya al-Quran tersusun secara kronologis, tentulah ia akan menjadi sebuah biografi atau catatan sejarah. 

al-Quran bukan sebuah tesis akademik, melainkan kitab petunjuk dan memiliki metode tersendiri dalam targhib (anjuran) dan tarhib (ancaman) sehingga keduanya berjalan seimbang. Inilah ciri khas penting al-Quran. Dengan demikian dapat ditemukan  sesuatu yang kontras dalam ayat al-Quran, setiap kali ia berbicara tentang surga dan pahala untuk orang-orang sholeh, selalu didampingi dengan penyebutan neraka dan azab bagi para pelaku kejahatan. Karena al-Quran mengakui bahwa akan selalu ada orang yang berbuat baik maupun orang berbuat jahat.

Baca Juga: Benarkah Ada Ayat Al-Quran Yang Menyebut Bangsa Jin Lebih Mulia Dibanding Manusia? Apa Alasannya?

Meskipun al-Quran tidak ditulis dalam bentuk sebuah naskah yang disunting, dan Nabi pun tidak ikut campur dalam susunannya yang telah ditetapkan Allah, misalnya dengan menambah kalimat penyambung, namum hubungan antara ayat-ayat di dalam setiap surat dapat dipahami dengan mudah dalam bahasa Arab, entah dengan kata sambung pendek atau kata ganti, atau dengan mengulangi kata-kata tertentu yang merujuk kepada ayat sebelumnya, atau dengan menyingkatnya, atau dengan memberikan contoh.

Demikianlah sistematika penyusunan narasi dalam al-Quran. al-Quran ini berbeda susunannya dengan yang lain karena memang yang menyusun al-Quran adalah Allah langsung tanpa bantuan campur tangan manusia, sekalian Rasul.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...