Beranda Sajian Utama Soekarno, Kiai Basari Sukanegara dan Ayam Panggang Bumbu Kemiri

Soekarno, Kiai Basari Sukanegara dan Ayam Panggang Bumbu Kemiri

Harakah.idSoekarno memang dikenal dekat dengan para ulama, salah satunya Kiai Ahmad Basari Sukanegara. Dalam banyak kesaksian, Soekarno seringkali berkunjung ke Sukanegara untuk berdzikir, meminta petuah, atau sekedar silaturahim guna menenangkan diri.

Dalam memoarnya, Saksi Sejarah: Mengikuti Perjuangan Dwitunggal, DR. R. Soeharto, dokter pribadi Soekarno menceritakan satu kisah mengenai pertemuan Soekarno dan Kiai Ahmad Basari Sukanegara;

“Sebagai dokter pribadi memang saya kerapkali menyertai perjalanan Bung Karno – ya sebagai sekretaris, ya sebagai ajudan, dan entah sebagai apa lagi, yang oleh orang Belanda boleh dikualifikasikan sebagai een manusje van alles. Pernah pada suatu malam setelah maghrib ia mengajak saya pergi ke Sukanegara, sebuah desa di sebelah selatan Cianjur. Kami berdua naik mobil yang dikemudikan oleh Bang Sarip, sopir Bung Karno dari Gang Raden Salah II. Bung Karno pergi ke sana hendak menemui seorang kyai yang telah amat lanjut usianya – lebih dari delapan puluh tahun. Kyai itu pernah berkelana puluhan tahun lamanya di seluruh Nusantara, akhirnya menetap di Sukanegara dan mendirikan pesantren yang terkenal. Bung Karno berkenal dengan Kyai Sukanegara melalui perantaraan R.A.A. Wiranatakusumah, yang pernah menjadi Bupati Cianjur dan Bupati Bandung, kemudian menjadi Menteri Dalam Negeri Kabinet R.I. yang pertama.”

KH. Ahmad Basari guru Soekarno adalah seorang Kiai asal Madura, Jawa Timur. Setelah merantau dan belajar kepada banyak Kiai di banyak pesantren, beliau lantas menetap dan mendirikan Pesantren Sukanegara di Cianjur Selatan, Jawa Barat. Salah satu guru kharismatik Kiai Ahmad Basari Sukanegara adalah Hadlratusysyekh KH. Hasyim Asy’ari.

Tidak hanya sekali Soekarno datang dan sowan kepada Kiai Sukanegara. Ini tampak dalam hubungan yang begitu akrab, yang ditunjukkan Soekarno dan Kiai Ahmad Basari Sukanegara. Sebuah hubungan yang begitu hangat, yang juga dirasakan oleh DR. Soeharto;

“Perjalanan ke Sukanegara itu melalui Sukabumi, dan tiba di sana menjelang tengah malam. Hubungan antara Bung Karno dan Pak Kyai tampak akrab. Keduanya segera mengadakan pembicaraan empat mata. Saya menggunakan kesempatan itu untuk tidur.”

Tidak ada yang tahu apa yang dibicarakan oleh Soekarno dan Kiai Sukanegara malam itu. Dari informasi dan narasi DR. Soeharto, tampaknya keduanya sedang membicarakan sesuatu yang penting, personal dan sangat urgen. Soekarno memang dikenal banyak memanfaatkan kebijaksanaan para Kiai untuk mengambil satu keputusan dan kebijakan yang dinilainya sangat penting.

Sebagaimana tradisi pesantren, setelah pembicaraan dirasakan tuntas, waktunya makan-makan;

“Tengah malam saya dibangunkan untuk late supper. Nasi yang dihidangkan khas kegemaran Bung Karno: nasi putih yang pulen dan wangi, hangat, dengan lauk ayam panggang bumbu kemiri yang tidak terlalu halus menumbuknya dan tidak terlalu pedas, serta sayur bening – bayam dan jagung – yang agak manis rasanya. Inilah menu yang dihidangkan setiap Bung Karno berkunjung ke pesantren itu. Ia mengatakan hidangan semacam itu selain enak ya menyegarkan badan. Dan Pak Kyai berkata, menu seperti itu di jaman Kerajaan Pajang dijadikan makanan standar bagi prajurit yang kembali dari medan perang.”

Menu hidangan yang disuguhkan Kiai Sukanegara malam itu menyiratkan sebuah pesan, bahwa Soekarno tak lain adalah prajurit yang tengah rehat dari medan perang. Bukan untuk berhenti total, kedatangan Soekarno ke Sukanegara tak lain adalah bentuk pengisian ulang energi untuk kembali lagi bertempur di medan perang. Bukan hizb ataupun sepuhan dzikir, menu utama pengisian ulang energi yang diberikan Kiai Sukanegara justru adalah nasih hangat, ayam panggang bumbu kemiri dan sayur bening. Menu favorit Soekarno yang hampir pasti ada tiap kali beliau ke Sukanegara.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...