Beranda Keislaman Ibadah Sudah Ada Sebelum Nabi Muhammad, Begini Praktik Puasa Nabi-Nabi Sebelum Diutusnya Rasulullah

Sudah Ada Sebelum Nabi Muhammad, Begini Praktik Puasa Nabi-Nabi Sebelum Diutusnya Rasulullah

Harakah.idSebelum Rasulullah diutus, para nabi sebenarnya sudah menjalankan syariat puasa sebagaimana yang dikerjakan umat Muslim selama Bulan Ramadan. Bagaimana praktik puasa nabi-nabi tersebut?

Berjumpa lagi dengan bulan Ramadhan 1442 H. Tiap kali membicarakan ibadah puasa, dari jenjang MI sampai tamat kuliah, dalil ini pasti muncul di tiap sholat Tarawih bahkan kultum usai sholat shubuh. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan bagimu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan pada orang-orang sebelum kamu. Mudah-mudahan kamu bertakwa” (Al-Baqarah:183). Ayat ini menjelaskan betapa puasa adalah ibadah yang telah dikerjakan oleh umat sebelum kaum Nabi Muhammad SAW, bahkan sejak leluhur manusia yakni Nabi Adam as turun ke bumi.

Pasca tragedi pohon Khuldi, Nabi Adam bertaubat dan melaksanakan puasa selama 3 hari dalam satu bulan. Puasa tersebut selanjutnya dikenal dengan nama puasa putih yang dikerjakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Islam (Hijriah). “Kekasihku, Rasulullah SAW mewasiatkan kepadaku tiga perkara: puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat shalat dhuha, dan shalat witir sebelum tidur” (Bukhari-Muslim). 

Namun, ada versi lain kalau Nabi Adam hanya melakukan puasa khusus pada hari Jumat untuk mengenang peristiwa penting. ”Sesungguhnya Allah menjadikan Adam pada hari Jumat, diturunkan di bumi pada hari Jumat, dia bertobat kepada Allah atas dosanya memakan buah khuldi pada hari Jumat dan wafat pun pada hari Jumat.” (HR Bukhari).

Dalam pewartaan Harian Republika edisi 15 juli 2012, Seperti puasanya Nabi Adam, Nabi Nuh melaksanakan puasa selama 3 hari setiap bulan sepanjang tahun. Nabi Nuh juga memerintahkan kaumnya untuk menyembah Allah dan berpuasa ketika mereka berbulan-bulan hidup terkatung- katung di dalam perahu besar di tengah samudra luas akibat bencana banjir besar. Nabi Ibrahim juga terkenal akan kegemarannya berpuasa, terutama saat hendak menerima wahyu dari Allah. Puasa yang dilaksanakan Ibrahim diikuti pula oleh putranya, Ismail dan Ishaq. 

Nabi Ya’qub pun dikenal sebagai orang tua dan rasul yang gemar berpuasa, terutama untuk keselamatan putra-putranya. Nabi Yusuf berpuasa ketika berada dalam penjara. Kebiasaan berpuasa ini juga beliau terapkan ketika menjadi pembesar Mesir & menjabat sebagai menteri perekonomian. Nabi Musa berpuasa selama 40 hari 40 malam dalam persiapan menerima wahyu dari Allah swt di Bukit Sinai. Hal yang sama juga dilakukan oleh Nabi Ilyas ketika akan pergi ke Gunung Horeb untuk menerima wahyu dari Allah swt.

Lanjut ke Nabi Daud, beliau biasa berpuasa secara berselang, yakni sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa. “Puasa yang paling disukai Allah adalah puasa Nabi Daud dan shalat yang paling disukai Allah adalah shalat Nabi Daud. Beliau biasa tidur separuh malam, dan bangun pada sepertiganya, dan tidur pada seperenamnya. Beliau berbuka sehari dan berpuasa sehari.” (Muttafaqqun ‘alaih). Adapun Nabi Isa AS berpuasa ketika beliau mulai sering tampil di muka umum untuk menyatakan dirinya sebagai rasul.

Sebelum menutup artikel singkat ini, Bagaimanakah dengan praktek puasa orang-orang Arab sebelum Islam datang? Ternyata mereka melakukan puasa di hari Asyura. Setelah Rasulullah saw datang ke Madinah, beliau melihat orang-orang yahudi sama berpuasa di hari Asyura yang dimaksudkan sebagai peringatan atas selamatnya Nabi Musa dari kejaran Fir’aun. Maka karena lebih berhak di dalam meneladani Nabi Musa, beliau berpuasa pada hari itu dan menyuruh para Sahabatberpuasa juga (Miftah Faridl, Puasa ibadah Kaya Makna, hal 19). 

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...