Beranda Headline Sudah Nonton Film "Mimi"? Begini Hukum Menggugurkan Kandungan Karena Janin Cacat Menurut...

Sudah Nonton Film “Mimi”? Begini Hukum Menggugurkan Kandungan Karena Janin Cacat Menurut Islam

Harakah.idFilm mimi yang berasal dari India saat ini sering booming di kalangan pecinta film. Banyaknya hikmah yang dapat dipetik dari film ini, dimulai dengan bersyukur dengan kondisi apapun hingga salah satunya mengenai pengaborsian terhadap janin yang disangka cacat.

Film Mimi, sebuah film India yang di rilis 26 Juli tahun 2021 kemarin. Saat ini memiliki rating 8.5/10, bercerita mengenai seorang penari di India yang diperankan Kriti Shanon sebagai Mimi tokoh utama. Mimi diperkenalkan oleh Bhanu, supir taksi kepada pasangan Amerika yang ingin mencarikan ibu pengganti (surogasi) agar mereka memiliki anak. Mimi akhirnya memutuskan untuk memiliki bayi demi alasan uang walau dia masih muda. 

Pada perjalanan kehamilannya, setelah di USG kandungan Mimi tidak sehat dan janinnya cacat. Sehingga, kedua pasangan Amerika tidak menerima dan menyuruh Mimi menggugurkan kandungannya. Namun, Mimi tidak mau karena menurutnya itu salah. Singkat cerita, Mimi melahirkan seorang anak bayi laki-laki yang sangat tampan (bule) dan tidak cacat. Ternyata hasil USG terakhir itu tidak valid. Nah, bagaimana al-Qur’an dalam menjelaskan aborsi akibat kecacatan janin?

Seiring dengan berjalannya waktu, dunia semakin canggih dengan berbagai perlatan medis. Seperti Aspirin elektrik, Plester anti diabetes, keteter sapiens dan sebagainya. Begitupun halnya dengan janin yang masih dalam kandungan juga dapat dideteksi jenis kelamin dan keadaannya seperti cacat atau tidak yang dikenal dengan USG (ultrasongrafi). Walaupun janin masih dalam kandungan, sudah dapat diketahui kesehatan bayi.

Aborsi yang dilakukan karena bukan sebab darurat, karena malu akan melahirkan anak yang cacat, maka hukumnya haram. Al-Qur’an menjelaskan dalam QS. An-Nahl ayat 58-59 :

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالْأُنْثَىٰ ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ

يَتَوَارَىٰ مِنَ الْقَوْمِ مِنْ سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ ۚ أَيُمْسِكُهُ عَلَىٰ هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ ۗ أَلَا سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ

Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.

Para Fuqaha menganalogikan (mengqiyaskan) apa yang dilakukan orang-orang Jahiliyah tersebut dengan tindakan pengguguran kandungan karena malu/kasihan dan sebagainya. Fuqaha sepakat bahwa aborsi yang dilakukan karena amat terpaksa (darurat) dengan alasan yang dapat dibenarkan syariat medis, seperti janin dibiarkan tumbuh dalam kandungan maka akan berakibat kematian Ibu, maka itu hukumnya mubah (boleh).

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...