Beranda Headline Sufi-Sufi Perempuan di Indonesia, Mengenal Para Perempuan yang Berhasil Wushul dan Tiba...

Sufi-Sufi Perempuan di Indonesia, Mengenal Para Perempuan yang Berhasil Wushul dan Tiba Pada Hakikat Ketuhanan

Harakah.idSufi-sufi perempuan di Indonesia membuktikan bahwa tasawuf dan dunia kesufian tidak hanya milik kaum laki-laki. Dalam konteks tasawuf di Indonesia, keberadaan para sufi perempuan penting diketahui dan menggambarkan keragaman khazanah tasawuf Nusantara.

Dalam dunia tasawuf, peran perempuan dan praktek kerohaniannya jarang di perbincangkan. Hal ini dikarenakan adanya anggapan bahwa tasawuf merupakan dunianya para laki- laki. 

Di mana hal ini bisa kita lihat dari riwayat-riwayat yang sampai baik tulisan maupun lisan nyaris tidak ada satupun karya sufisme yang dapat di katakan sebagai warisan dari sufi perempuan yang ada hanyalah kisah-kisah kesalehan dan kearifan yang dibuat oleh para lelaki soleh. 

Meskipun demikian kita dapat melihat bahwa perempuan juga memiliki peranan yang sangat penting dalam perkembangan tasawuf. Kemunculan sufi perempuan, menurut Al-Sulami dimulai sejak abad pertengahan. Di mana pada saat itu mereka sebagai Sufi berperan melayani saudara laki-laki, belajar bareng kemudian mendukung secara finansial dan bahkan ada yang melebihi kaum laki-laki dalam ilmu pengetahuan dan juga praktek sufisme. 

Kemudian di akhir abad pertengahan perempuan mulai lebih leluasa berkumpul dan belajar mistik serta kehidupan beragama seperti kaum laki – laki.  Hingga di mesir tercatat ada Syekhah (perempuan syekh) yang memimpin jamaahnya setiap acara keagamaan. 

Di Afrika juga ada Rahmaniyah yang memiliki anggota sekitar tiga belas ribu, dan beberapa anggota tarekat Tijaniah dan Khalwatiah yang semakin berkembang. Di dunia internasional juga ada yang dinamakan dengan Sufi Woman Organization yang berpusat di Amerika Serikat dan didirikan oleh Seyedah Nahid Angha.

Dalam bidang tasawuf, dari berbagai literatur yang ada di ketahui bahwa perempuan memainkan peran penting dalam sejarah pemikiran dan mistisme, namun dari sejumlah nama, terdapat hanya satu tokoh yang di anggap sejajar dengan guru sufi laki-laki yaitu Rabiah al-Adawiyah (95 H/ 717 M). Guru tasawuf yang terkenal dengan gagasan spritualnya Hubb Al Illahi.

Dalam perjalanan sejarah Islam di Indonesia, peranan tasawuf tidak bisa di pisahkan begitu saja karena lewat para sufilah islamisasi di Indonesia dilakukan. 

Meskipun di Indonesia sendiri menurut Ayzumadi Azra tidak banyak dijumpai tokoh perempuan yang mengisi sejarah sosial intelektual-religi, khususnya di bidang tasawuf. Faktor utama yang menjadikan itu adalah langkanya sumber – sumber tertulis. Namun kehadiran beberapa tokoh perempuan di bidang tasawuf spesifiknya di bidang tarekat dapat kita jumpai dari beberapa literatur yang dibuat para ahli. 

Menurut Martin Van Bruinesen sesungguhnya peran perempuan tak bisa di pisahkan dari Thariqoh baik sebagai pengikut maupun sebagai pemimpin dalam Thariqoh. Dalam bukunya ia mengatakan ada beberapa nama sufi-sufi perempuan di Indonesia.

Tokoh Perempuan Tarekat di Madura

Dalam bukunya Martin Van Bruinesen menyebutkan satu tokoh sufi-sufi perempuan di Indonesia yang menjadi mursyid dalam Tarekat Nahsyabandiyah Madura. Beberapa Mursyid yang tidak hanya bertindak sebagai asisten para suami mereka yang lebih dominan, akan tetapi benar-benar mandiri. Diantara mursyidah itu adalah Nyai Thobibah yang menerima ijazah penuh dari Kyai Ali Wafa dan Syarifah Fatimah di Sumenep. 

Para mursyidah ini memiliki pengikut yang banyak dan tidak hanya berada di wilayah Madura saja akan tetapi sampai ke malang bahkan ke Kalimantan Barat. Sedangkan Syarifah Fatimah adalah putri Habib Muhammad. Ia di baiat masuk tarekat oleh Kyai Sirajudin dan menerima Ijazah dari Kyai Syamsudin Umbul. 

Mursyidah lainnya yaitu Syarifah Nor dari Gondanglogi atau populer dengan nama Pahnong. Ia adalah pemimpin Tarekat Tijaniah di Madura. 

Itulah ketiga tokoh Tarekat perempuan di daerah madura yang terdiri dari Tarekat Tijaniah dan Tarekat Nahsyabandiyah Madura. Adapun Martin Van Bruinesen memberikan catatan bahwa di Madura menunjukan toleransi orang-orang yang lebih besar terhadap pemimpin perempuan, meskipun kepemimpinannya terbatas di kalangan sendiri. 

Adapun ajaran yang di sebarkan oleh para tokoh perempuan ini mengacu pada sistem latihan meditasi maupun amalan seperti muraqabah, zikir, wirid dan sebagainya. 

Tokoh Perempuan Tarekat di Jawa Barat 

Ada dua tokoh perempuan Sufi di Jawa barat yang namanya populer di jawa barat, yaitu Hj Raden Atikah Qurtubi dari Garut, ia bukanlah seorang mursyidah namun ia sangat di kenal dengan kesufiannya. 

Hj Atikah lahir di Bandung dari pasangan KH Raden Qurtubi dan Hj Raden Siti Fatimah dan ia juga merupakan istri dari KH Anwar Musadad. Ia belajar pada KH Raden Jamhur Qurtubi di andir Bayongbong dan di pesantren  Al falah biru Tarogong yang dikelola KH Badruzaman yang merupakan mursyid dan penyebar tarekat Tijaniah. Hj Atikah sejak kecil sudah di kenalkan dengan pengetahuan dan juga pengalaman yang dilaksanakan para Sufi seperti amalan shalawat, khairat dan Al-Qur’an.

Hj Atikah adalah tokoh perempuan tarekat yang senantiasa sadar terhadap orientasi hidup bermakna, transenden, dan ber akhlak mulia. Meskipun ia tidak secara resmi menganut Tarekat Tijaniah namun kegiatan dan dakwahnya senantiasa mengacu pada Nilai, moral dan etika Tarekat Tijaniah. 

Tokoh kedua yang muncul dalam tarekat Tijaniah adalah Hj Chamnah. Ia memiliki peranan yang sangat penting dalam perkembangan dunia tasawuf itu sendiri. 

Menurut Afandi Muhtar yang meneliti ketokohan Ny Hj Chamnah tokoh yang satu ini memang tak sepopuler dengan Rabiah Al-Adawiyah dan juga tokoh perempuan kontemporer Indonesia yang banyak liputan dan dikaji lebih luas.  Ny Chamnah lebih merupakan tokoh lokal yang berkecimpung dalam masyarakat pedesaan. 

Ketokohannya hanya bersipat lokal di wilayah tarekatnya dan mempunyai peranan dalam perkembangan Tarekat Tijaniah kuningan dimana ia berperan sebagai muqadamah yang membimbing spiritual para pengikutnya. 

Itulah para tokoh perempuan yang memiliki kedudukan dan  juga peranan dalam dunia tasawuf di tanah air, sebetulnya tidak hanya itu masih banyak lagi seperti di Tarekat Tijaniah bangka. Peran perempuan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan tarekat ini meskipun mereka tidak menjadi muqadamah tetapi mereka sering menjadi wakil. 

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...