Beranda Tokoh Sulaiman Al-Qanuni, Sultan Utsmaniyah yang Lahir di Eropa

Sulaiman Al-Qanuni, Sultan Utsmaniyah yang Lahir di Eropa

Harakah.idAdalah Qanuni Sultan Sulaiman atau Sulaiman I atau terkenal dengan nama Sulaiman Al-Qanuni. Ia salah satu Khalifah Dinasti Utsmaniyyah yang ke-10 berkuasa selama 46 tahun dari tahun 1520-1566 M. Sulaiman Al-Qanuni lahir di Szigetvar, Hongaria tanggal 6 November 1494.

Adalah Qanuni Sultan Sulaiman atau Sulaiman I atau terkenal dengan nama Sulaiman Al-Qanuni. Ia salah satu Khalifah Dinasti Utsmaniyyah yang ke-10 berkuasa selama 46 tahun dari tahun 1520-1566 M. Sulaiman Al-Qanuni lahir di Szigetvar, Hongaria tanggal 6 November 1494. Ayahnya bernama Sultan Salim 1 yang menjabat Amir di daerah Trabzon dan ibu bernama Hafsa Hatun.

Semenjak usia 7 tahun Ia dididik berbagai ilmu pengetahuan mulai sains, sastra, teologi, taktik hingga Sekolah Istana Topkapi di kota Konstantinopel. Ilmu yang diperoleh dari Sekolah Militer Topkapi membuatnya menjadi memimpin yang tegas dan bijaksana. Hal ini terlihat saat Ia berusia 17 tahun Ia sudah ditunjuk sebagai Gubernur Kaffah dan gubernur Sarukhan.

Diwarnai Pemberontakan dan Peperangan

Pasca meninggalnya  ayahnya Sultan Salim I, Ia naik tahta menjadi sultan Utsmaniyah ke 10 saat berusia 26 tahun. Ia langsung memegang berbagai urusan negara. Di awal pemerintahan tidak sedikit rintangan berat dihadapi yakni: pemberontakkan.

Ada sejumlah pemberontakan yang menguras energinya seperti dilakukan oleh gubernur Syam  Jan Bardi Al-Ghazali. Gubernur ini ingin menguasai Allepo, Suriah, namun pemberontakannya tersebut mengalami kegagalan.

Pemberontakan kedua dilakukan oleh Ahmad Syah, sang pengkhianat dari Mesir, yang ingin memegang pimpinan. Selanjutnya pemberontak ketiga, Syiah Rafidhah dipimpin Bab Dzunnun 1526 M di wilayah Yuzaghad. Ia mengumpulkan 4.000 pemberontak dan mewajibkan pajak atas wilayah yang dikuasainya.

Pemberontakan keempat, yaitu: seorang Syiah bernama Qulandar Jalabi di daerah Konya, dan Khramanmaras. Qulandar Jalabi mengerahkan 30.000 pengikutnya untuk mengadakan revolusi, menggulingkan kerajaan.

Di Asia, Sultan Sulaiman menghadapi peperangan besar dengan negara Syiah, Kerajaan Shafawi dimulai 1534 M dan Tabriz Tahun 1548 M  menjadi bagian Utsmani.

Kampanye Perluasan Wilayah

Tidak hanya terjadi pemberontakan,pada pemerintah Sulaiman  terus melakukan inovasi dalam membangun Utsmani, di antaranya apa yang disebut dengan program kampanye wilayah.

 Kampanye wilayah diduga kuat terpengaruh dari pemikiran Alexander Agung, hingga mendorongnya untuk melakukan kampanye militer diwilayah Asia, Afrika hingga Eropa.

Kampanye wilayah adalah: salah satu cara Sulaiman Al-Qonuni memperluas wilayah kekuasaan melalui serangkaian penaklukkan di beberapa wilayah negara.

Sejumlah negara tersebut meliputi: Belgrade, Serbia, Laut Merah, Wina, Hongaria dengan armada perang nan tangguh. Tahun 1546 M  wilayah Portugal, daerah Yaman, Oman, Ahsa dan Qatar dapat ditaklukan dan menjadi provinsi-provinsi Daulah Utsmani. Bahkan, wilayah Afrika, Libia, sebagian besar Tunisia, Eritria, Somalia juga jadi bagian wilayah Utsmania dimasa pemerintahan Sultan Sulaiman Al-Qonuni. Tahun 1521 M., Utsmania berhasil menguasai wilayah Belgrade atau ibukota Rusia.Tahun 1529 M., pasukan Utsmani mengepung Viena atau ibukota Austria sekarang. Walaupun tidak berhasil menguasainya 

Pembangunan Maritim Utsmani

Wilayah kekuasaan kerajaan Utsmani yang tambah luas sampai daratan Eropa dan Spanyol, tidak lepas dari peran besar dari angkatan laut dimiliki kerajaan ini. Panglima angkatan laut yang terkenal Khouruddin Barbarosa yang disebut sebagai bajak laut oleh bangsa Barat.

Panglima Khoiruddin Barbarosa memiliki kontribusi banyak dalam membantu Sultan Sulaiman menghadapi orang-orang Spanyol, menyelamatkan ribuan Muslim dari kekejaman Kristen Eropa.Tahun 1529 M.,kapal-kapal laut Utsmani diberangkatkan menuju Spanyol mengangkut sekitar 7000  muslim.

Sebanyak 7000 muslim Spanyol tersebut disinyalir diburu oleh pemerintah Kristen Spanyol untuk dibunuh, dipaksa memeluk Kristen, atau dijadikan budak.Tidak hanya itu, Sultan mempercayakan Khoiruddin Barbarosa dalam menghadapi serangan orang-orang Spanyol di Laut Mediterania. Spanyol mengalami kekalahan dan kerugian dalam pertempuran tersebut.

Undang-undang Sultan Sulaiman

Pasca diangkat sebagai khalifah Utsmani, Ia melakukan rangkaian strategi dari pembangunan kekuatan  maritim hingga  program kampanye wilayah. Selain itu, Sulaiman melakukan gebrakan baru melalui reformasi undang-undang yang dinamakan Qanun Namuhu Sultan Sulaiman atau Undang-undang Sultan Sulaiman.

Qanun Namuhu Sultan Sulaiman ini diciptakan oleh Sultan, setelah berdiskusi panjang bersama Syekh Abu As-Suud Effendi. Ia merancang agar tata perundangan yang diciptakan tidak melenceng dari garis-garis dari syariat Islam. Undang-undang yang Ia susun tersebut diterapkan hingga abad ke-13 H atau abad ke-19 M. 

Menariknya Undang-undang ini banyak memperhatikan berkaitan denda atau hukuman juga menyorot perpajakkan. Undang-undang yang diciptakan Sulaiman inilah menghantarkan Utsmaniyah mencapai puncak kejayaan di berbagai bidang kehidupan.

Sulaiman disebut-sebut  memainkan peran penting dalam melindungi orang Yahudi di Kekaisairannya. Hal ini membuat Sulaiman dijuluki Sulaiman Al-Qunani atau pembela hukum sebagaimana dikatakan sejarawan Lord, bahwa Sulaiman adalah legislator yang ulung Tidak salah kemudian kalau orang-orang Eropa menyebut Sultan The Magnificent . 

Bangun Dan Kembangkan Kesenian Kesenian

Berhasil membangun kekuatan politik, militer dan ekonomi tidak membuatnya puas. Ia terus inovasi membangun negeri salah satunya bidang kebudayaan. Ia  boleh dikatakan sukses membina kebudayaan. Selama 46 tahun berkuasa, Ia disegani para penguasa di daratan  Eropa. Kehebatannya membangun beragam proyek arsitektur dan kebudayaan.

Sejumlah deretan bangunan arsitektur megah menghiasi kota Istanbul dari mulai jembatan, masjid, istana hingga universitas. Dari sinilah akhirnya Sulaiman menciptakan Istanbul sebagai pusat peradapan Islam di abad ke-16.

Saat berkuasa, Ia merenovasi Kubah Batu di Yerusalem, Ka’bah di Mekah, dan membangun sebuah kompleks di Damaskus. Deretan arsitektur megah yang dibangun pada saat itu, dikendalikan oleh arsitek brilian yaitu: Mimar Sinan.

Bidang seni budaya juga memperoleh perhatian dimasa Sulaiman Al-Qunani, salah satunya bernama komunitas Ehi I Hiref. Ehi I Hiref sebuah komunitas seniman dan pengrajin terdiri lebih dari 600 anggota dalam 40 kelompok.

Dari 40 kelompok tersebut sehingga tercipta campuran budaya Islam, Turki dan Eropa antara lain berprofesi sebagai pelukis, penjilid buku, pejahit pakaian dari bulu, hingga pengrajin perhiasan. Sementara Sang sultan Sulaiman sendiri adalah seorang penyair handal. Ia berhasil menulis karya syair dalam bahasa Persia serta Turki dengan nama samaran Muhibbi.

Penyebar Islam di Daratan Eropa

Sulaiman disebut berjasa besar dalam penyebaran Islam di daratan Eropa, benua Afrika dan Teluk Persia. Tidak hanya mampu menyebarkan Islam di kawasan Eropa, Ia mampu menciptakan toleransi antar umat beragama di kawasan tersebut.

Tak heran di era kekuasaannya umat Islam serta Kristen dapat hidup dengan aman dan damai. Sulaiman tutup usia pada usia 71 tahun saat berada  Szgetvar, Hongaria tanggal 5 Juni 1566 M dan dimakamkan di masjid Agung Sulaiman kota Istanbul,Turki.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...