Beranda Tokoh Syaikh Ahmad Tijani: Pendiri Thariqat Tijani yang dengan Sadar Bertemu Nabi

Syaikh Ahmad Tijani: Pendiri Thariqat Tijani yang dengan Sadar Bertemu Nabi

Harakah.idSyaikh Ahmad Tijani, pendiri thariqat Tijani merupakan ulama besar asal Maroko. Ia keturunan Ahlul Bait. Inilah Syekh Ahmad Tijani, pendiri thariqat Tijani yang dengan sadar bertemu Nabi.

Thariqat Tijani merupakan satu di antara beberapa thariqat di Indonesia yang masuk dalam kategori thariqat mu’tabarah (thariqat yang sanadnya muttashil) yang didirikan oleh Syaikh Ahmad Tijani. Beliau adalah keturunan Nabi Muhammad dari jalur Sayyid Hasan.

Urutan nasabnya adalah Ahmad bin Muhammad bin Mukhtar bin Ahmad bin Muhammad bin Salim bin al-‘Id bin Salim bin Ahmad bin Ahmad bin ‘Ali bin Abdullah bin Abbas bin Abd al-Jabbar bin Idris bin Ishaq bin Ali Zain al-Abidin bin Ahmad bin Muhammad bin Abdullah bin Hasan al-Mutsanna bin Hasan al-Sibthy bin Ali bin Abi Thalib yang merupakan suami dari Siti Fathimah binti Nabi Muhammad SAW (dari Kitab Jawahir al-Ma’any karya Syaikh Ali Harazim). 

Di dalam buku biografi beliau yang berjudul al-Faidh al-Rabbany, Syaikh Tijani lahir di desa Ain Madhi (nama desa di Maroko) pada tahun 1150 H. Beliau belajar Al-Quran pada Syaikh Muhammad bin Hamawy dan berhasil menghapalnya sejak umur 7 tahun. Selanjutnya beliau habiskan untuk belajar ilmu-ilmu ushul, ilmu-ilmu furu’, dan ilmu-ilmu adab. Di umur yang sangat muda, beliau sudah mampu menjawab berbagai pertanyaan dari banyak disiplin ilmu. Di tahun 1166 H, Ayah dan Ibu beliau wafat karena terserang wabah Tha’un. Di umur 21 tahun, beliau memutuskan melanjutkan pencarian ilmu di daerah Fas.

Di Fas, beliau berguru pada Syaikh Alwani, Syaikh Ahmad as-Shaqaly, dan Syaikh Muhammad al-Wanjaly yang berkata pada beliau, “Kau akan sampai pada derajat Syaikh Abu Hasan as-Syadily (Pendiri Tharikat Syadziliyah)”. Ulama’ besar lain yang ditemui adalah Syaikh Abdullah bin al-‘Araby yang di akhir pertemuan berkata pada beliau, “Allah akan menuntun tanganmu” sebanyak 3x. Selanjutnya, beliau bertemu dengan Syaikh Ahmad at-Thawwas yang mengajarkan tentang khalwah, dzikir, dan sikap sabar hingga Allah memberikan keterbukaan hati (futuh). Di tahun 1181 H, beliau bertandang ke kota Tilmisan dan tahun 1186 H beliau menunaikan ibadah haji. 

Satu di antara hal yang paling menakjubkan dari Syaikh Ahmad Tijani adalah anugerah berjumpa dengan Rasulullah dalam keadaan sadar (yaqdhah) di usia 46 tahun pada tahun 1196 H. Oleh sebab itu, sanad thariqat tijani adalah sanad barzakhy. Hal ini disebabkan oleh Syaikh Ahmad Tijani mendapatkan amalan wirid langsung dari Nabi Muhammad secara sadar. Beliau wafat pada di Fas, Maroko pada tahun 1230 H. 

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...