fbpx
Beranda Tokoh Syaikh Ahmad Tijani: Pendiri Thariqat Tijani yang dengan Sadar Bertemu Nabi

Syaikh Ahmad Tijani: Pendiri Thariqat Tijani yang dengan Sadar Bertemu Nabi

Harakah.idSyaikh Ahmad Tijani, pendiri thariqat Tijani merupakan ulama besar asal Maroko. Ia keturunan Ahlul Bait. Inilah Syekh Ahmad Tijani, pendiri thariqat Tijani yang dengan sadar bertemu Nabi.

Thariqat Tijani merupakan satu di antara beberapa thariqat di Indonesia yang masuk dalam kategori thariqat mu’tabarah (thariqat yang sanadnya muttashil) yang didirikan oleh Syaikh Ahmad Tijani. Beliau adalah keturunan Nabi Muhammad dari jalur Sayyid Hasan.

Urutan nasabnya adalah Ahmad bin Muhammad bin Mukhtar bin Ahmad bin Muhammad bin Salim bin al-‘Id bin Salim bin Ahmad bin Ahmad bin ‘Ali bin Abdullah bin Abbas bin Abd al-Jabbar bin Idris bin Ishaq bin Ali Zain al-Abidin bin Ahmad bin Muhammad bin Abdullah bin Hasan al-Mutsanna bin Hasan al-Sibthy bin Ali bin Abi Thalib yang merupakan suami dari Siti Fathimah binti Nabi Muhammad SAW (dari Kitab Jawahir al-Ma’any karya Syaikh Ali Harazim). 

Di dalam buku biografi beliau yang berjudul al-Faidh al-Rabbany, Syaikh Tijani lahir di desa Ain Madhi (nama desa di Maroko) pada tahun 1150 H. Beliau belajar Al-Quran pada Syaikh Muhammad bin Hamawy dan berhasil menghapalnya sejak umur 7 tahun. Selanjutnya beliau habiskan untuk belajar ilmu-ilmu ushul, ilmu-ilmu furu’, dan ilmu-ilmu adab. Di umur yang sangat muda, beliau sudah mampu menjawab berbagai pertanyaan dari banyak disiplin ilmu. Di tahun 1166 H, Ayah dan Ibu beliau wafat karena terserang wabah Tha’un. Di umur 21 tahun, beliau memutuskan melanjutkan pencarian ilmu di daerah Fas.

Di Fas, beliau berguru pada Syaikh Alwani, Syaikh Ahmad as-Shaqaly, dan Syaikh Muhammad al-Wanjaly yang berkata pada beliau, “Kau akan sampai pada derajat Syaikh Abu Hasan as-Syadily (Pendiri Tharikat Syadziliyah)”. Ulama’ besar lain yang ditemui adalah Syaikh Abdullah bin al-‘Araby yang di akhir pertemuan berkata pada beliau, “Allah akan menuntun tanganmu” sebanyak 3x. Selanjutnya, beliau bertemu dengan Syaikh Ahmad at-Thawwas yang mengajarkan tentang khalwah, dzikir, dan sikap sabar hingga Allah memberikan keterbukaan hati (futuh). Di tahun 1181 H, beliau bertandang ke kota Tilmisan dan tahun 1186 H beliau menunaikan ibadah haji. 

nucare-qurban

Satu di antara hal yang paling menakjubkan dari Syaikh Ahmad Tijani adalah anugerah berjumpa dengan Rasulullah dalam keadaan sadar (yaqdhah) di usia 46 tahun pada tahun 1196 H. Oleh sebab itu, sanad thariqat tijani adalah sanad barzakhy. Hal ini disebabkan oleh Syaikh Ahmad Tijani mendapatkan amalan wirid langsung dari Nabi Muhammad secara sadar. Beliau wafat pada di Fas, Maroko pada tahun 1230 H. 

REKOMENDASI

Saking Beratnya Dosa Korupsi, Sampai-Sampai Rasulullah Enggan Menyalati Jenazah Koruptor

Harakah.id - Rasulullah enggan menyalati jenazah koruptor. Ini Fakta. Bukan berarti jenazah koruptor tidak boleh disalati, tapi hal itu menunjukkan kalau...

Menilik Kembali Misi “Revolusi Ahlak” yang Diusung Habib Rizieq Shihab

Harakah.id - Revolusi ahlak adalah satu adagium yang baru-baru ini diperkenalkan dan sepertinya akan menjadi arah baru perjuangan HRS, FPI dan...

Harlah, Natal dan Maulid

Harakah.id – “Harlah, Natal dan Maulid” adalah artikel yang ditulis Gus Dur pada tahun 2003. Meski sudah berusia 17 tahun, namun...

Tidak Seperti Manusia Pada Umumnya, Benarkah Rasulullah Tidak Dilahirkan Dari Lubang Kemaluan? Begini Penjelasannya

Harakah.id – Rasulullah tidak dilahirkan dari lubang kemaluan. Ada keyakinan di kalangan para ulama, bahwa baik Nabi Muhammad maupun Nabi-Nabi yang...

TERPOPULER

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Alasan Sebagian Ulama Mengapa Tak Mau Baca Surat Al-Masad dalam Shalat

Harakah.id - Ada sebagian ulama yang tak mau baca surat Al-Masad dalam shalat. Alasan mereka tak mau baca surat Al-Masad adalah...