fbpx
Beranda Tokoh Syeikh Abdul Hamid, Ulama Kuala Tungkal-Jambi yang Mengajar di Madrasah Saulatiyah Mekah

Syeikh Abdul Hamid, Ulama Kuala Tungkal-Jambi yang Mengajar di Madrasah Saulatiyah Mekah

Harakah.id – Berkat ketekunan, kecerdasan dan kompetensinya, Syeikh Abdul Hamid  al-Jambi ditunjuk sebagai pengajar di Madrasah Saulatiyah; Madrasah tempat Hadratussyeikh Hasyim Asy’ari dan Kiai Ahmad Dahlan ditempa selama di Mekkah.

Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Amin Al-Banjari atau yang lebih dikenal dengan nama Syekh Abdul Hamid Tungkal lahir pada tahun 1348 H/1929 M di Kuala Tungkal, Tanjung Jabung Barat Jambi. Setelah mendapat pendidikan dari orang tua dan madrasah di lingkungan tempat tinggalnya, pada tahun 1363 H sang ayah menyuruh Abdul Hamid muda untuk berangkat dan menuntut ilmu di Mekkah.

Beliau belajar di Madrasah Saulatiyah, sebuah madrasah yang didirikan oleh imigran India, Syekh Rahmatullah Ibnu Khalil al-Hindi al-Dahlawi pada tahun 1292 H. Madrasah ini telah mencetak ulama-ulama besar Nusantara, di antaranya Hadratussyekh Hasyim Asy’ari, KH. Ahmad Dahlan dan ulama-ulama lainnya.

Pada tahun 1364 H beliau menyelesaikan studinya. Setelah lulus dari madrasah tersebut, beliau ditunjuk oleh Syekh Muhammad Sulaiman untuk mengajar di Madrasah Saulatiyah. Prestasi, kompetensi dan ketekunan beliau selama belajar mungkin alasan yang membuat beliau dipilih menjadi tenaga pengajar di Saulatiyah. Di tahun yang sama, Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Amin Al-Banjari menikahi Asma’ binti Ahmad Syerozi Baweyan.

Seperti masih haus ilmu, selain mengajar di madrasah tersebut beliau juga meneruskan pendidikannya di salah satu sekolah di Saudi hingga mendapatkan ijazah pada tahun 1374 H. Beliau lalu melanjutkan studi lagi di satu universitas di Mekah selama 4 tahun hingga mendapat ijazah pada tahun 1378 H.

Tahun 1382 H beliau pindah ke Thaif dan mengajar di sana. Beliau kembali lagi ke Mekah pada tahun 1385 H dan mengajar di Madrasah Abdullah bin Zubair. Setelah itu beliau menjadi guru di Madrasah Tarbiyah Islamiyah Ja’far bin Abi Thalib pada tahun 1395H.

Pada 19 September 1979 M beliau ditunjuk oleh pemuka Arab Saudi untuk mengajar Bahasa Arab di salah satu Sekolah di Klang Selangor, Malaysia sampai tahun 1983 M. setelah itu beliau kembali ke Mekah dan mengajar di Madrasah Malik Abdul Aziz hingga pensiun pada tahun 1404 H.

Selain mengajar, Syeikh Abdul Hamid dikenal aktif menulis karya. Karya-Karya Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Amin Al-Banjari:

1. Petunjuk yang Indah

2. Tabshiroh. Tentang haji dan umroh

3. Jadwal Baru dalam Pelajaran Bahasa Arab

4. Bulughul Murad fi Majmu’il Awrad

5. Al-Anwar al-Bahiyyah fi Bayani Firqotun Najiyah fil Aqidah

6. Muhibah Dzil Ihsan

7. Tadzkiratun Nafi’ah fil Qodhoya al-Mu’asharah

8. Hasyiyah Fathul Muli Ala’il ala Syarah Mahalli wa Hasyitain Umairoh wa Qalyubi

9. Dan kitab-kitab lainnya

Pada tanggal 18 Januari 1990 M. Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Amin Al-Banjari menghembuskan napas terakhir di rumah kediamannya di Mekah dan dimakamkan di Ma’la.

REKOMENDASI

Mertuaku Adalah Bapak Tiriku, Tentang Hukum Pernikahan Besan dan Sebab Mahram Musaharah

Harakah.id - Penyebab lain dari munculnya hubungan mahram adalah akad pernikahan antara suami dan istri. Pernikahan ini membuat masing-masing kedua mempelai...

Syarat Jadi Wali Itu Harus Berilmu, Rekaman Dialog Quraish Shihab Ft. Gus Baha’

Harakah.id - Dalam sebuah talkshow yang dipandu Najwa Shihab, Gus Baha dan Quraish Shibab terlibat dalam dialog yang seru. Salah satu...

Takbiran Setiap Selesai Shalat Fardhu Sampai Penghujung Hari Tasyrik, Bagaimana Hukumnya?

Harakah.id - Mulai sejak Hari Arafah, Kaum Muslimin punya kebiasaan takbiran setiap selesai Shalat Fardhu. Takbiran ini dilakukan sampai selesai Hari...

Download Khutbah Ringkas Idul Adha 2020

Mampu Sholat, Tapi Belum Tentu Mampu Berqurban Allâhu akbar Allahu akbar Allahu akbar la ilaha illallâhu wallâhu akbar, Allâhu akbar wa lillahil hamd... Allahu akbar kabîra wal hamdu lillahi katsîra wa subhanallahi...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Ada Orang yang Berkurban Tapi Belum Akikah, Bolehkah dalam Islam?

Harakah.id – Berkurban sangat dianjurkan ditunaikan oleh setiap Muslim. Tak berbeda, akikah juga diwajibkan kepada setiap anak yang lahir. Lalu bagaimana...

Jarang Disampaikan, Ternyata Inilah Keutamaan Beristri Satu dalam Islam

Harakah.id - Sunnah hukumnya bagi laki-laki untuk mencukupkan satu istri saja, sekalipun pada dasarnya ia diperbolehkan untuk menambahnya lagi.

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Hari ini kita banyak mendengar kata ijtihad. Bahkan dalam banyak kasus, ijtihad dengan mudah dilakukan oleh banyak orang, yang...