Beranda Tokoh Syeikh Ahmad Faqir Al-Kerinci; Ulama Jambi dengan Sanad Zikir yang Bersambung Sampai...

Syeikh Ahmad Faqir Al-Kerinci; Ulama Jambi dengan Sanad Zikir yang Bersambung Sampai Rasulullah

Harakah.idTuan Guru Ahmad Faqir al-Kerinci adalah sosok ulama sufi yang aktif mengajar, mengabdi sekaligus mengarang karya sampai akhir hayat.

Tuan Guru Haji Ahmad Faqir Al-Kerinci beliau lahir di Perak, Malaysia pada 6 Juni 1902M. Ada pula yang mengatakan Tuan Guru Haji Ahmad Faqir Al-Kerinci lahir di Koto Tuo, Pulau Tengah Kerinci. Nama lengkapnya adalah Haji Ahmad bin Haji Bagindo Sutan.

Pendidikan dasarnya ditempuh di tanah kelahiranya. Beliau berguru kepada Tuan Guru Haji Ismail pada tahun 1901-1906 M di Kampung Pulau Tengah, Kerinci.. Beliau adalah seorang ulama sekaligus pemimpin perang melawan pejajah Belanda.

Pada tahun 1924 M Tuan Guru Haji Ahmad Faqir Al-Kerinci menuntut ilmu di Malaysia selama dua tahun. Pada tahun 1926 M beliau melanjutkan pendidikannya di Mekah selama lebih kurang sepuluh tahun.

Tahun 1936 M Tuan Guru Haji Ahmad Faqir kembali ke Kerinci dan mengajar di sebuah surau hingga surau. Surau tersebut dikenal dengan sebutan “Surau Haji Ahmad Faqir”. Pada tahun 1940 M beliau hijrah ke Terengganu Malaysia. Beliau mengajar di sana dan kembali lagi ke Kerinci di tahun 1944 M.

Tuan Guru Haji Ahmad Faqir adalah ulama yang sangat berhati-hati dan ketat dalam persoalan ibadah. Suatu ketika Tuan Guru Haji Ahmad Faqir Al-Kerinci pernah ditanya tentang rakaat salat tarawih. Beliau pun menjawab, “sebagaimana yang telah saya pelajari di Masjidil Haram Mekah, salat tarawih 20 rakaat dan 23 rakaat dengan witir. Ini yang aku dapat dan aku pelajari, dan ini pula yang aku ajarkan. Jika saudara ingin merubah cara yang aku ajarkan, maka tunggulah kematianku!”

Di antara guru-guru Tuan Guru Haji Ahmad Faqir Al-Kerinci di Mekah adalah Syekh Ahmad Al-Fathani, Syekh Muhammad Mukhtar Atharid Al-Bughuri (Bogor) dan ulama besar Nusantara lainnya.

Kepada Syeikh Mukhtar Bogor, Tuan Guru Haji Ahmad Faqir Al-Kerinci mendapat ijazah zikir “La Ilaha Illa-Allah”. Sanadnya bersambung sampai Rasulullah. Beliau adalah generasi ke 36 dari rantai silsilah sanad zikir yang beliau dapatkan dari Syeikh Mukhtar Atharid al-Bughuri.

Banyak kitab yang beliau pelajari sewaktu belajar di Mekah. Beberapa di antaranya adalah Matan Sanusi, Kifayatul Awam, al-Dasuqi, Ghayatut Ta`rif, al-Bayjuri, Minhajut Talibin, al-Mahalli, Bidayatul Mujtahidin, Syarḥ Minhajul Abidin, Tazkiyyatul Qulub, Maw`idzatul Mu’minin, al-Hikam, Tafsir al-Jalalayn, Tafsir al-Khazin dan kitab-kitab babon lainnya di masing-masing bidang keilmuan.

Konon sebagian kitab-kitab tersebuat hingga kini masih ada. Bahkan juga terdapat pula buku catatan beliau belajar tasawuf dan hadis sewaktu di Mekah.

Selain itu Tuan Guru Haji Ahmad Faqir Al-Kerinci mempunyai sebuah karangan kitab. Beliau menulis Khutbah Hari Raya Aidil Adha, sebuah kitab yang masih berbentuk manuskrip. Beliau juga menulis Kitab al-`Aqidah al-Wajizah Fi Kalimatit Tauhid Wa Kalimatir Rasul `Ala Madzhab Ahlis Sunnah Wal Jamaah dan karangan lainnya.

Selama hidupnya beliau aktif mengajar, berdakwah dan menulis karya hingga wafat pada tahun 1975 M di Pulau Tengah Kerinci. Beliau di makamkan di sebelah makam istrinya, yaitu Hj. Siti Maryam.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...