Beranda Sejarah Syeikh Burhanuddin Ulakan, Keturunan Penganut Budha yang Jadi Ulama Besar dan Tokoh...

Syeikh Burhanuddin Ulakan, Keturunan Penganut Budha yang Jadi Ulama Besar dan Tokoh Syattariyah di Minangkabau

Harakah.idSyeikh Burhanuddin Ulakan merupakan salah seorang ulama besar di Minangkabau. Lahir dari orang tua yang menganut Budha, tidak ada yang menyangka Syeikh Burhanuddin akan jadi ulama besar di Minangkabau.

Syeikh Burhanuddin Ulakan adalah orang Minangkabau asli. Seorang pengembang agama Islam yang utama di Sumatera bagian tengah dan paling besar pengaruhnya di kalangan rakyat terutama para pengikut Syattariyah. Beliau lahir pada 1646 M dan wafat pada 1693 M. Syekh Burhanuddin dilahirkan di Ulakan Pariaman, sebuah desa dekat Padang Panjang. Nama kecilnya adalah Pono, ayahnya bernama Pampak dari suku Koto dan ibunya bernama Cukuik dari suku Guci. Karena susunan kekerabatan Minangkabau berdasarkan ibu, Pono termasuk suku Guci. Di waktu kecilnya beliau belum mengenal seluk beluk keislaman, karena ayahnya sendiri adalah seorang penganut agama Budha.

Baca Juga: Syeikh Abdul Muhyi Pamijahan, Guru Tarekat Nusantara yang Mengalahkan Petapa Hitam di Gua Sapar

Sewaktu berdagang di Pekan Batang Bengkawas, Pono dan orang tuanya berkenalan dengan seorang saudagar Gujarat yang juga datang berdagang ke Pekan Batang Bengkawas. Dari perkenalan ini, Pono dan orang tuanya meninggalkan Budha dan masuk Islam. Karena suku dan orang sekampungnya menentang pertukaran agama tersebut, Pono dan orang tuanya pindah ke Sintuk pada 1659 M.

Ketika berumur tujuh tahun, Pono mengikuti orang tuanya merantau ke Sintuk suatu daerah dekat Lubukalung tahun 1659 M dan menetap disana di atas sebidang tanah pemberian seorang ninik mamak setempat yang bergelar Datuk Sati. Dari Sintuk, Pono kemudian ke Tapakis dan bertemu dengan seorang ulama besar agam islam bernama Syekh Yahy al-Din yang populer dengan panggilan sehari-harinya Tuanku Madinah atau Engku Madinah.

Baca Juga: Ketika Sunan Gunung Jati Menengok Lauhul Mahfudz Untuk Mengecek Ramalan Syeikh Siti Jenar; Mengenal Babad Cirebon

Beliau datang dari Madinah untuk berdakwah ke Sumatera. Beliau lalu menganjurkan Pono untuk memperdalam ilmu kepada Syeikh Abdurrauf al-Sinkili di Aceh. Pono belajar pada Syeikh Abdurrauf al-Sinkili selama kurang lebih 30 tahun. Semasa belajar Pono berteman dengan beberapa ulama di antarnya; Datuk Marhum dari Padang Ganting tanah datar, Tarapang dari Kubang, dan lain-lain. Semasa tinggak di pesantren, beliau dikenal sebagai santri yang sangat patuh pada gurunya.

Setelah menimba ilmu dan telah mendapat ijin dari gurunya Syekh Abd al-Rauf, Syeikh Burhanuddin Ulakan pun kembali ke daerahnya dengan ditemani oleh beberapa tenaga muda yang cakap dari Aceh. Dari Minangkabau Syeikh Burhanuddin menuju Ulakan dan mendirikan surau di Tanjung Medan dan dijadikan pusat pengembangan Islam. Syekh Burhanuddin Ulakan berhasil mengkader para calon yang kelak menggantikannya, seperti muridnya Idris Gelar Mojolelo dan Abddul Muhsin. Kepada mereka beliau berpesan, agar dimakamkan di Ulakan bila telah meninggal. Setelah menderita sakit beberapa lama, beliau meninggal pada hari Rabu tanggal 10 Safar 1111 H/1693 M.         

Baca Juga: Syeikh Ahmad Faqir Al-Kerinci; Ulama Jambi dengan Sanad Zikir yang Bersambung Sampai Rasulullah

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...