Syeikh Hamzah Fansuri, Sang Sufi Penyair Yang Melahirkan Banyak Karya

0
987
Syeikh Hamzah Fansuri, Sang Sufi Penyair Yang Melahirkan Banyak Karya

Harakah.idSyeikh Hamzah Fansuri adalah salah satu tokoh, ulama dan sosok pendakwah Islam yang punya banyak kemampuan. Selain dikenal sebagai seorang ulama, Hamzah Fansuri juga dikenal sebagai penyair ulung. Kemampuannya dalam ruang sastra terekam dalam beberapa karya yang ditulisnya.

Syeikh Hamzah Fansuri adalah seorang cendikiawan, ulama tasawwuf, dan budayawan terkemuka yang hidup antara pertengahan abad ke-16 sampai awal abad ke-17. Gelar yang tercantum di belakang nama beliau menunjukkan bahwa ulama sufi ini berasal dari Fansur, sekarang sebuah kota kecil di pantai barat Sumatra anatar kota Sibolga dan Singkel. Dikisahkan beliau hidup dalam masa pemerintahan Sultan Alaidin Riayat Syah IV (1589-1604 M) sampai ke permulaan pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636 M).

Perjalanan pencarian ilmu Syeikh Hamzah Fansuri dimulai dari Aceh sebelum berkelanan ke berbagai tempat di antaranya Banten, bahkan sumber lain menyebutkan beliau pernah mengembara ke tanah Jawa, Semenanjung Tanah Melayu, India, Persia, dan Arab. Syekh Hamzah Al-Fansuri sangat mahir dalm ilmu-ilmu fikih, tasawwuf, falsafah, mantiq, kalam, sejarah, sastra, dan lain-lain.

Di antara karangan Syeikh Hamzah Fansuri berupa syair dan buku antara lain: syair burung pingai, syair dagang, syair pungguk, syair sidang fakir, syair ikan tongkol, syair perahu. Karangan yang berbentuk kitab diantaranya: asfarul ‘arifin fi bayaani ‘ilmi as-suluki wa at-tauhid, syarbul ‘asyiqiin, dan ruba’i hamzah al-fansuri.

Selain itu Syekh Hamzah adalah orang pertama yang memperkenalkan syair puisi empat baris dengan skema sajak akhir a-a-a-a sebagai suatu bentuk pengucapan sastra yang digemari para penulis sampai abad ke-20. Di bidang filsafat Syekh Hamzah Al-Fansuri mempelopori penerapan metode takwil atau hermeneutika keruhaian yang terlihat dalam karyanya Asrar al-Arifin.