fbpx
Beranda Tokoh Syeikh Mutawalli al-Sya'rawi, Sufi Syadzili Pakar Tafsir yang Jenazahnya Diantar Jutaan Kaum...

Syeikh Mutawalli al-Sya’rawi, Sufi Syadzili Pakar Tafsir yang Jenazahnya Diantar Jutaan Kaum Muslimin di Giza

Harakah.idSyeikh Mutawalli al-Sya’rawi dikenal sebagai seorang mufassir, fakih dan seorang sufi sekaligus. Selain dikenal sebagai ulama yang produktif yang melahirkan puluhan karya di berbagai bidang keilmuan, Syeikh Mutawalli juga dikenal sebagai dai yang selalu menyuguhkan Islam ramah dan sejuk kepada umat.

- Advertisement -

Syeikh Mutawalli al-Sya’rawi lahir pada tanggal 16 April 1911 M Desa Daqadus, Distrik Mith Ghamr, Provinsi Daqahlia, Republik Arab Mesir. dididik di bawah asuhan sang ayah yang memang punya ambisi di bidang pendidikan, al-Sya’rawi tumbuh menjadi anak dengan kecerdasan di atas rata-rata.

Baca Juga: Syeikh Burhanuddin Ulakan, Keturunan Penganut Budha yang Jadi Ulama Besar dan Tokoh Syattariyah di Minangkabau

Ia berhasil menghafal Alquran pada usia 11 tahun. Pada tahun 1923, ia lulus pendidikan dasar di madrasah yang berlokasi di Zagaziq lalu melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi di sekolah yang sama. Di tahun 1937, ia resmi terdaftar sebagai mahasiswa al-Azhar; salah satu perguruan Islam tertua di dunia. Ia memilih belajar di fakultas bahasa Arab dan lulus pada tahun 1940 lalu melanjutkan ke jenjang Magister dan lulus serta mendapatkan sertifikat mengajar pada tahun 1943.

Al-Sya’rawi bukanlah tipe mahasiswa yang pulang pergi dari kamar ke kampus. Selain aktif belajar, ia juga aktif dalam dunia pergerakan. Bersama kawan-kawannya, al-Sya’rawi aktif melakukan berbagai macam aksi untuk menolak kolonialisme Inggris. Bahkan, konon katanya, al-Sya’rawi sempat beberapa kali dijadikan sasaran penangkapan oleh kolonial Inggis.

Ia dipercaya menjadi dosen ilmu syariah di Universitas Ummu al- Quro pada 1950 M. Sejak itu karier intelektual dan kontribusinya mulai menampakkan wujud. Berkat dukungannya kepada pemerintahan dan kontribusinya, di masa pemerintahan Anwar Sadat, al-Sya’rawi diangkat menjadi Mantan Menteri Wakaf dan Urusan al-Azhar. Beliau menjabat selama dua tahun, dari tahun 1976 sampai 1978.

Di tahun 1980, al-Sya’rawi juga diangkat menjadi dewan Majelis Syuro Mesir. lagi-lagi berkat kontribusinya di berbagai bidang, tahun 1983 dan 1988, al-Sya’rawi mendapatkan gelar doktor honoris causa pada bidang sastra dari Universitas Manshurah dan Universitas Al-Azhar Daqahlia. Dan banyak lagi penghargaan yang didapatkan oleh al-Sya’rawi selain dua gelar itu.

Baca Juga: Syeikh Abdul Muhyi Pamijahan, Guru Tarekat Nusantara yang Mengalahkan Petapa Hitam di Gua Sapar

Al-Sya’rawi dikenal sebagai seorang fakih Maliki dan seorang sufi. Beliau adalah salah seorang penganut Tarekat al-Syadziliyah. Selain itu, beliau juga dikenal sebagai pakar tafsir dan seorang sastrawan. Puluhan karya yang telah ditulisnya menunjukkan kepakaran al-Sya’rawi di berbagai bidang keilmuan. Al-Sya’rawi juga digelari sebagai Imam Para Da’i karena metode dakwahnya yang sejuk dan universal.

Pengaruh Syekh Sya’rawi ini sangat terlihat saat ia akhirnya wafat pada 17 Juni 1998 di Giza, Mesir. Lebih dari satu juta orang dalam keadaan duka mengantarkan jenazahnya dan memadati jalan-jalan di Kota Kairo.

REKOMENDASI

Muktamar NU 17 di Madiun, Upaya NU Membendung Pergerakan PKI Dan Agenda Pendirian Negara...

Harakah.id – Upaya NU membendung pergerakan PKI sudah jauh dilakukan sebelum pecahnya tragedi pemberontakan Madiun tahun 1948. Dengan melaksanakan Muktamar NU...

Respons Para Kiai Dalam Tragedi Gestapu, Santuni Janda Dan Pesantrenkan Anak Yatim Tokoh-Tokoh PKI

Harakah.id - Respons para kiai dalam tragedi Gestapu sangat jelas. Para Kiai menyatakan bahwa PKI tetap harus dibatasi pergerakannya. Hanya saja,...

Ini Jawaban Apakah Jodoh Itu Takdir Atau Pilihan?

Harakah.id – Jodoh itu takdir atau pilihan? Setiap orang tentu bisa berikhtiar memilih dan menentukan untuk menikah dengan siapa. Tapi dia...

Maqashid Syariah Sebagai Ruh Kerja Ijtihad, Konsep Dasar Maqashid Syariah dan Sejarah Perkembangannya

Harakah.id – Maqashid Syariah sebagai ruh kerja ijtihad memang tidak bisa disangkal. Maqashid Syariah adalah maksud dan tujuan pensyariatan itu sendiri....

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Alasan Sebagian Ulama Mengapa Tak Mau Baca Surat Al-Masad dalam Shalat

Harakah.id - Ada sebagian ulama yang tak mau baca surat Al-Masad dalam shalat. Alasan mereka tak mau baca surat Al-Masad adalah...

Ada Orang yang Berkurban Tapi Belum Akikah, Bolehkah dalam Islam?

Harakah.id – Berkurban sangat dianjurkan ditunaikan oleh setiap Muslim. Tak berbeda, akikah juga diwajibkan kepada setiap anak yang lahir. Lalu bagaimana...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Hari ini kita banyak mendengar kata ijtihad. Bahkan dalam banyak kasus, ijtihad dengan mudah dilakukan oleh banyak orang, yang...