Syeikh Nuruddin Ar-Raniri, Penghulu Ulama Nusantara Dari Serambi Mekkah

0
576
Syeikh Nuruddin Ar-Raniri, Penghulu Ulama Nusantara Dari Serambi Mekkah

Harakah.idSyeikh Nuruddin Ar-Raniri adalah salah satu ulama pionir di Nusantara. Banyaknya karya lintas bidang keilmuan yang lahir dari tangan beliau menunjukkan kalau keilmuannya tak bisa lagi diragukan.

Nur al-Din Muhammad bin Ali bin Hasani al-Hamid al-Syafi’I al-Asy’ari al-Syafi’i al-Aydarusi al-Raniri. Beliau dilahirkan di Ranir, sebuah kota pelabuhan tua di Pantai Gujarat, sekitar pertengahan kedua abad XVI M. Ibunya keturunan Melayu dan ayahnya berasal dari keluarga imigran Hadramaut.

Syeikh Nuruddin Ar-Raniri memulai perjalanan intelektualnya dengan belajar ilmu agama di tanah kelahirannya (Ranir) sebelum berangkat ke Tarim, Hadramaut, Arab Selatan yang ketika itu menjadi pusat studi agama islam. Pada Tahun 1621 M, beliau mengunjungi Makkah dan Madinah untuk beribadah haji dan berziarah ke makam Nabi. Di tanah suci inilah Syekh al-Raniri bertemu banyak ulama dan berguru pada mereka.

Dalam perkembangannya, Syeikh Nuruddin Ar-Raniri juga merupakan seorang Syekh tarekat Rifa’iyyah yang didirikan oleh Ahmad Rifa’i. Beliau belajar ilmu tarekat ini melalui ulama keturunan Arab Hadramaut, Syekh Said Abu Hafs Umar dari Tarim. Setelah beberapa tahun melakukan perjalanan intelektual di Timur Tengah, beliau mulai merantau ke Nusantara dengan memilih Aceh sebagai tempat tinggalnya.

Setelah menetap di Aceh, Syekh Nuruddin al-Raniri dikenal sebagai seorang ulama yang memiliki cakrawala keilmuan yang sangat luas dan memiliki pengaruh besar dalam perkembangan islam di wilayah Nusantara sekaligus tercatat sebagai ulama yang produktif.

Di antara karya-karya Syeikh Nuruddin Ar-Raniri adalah Al-Shirath al-mustaqim, Bustan al-Salathin fi Dzikir al-Awwalin wa al-Akhirin, Asrar al-Insan fi Ma’rifati al-Ruh wa al-Rahman, Aqaid al-Shufiyyat al-Muwahhidin, Latha’if al-Asrar, Jawahir al-Ulum fi Kasyf al-Ma’lum, dan karya-karya lainnya.