Syukur Bisa Diungkapkan Dengan Banyak Cara, Salah Satunya Dengan Sujud. Ini Doa Ketika Sujud Syukur

0
1363
Syukur Bisa Diungkapkan Dengan Banyak Cara, Salah Satunya Dengan Sujud. Ini Doa Ketika Sujud Syukur

Harakah.id Sujud Syukur adalah salah satu bentuk ungkapan yang terima kasih dan bersyukur. Syekh Nawawi dalam Nihayah al-Zain, mengutarakan ada doa yang harus dibaca pada saat melakukan sujud syukur.

Sujud Syukur adalah salah satu ungkapan terima kasih seorang hamba kepada Allah SWT. Mengapa harus sujud syukur?

Allah SWT memberikan banyak kenikmatan dalam hidup, baik bagi mereka yang beriman kepada-Nya, maupun bagi mereka yang tidak beriman kepada-Nya. Dalam suatu keterangan disebutkan, tatkala Allah SWT. memberikan kenikmatan di dunia dan di akhirat (kepada seluruh makhluknya), maka Dia sedang menunjukkan sifat Rahman-Nya, sedangkan ketika Dia memberikan kenikmatan di akhirat saja (khusus kepada hamba beriman), maka Dia sedang menunjukkan sifat Rahim-Nya.

Sebagai umat Muslim yang baik, sudah seyogyanya kita senantiasa bersyukur kepada Allah atas nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita. Kita tahu bahwa segala jenis nikmat berasal dari Allah, baik nikmat iman, nikmat Islam, nikmat sehat, nikmat cerdas, nikmat harta, nikmat tahta, nikmat istri salehah dan nikmat-nikmat lainnya semuanya datang dari Allah SWT.

Dengan demikian, nikmat Allah SWT yang diberikan kepada kita selaku hamba-Nya sangatlah banyak sehingga siapapun yang mencoba untuk menghitungnya niscaya tidak akan mampu. Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh-Nya dalam QS. Al-Nahl: 18.

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Baca Juga: Cara Melakukan Sujud Tilawah dan Doanya

Dalam tafsir Ibnu Katsir, ayat tersebut menjelaskan bahwa sekiranya kalian semua dituntut untuk mensyukuri semua nikmat-Nya, tentulah kalian tidak akan mampu melakukannya. Seandainya kalian diperintahkan untuk itu, pastilah kalian lemah dan meninggalkannya (tidak dapat bersyukur secara semestinya). Seandainya Dia mengazab kalian, tentulah Dia berhal melakukan itu (tanpa berbuat aniaya terhadap kalian). Akan tetapi dia maha pengampun lagi maha penyayang, Dia selalu mengampuni dosa-dosa yang banyak dan membalas pahala kebaikan sekecil apapun.

Oleh karenanya, meskipun kita tidak akan mampu mensyukuri nikmat Allah secara semestinya, bukan serta merta menyerah dan tidak melakukannya. Kita tetap harus berikhtiar untuk tetap bersyukur kepada Allah setiap saat, karena nikmat Allah senantiasa menyertai kita dalam setiap hembusan nafas ini. Syekh Nawawi dalam kitab Nihayah al-Zain pada Far’un Tusannu Sajdatuttilawati halaman 88 mengutarakan doa yang harus dibaca pada saat melakukan sujud syukur, yaitu sebagai berikut:

 اللَّهُمَّ اكْتُبْ لي بهَا عنْدك أجرا وَاجْعَلْهَا لي عنْدك ذخْرا وضع عني بهَا وزرا واقبلها مني كَمَا قبلتها من عَبدك دَاوُد

Allahummaktub li biha ‘indaka ajran waj’alha li ‘indaka dzukhran wa dha’ ‘anni biha wizran waqbilha minni kama qabbaltaha min ‘abdika daud

“Ya Allah, dengan sujud terhadap-Mu tulislah pahala untukku di samping-Mu, jadikanlah aku  di samping-Mu, hilangkanlah beban dan dosa dari diriku, terimalah sujudku ini seperti Engkau telah menerima sujud hamba-Mu, Nabi Daud As.”