fbpx
Beranda Headline Siapa Saja Orang yang Wajib Bayar Fidyah dan Qadha Puasa Ramadhan?

Siapa Saja Orang yang Wajib Bayar Fidyah dan Qadha Puasa Ramadhan?

Harakah.id – Inilah tabel orang-orang yang wajib mengganti puasa (qadha) dan/atau membayar fidyah bagi mereka yang meninggalkan / tidak mampu menjalankan puasa Ramadhan.

Pada bulan Ramadan, umat Islam wajib melaksanakan puasa selama sebulan penuh. Namun demikian, tidak semua orang mampu menjalankannya karena ada di antara mereka yang lemah atau lainnya.

Allah Swt memberi kemurahan kepada kelompok orang semacam ini. Mereka boleh tidak berpuasa, namun harus mengganti di kemudian hari. Atau, mengganti disertai kewajiban bersedekah makanan yang biasa disebut fidyah. Ada pula mereka yang tidak wajib berpuasa, namun hanya diwajibkan membayar fidyah.

Allah Swt berfirman,  

وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ

Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. [QS. Al-Baqarah: 184].

Menurut Ibnu Abbas, ayat di atas turun untuk memberikan kemudahan kepada orang yang sudah sangat tua renta, baik laki-laki maupun perempuan, serta ibu hamil dan menyusui yang merasa khawatir akan kesehatan anak-anak mereka. Jika ibu hami dan menyusui hanya mengkhawatirkan diri mereka sendiri, maka mereka hanya wajib mengganti (qadha) puasa yang sudah ditinggalkan tanpa perlu membayar fidyah.

Berikut adalah tabel orang-orang yang berkewajiban mengganti puasa dan/atau fidyah sebagaimana dilansir oleh LTN PBNU.

Tabel Kewajiban Qadha dan Fidyah Bagi Orang yang Meninggalkan / Tidak Mampu Puasa.
Baca Juga: Kapan Waktu Terbaik Mengqadha Puasa Ramadhan yang Ditinggalkan
Baca Juga: Kewajiban Orang yang Sudah Tua dan Tidak Mampu Menjalankan Puasa Ramadhan
- Advertisment -

REKOMENDASI

Cara dan Waktu Puasa Syawal 6 Hari Harus Urut atau Boleh Terpisah-pisah?

Harakah.id – Cara dan waktu puasa Syawal 6 hari boleh dilakukan secara berturut-turut di waktu awal bulan, maupun secara terpisah-pisah di...

Khutbah ‘Idul Fitri 1441 H.: Ketakwaan Sosial dan Iman yang Melahirkan Kasih Sayang

Khutbah pertama السلام عليكم ورحمة الله وبركاته اللهُ أَكبَر (7 x)  لَا إلهَ إِلا...

Kaidah “al-Khuruj Minal Khilaf Mustahab” dan Logika Pembentukan Komite Hijaz

Harakah.id - Komite Hijaz memiliki perannya sendiri ketika kondisi politik Arab Saudi dikhawatirkan berdampak ke segala lini. Dengan logika kaidah al-Khuruj...

Mengembala dan Berdagang Adalah Dua Camp Pelatihan Para Nabi Sebelum Diterjunkan, Tak Terkecuali Nabi...

Harakah.id – Dunia gembala dan perdagangan secara tidak langsung memberi pelajaran awal kepada Muhammad sebelum diangkat menjadi Nabi. Di sana kejujuran,...

TERPOPULER

Jumlah Takbir Shalat Idul Fitri, 7 di Rakaat Pertama dan 5 di Rakaat Kedua

Harakah.id - Penjelasan singkat mengenai jumlah rakaat dan takbir pada shalat sunnah Idul Fitri. Dua rakaat dengan tujuh takbir di rakaat...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Hari ini kita banyak mendengar kata ijtihad. Bahkan dalam banyak kasus, ijtihad dengan mudah dilakukan oleh banyak orang, yang...

Bacaan Setelah Takbir Zawaid dalam Shalat Idul Fitri dan Idul Adha

Harakah.id - Pada umumnya, dalam shalat wajib dan sunnah dikenal dua takbir, yaitu takbiratul ihram dan takbir intiqal. Takbiratul ihram adalah takbir...

Tata Cara Niat Zakat Fitrah Sendiri Untuk Diri Sendiri dan Keluarga

Harakah.id - Ketika kita hendak menyerahkan bahan pokok seperti beras kepada amil zakat, penitia zakat atau penerima zakat secara langsung, kita...