Beranda Keislaman Tafsir Tafsir Surat Al-Nas: Mari Berkenalan Lebih Jauh dengan Setan

Tafsir Surat Al-Nas: Mari Berkenalan Lebih Jauh dengan Setan [1]

Harakah.idQS Al-Nas: 1-6 menjelaskan karakter setan yang penuh intrik ini. Surat ini juga mengajarkan tentang cara mengatasi intrik setan. Yaitu dengan cara meminta perlindungan kepada Allah.

Kita sering mendengar jika bacaan kitab suci dapat mengusir setan. Setan dalam hal ini sering dikonotasikan sebagai makhluk yang menyeramkan dan membahayakan umat manusia.

Gambaran menyeramkan dan membahayakan agaknya tidak dapat dilepaskan dari pengaruh kebudayaan Eropa kuno yang seringkali melakukan visualisasi dalam bentuk patung atau lukisan.

Dunia Islam sebenarnya tidak mengenal visualisasi setan secara fisikal. Tetapi sifat berbahaya bagi manusia merupakan karakter yang juga ditonjolkan. Penggambaran setan menjadi seram sebenarnya berasal dari karakterisasi setan sebagai makhluk yang ingin mencelakan umat manusia dengan segala intrik yang dimilikinya. Intrik-intrik yang mungkin bahkan tak terpikirkan oleh umat manusia.

Gambaran tentang karakter-karakter setan yang seram dan berbahaya ini, bagaimana pun rasanya tidak ditemukan visualiasinya, baik dalam bentuk gambar atau patung berwajah seram dalam kebudayaan Islam maenstream.

Dalam kitab suci Islam, setan merupakan sifat bagi manusia atau jin –salah satu makhluk yang eksis dan disebut dalam kitab suci. Setan berasal dari kata syaithan, yang berarti sering membangkang (al-maradah). QS Al-An’am: 112 menyebut para nabi mempunyai musuh berasal dari golongan manusia dan jin yang membangkang (syathina al-insi wa al-jinn). Keduanya saling memberikan dukungan.

Selain memusuhi para nabi, setan juga mengganggu manusia. Baik setan dari golongan manusia maupun jin. QS Al-Nas: 1-6 menjelaskan karakter setan yang penuh intrik ini. Surat ini juga mengajarkan tentang cara mengatasi intrik setan. Yaitu dengan cara meminta perlindungan kepada Allah. Tuhan yang menciptakan segala sesuatu. Allah SWT berfirman,

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (2) إِلَهِ النَّاسِ (3) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (4) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (5) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (6(

Katakanlah, “Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari keburukan (setan) yang biasa membisiki dan banyak bersembunyi. Yang membisikkan (keburukan) ke dalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia.”

Dalam ayat keempat, terdapat dua kata yang menjelaskan karakteristik setan. Pertama kata Al-waswas. Kata sebenarnya adalah berbentuk masdar (kata dasar, noun). Tetapi ia digunakan untuk menunjukkan arti pelaku. Pelaku dengan spesifikasi sering melakukan tindakan tertentu. Waswas berarti membisiki. Tetapi maksudnya adalah pihak yang sering memberikan bisikan. Secara berulang-ulang tanpa mengenal lelah.

Bisikan di sini digambarkan sebagai bisikan yang penuh keburukan (syarr). Penggunaan kata syarr menunjukkan bahwa keburukan di sini adalah keburukan yang bersifat universal. Ia berbeda dengan istilah buruk lain dalam bahasa Arab, semisal munkar. Munkar yang berarti keburukan, tetapi lebih sebagai keburukan yang bersifat lokal; dalam kebudayaan tertentu.

Kedua, kata Al-Khannas. Selain sering memberikan bisikan untuk berbuat buruk, setan juga berkarakter Al-khannas yang berarti banyak bersembunyi. Ada juga ahli tafsir yang mengartikan khannas dengan banyak mundurnya. Jadi, QS Al-Nas: 1-6 menggambarkan karakter setan sebagai makhluk yang aktif memberikan dorongan agar manusia melakukan keburukan, tetapi dia juga sering mundur atau menghilang. Terjemahan Kementerian Agama RI menerjemahkan Khannas sebagai “bersembunyi”.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...