Beranda Keislaman Ibadah Tak Ada Uang Untuk Berkurban Sapi dan Kambing, Bolehkah Menggantinya Dengan Ayam?...

Tak Ada Uang Untuk Berkurban Sapi dan Kambing, Bolehkah Menggantinya Dengan Ayam? Ini Penjelasannya…

Harakah.idUmumnya, berkurban dilakukan dengan menyembelih hewan ternak seperti kambing atau sapi. Lalu, jika ada orang fakir yang sangat ingin berkurban, lalu menyembelih ayam sebagai gantinya, bagaimana hukumnya?

Jika melihat pendapat empat madzhab fikih selaku madzhab otoritatif dan menjadi pegangan umat Islam saat ini, mereka sepakat bahwa hewan yang bisa digunakan untuk berkurban hanya binatang ternak. Hal ini berpijak pada dalil:

وَلِكُلِّ أُمَّةٖ جَعَلۡنَا مَنسَكٗا لِّيَذۡكُرُواْ ٱسۡمَ ٱللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلۡأَنۡعَٰمِ (الحج: 34)

Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka.” (QS. al-Hajj: 34).

Para imam madzhab tersebut memahami kata ‘binatang ternak’ antara lain kambing/ domba, sapi, kerbau, dan unta. Selain itu, hewan-hewan yang lain tidak dapat dijadikan hewan kurban. Dengan kata lain, jika berkurban dengan hewan selain tadi maka ibadah kurbannya tidak sah.

Baca Juga: Ada Orang yang Berkurban Tapi Belum Akikah, Bolehkah dalam Islam?

Akan tetapi, Syekh Abdurrahman Ba’lawi di dalam kitabnya Bughyatul Mustarsyidin menyatakan bahwa berkurban selain binatang ternak di atas seperti ayam dan angsa hukumnya boleh. Pernyataan beliau berdasarkan pada riwayat berikut:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا : أَنَّهُ يَكْفِي فِي الْأُضْحِيَّةِ إَرَاقَةُ الدَّمِ وّلَوْ مِنْ دُجَاجَةٍ وَإِوَزٍّ

Diriwayatkan dari Ibn Abbas: sesengguhnya dalam berkurban cukup mengalirkan darah meskipun dari ayam atau angsa.

Kebolehan ini, kata beliau, berdasarkan analogi (qiyas) pada aqiqah, yang di dalam madzhab Ibn Abbas membolehkan menggunakan ayam untuk dijadikan hewan aqiqah.

Namun, kebolehan berkurban menggunakan ayam tidak bersifat mutlak. Syekh Abdurrahman menegaskan bahwa ketentuan tersebut dibolehkan hanya bagi orang fakir. Dalam fiqh, term fakir adalah orang yang penghasilannya lebih sedikit ketimbang kebutuhannya. Oleh karena itu, dengan kondisi seperti itu, mereka yang sangat fakir namun memiliki keinginan yang sangat kuat untuk bisa melaksanakan ibadah kurban, diperkenankan menggunakan ayam sebagai hewan kurban.

Baca Juga: Tidak Hanya Ritual Semata, Ini Sejarah Disyariatkannya Ibadah Kurban Menurut Kiai Said

Dalam Islam, mereka yang diharuskan berkurban sejatinya adalah orang-orang yang memiliki kemampuan untuk berbagi kepada orang yang lebih membutuhkan. Sebaliknya, tidak ada kewajiban bagi mereka yang fakir dan memang tidak punya kemampuan.

Tapi, tidak ada yang salah dari praktek menyembelih ayam di waktu Hari Raya kurban. Toh ketika ia dibagikan, ia akan berwujud harta infaq dan sedekah yang juga mampu mendatangkan pahala bagi yang melakukannya. Jadi, terlepas apakah ayam bisa dijadikan status hewan kurban atau tidak, kegiatan berbagi selalu merupakan amal baik dan akan ditimbal pahala oleh Allah SWT.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...