fbpx
Beranda Headline Tak Disibukkan Masalah Klepon, Negara Arab-Islam Satu Ini Luncurkan Misi Antariksa Untuk...

Tak Disibukkan Masalah Klepon, Negara Arab-Islam Satu Ini Luncurkan Misi Antariksa Untuk Pertama Kalinya

Harakah.id Pada tanggal 19 Juli 2020, untuk pertama kalinya dunia Arab meluncurkan misi antariksa. Misi ini juga menjadi misi antariksa pertama kali yang dilakukan oleh negara Muslim, bersaing dengan AS, Rusia, Tiongkok, Eropa, dan India. Dari Tanegashima Space Center, Jepang, sebuah wahana antariksa bernama Al-Amal atau Hope (Harapan) meluncur dengan roket Mitsubishi H-IIA menuju Planet Mars dan diperkirakan sampai pada Februari 2021. 

Wahana milik Mohammed bin Rashid Space Centre, Lembaga Antariksa Uni Emirat Arab yang bekerjasama dengan beberapa universitas AS, ini bertujuan untuk mempelajari sistem cuaca planet merah. Secara lebih spesifik, wahana ini akan mengorbit di Planet Mars untuk mempelajari dinamika iklim dan peta cuaca global melalui karakterisasi atmosfer bawahnya.

Ia juga akan mempelajari bagaimana cuaca mengubah pelepasan Hidrogen dan Oksigen dengan mengorelasikan kondisi atmosfer bawah dan atas, serta mempelajari struktur dan variabilitas Hidrogen dan Oksigen di atmosfer atas. Selain itu, wahana ini juga diharapkan untuk mengambil gambaran utuh mengenai atmosfer Mars.

Selain tujuan ilmiah, misi ini mengandung tujuan strategis lain yang berkisar pada pengetahuan umat manusia, kapabilitas UAE, dan kolaborasi global. Salah satunya adalah untuk menginspirasi generasi masa depan bangsa Arab untuk menekuni sains antariksa.

Terdapat beberapa prestasi negara mayoritas Muslim di bidang sains antariksa. UAE dan Malaysia pernah mengirimkan astronot untuk bertugas di ISS (International Space Station). Selain di ISS, beberapa negara muslim lain juga pernah menjadi astronot di stasiun luar angkasa lainnya. Indonesia sendiri juga pernah akan mengirimkan astronot yang akan menjadi astronot wanita pertama Asia, tetapi gagal berangkat karena adanya insiden pada tahun 1986. Pada waktu itu, pesawat ulang alik Challenger meledak sehingga NASA menunda semua misi astronot. Selain misi untuk meluncurkan manusia ke luar angkasa, banyak negara Muslim yang mengembangkan sendiri satelit dengan berbagai fungsi dan ukuran.

Namun prestasi-prestasi ini masih dibilang kalah jauh dari negara-negara lain. Hal ini karena negara-negara mayoritas Muslim masih sedikit yang bisa mengembangkan spaceport (bandar antariksa) dan roket sendiri. Selain itu, sains antariksa masih banyak dipelopori oleh negara-negara lain. Negara-negara mayoritas Muslim, yang kebanyakan adalah negara berkembang, masih fokus untuk meluncurkan satelit dan memanfaatkan potongan-potongan teknologi antariksa dari negara lain. 

Baca Juga: Benarkah Kue Klepon Tidak Islami? Inilah Penjelasannya

Adanya misi antarplanet yang dipelopori oleh UAE ini diharapkan dapat mendorong negara-negara Arab dan Muslim lainnya agar dapat ikut serta dalam program eksplorasi luar angkasa. Sains dan teknologi antariksa merupakan bidang yang sangat penting bagi peradaban umat manusia, seperti untuk kepentingan telekomunikasi, pertahanan, meteorologi, pertanian, perikanan, dan lain-lain. Terutama kepentingan yang muncul di abad ke-21.

Di abad ini, diperkirakan program wisata luar angkasa, penambangan asteroid, dan kolonisasi Bulan serta Mars akan terjadi. Pada tahun 2022, perusahaan antariksa asal AS, SpaceX, akan mengirimkan payload untuk keperluan program pendaratan manusia. Mereka memperkirakan bahwa pada tahun 2050, manusia mampu membangun sebuah kota di Mars. Sedangkan menurut UAE, kota pertama mereka akan dibangun di sana pada tahun 2117. 

Dalam Alquran surat Arahman ayat ke-33, Allah menantang manusia dan jin untuk menembus penjuru langit dan bumi. Niscaya mereka tidak akan mampu kecuali dengan kekuatan Allah SWT. Maka dari itu, sebagai umat Islam, kita perlu untuk berusaha meningkatkan kapasitas ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa. Kita tidak boleh tertinggal dari umat lainnya, apalagi hanya bergantung kepada mereka. Misi #HopeMarsMission merupakan salah satu pelopor yang baik untuk menunjukkan bahwa bangsa Arab dan umat Islam mampu menjadi kontributor eksplorasi luar angkasa bagi dunia.

REKOMENDASI

Mertuaku Adalah Bapak Tiriku, Tentang Hukum Pernikahan Besan dan Sebab Mahram Musaharah

Harakah.id - Penyebab lain dari munculnya hubungan mahram adalah akad pernikahan antara suami dan istri. Pernikahan ini membuat masing-masing kedua mempelai...

Syarat Jadi Wali Itu Harus Berilmu, Rekaman Dialog Quraish Shihab Ft. Gus Baha’

Harakah.id - Dalam sebuah talkshow yang dipandu Najwa Shihab, Gus Baha dan Quraish Shibab terlibat dalam dialog yang seru. Salah satu...

Takbiran Setiap Selesai Shalat Fardhu Sampai Penghujung Hari Tasyrik, Bagaimana Hukumnya?

Harakah.id - Mulai sejak Hari Arafah, Kaum Muslimin punya kebiasaan takbiran setiap selesai Shalat Fardhu. Takbiran ini dilakukan sampai selesai Hari...

Download Khutbah Ringkas Idul Adha 2020

Mampu Sholat, Tapi Belum Tentu Mampu Berqurban Allâhu akbar Allahu akbar Allahu akbar la ilaha illallâhu wallâhu akbar, Allâhu akbar wa lillahil hamd... Allahu akbar kabîra wal hamdu lillahi katsîra wa subhanallahi...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Ada Orang yang Berkurban Tapi Belum Akikah, Bolehkah dalam Islam?

Harakah.id – Berkurban sangat dianjurkan ditunaikan oleh setiap Muslim. Tak berbeda, akikah juga diwajibkan kepada setiap anak yang lahir. Lalu bagaimana...

Jarang Disampaikan, Ternyata Inilah Keutamaan Beristri Satu dalam Islam

Harakah.id - Sunnah hukumnya bagi laki-laki untuk mencukupkan satu istri saja, sekalipun pada dasarnya ia diperbolehkan untuk menambahnya lagi.

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Hari ini kita banyak mendengar kata ijtihad. Bahkan dalam banyak kasus, ijtihad dengan mudah dilakukan oleh banyak orang, yang...