Beranda Keislaman Ibadah Tak Hanya Membersihkan dan Menghilangkan Hadas, Ini Tingkatan-Tingkatan Bersesuci Menurut Imam al-Ghazali

Tak Hanya Membersihkan dan Menghilangkan Hadas, Ini Tingkatan-Tingkatan Bersesuci Menurut Imam al-Ghazali

Harakah.idTingkatan-tingkatan bersesuci ternyata banyak. Ia bukan hanya praktik yang dilakukan untuk membersihkan anggota badan atau menghilangkan hadas saja.

Kita sering mendengar bahwa kebersihan adalah sebagian dari pada iman. Meskipun kita tidak tahu secara persis makna kebersihan yang sesungguhnya. Bahkan Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali menulis bab tersendiri terkait rahasia dan tingkatan-tingkatan bersesuci dalam karya monumentalnya Ihya’ Ulumuddin.

Imam Ghazali dalam kitab mukhtasor ihya’ halaman 25 (cet. Dar Al-Kutub Islamiyah) menukil beberapa hadits dan ayat al-Qur’an yang bersinggungan dengan bersesuci. Di antaranya adalah sabda Rasulullah SAW:

اَلْوُضُوْءُ سَطْرُالْإِيْمَانِ

Wudhu adalah sebagian dari iman.

Wudhu yang dimaksud adalah membersihkan diri ketika hendak melaksanakan sholat. Dalam hadis lain juga disebutkan:

بُنِيَ الدِّيْنُ عَلَى النَّظَافَةِ

Agama dibangun diatas kebersihan.

Allah swt juga berfirman dalam surat At-Taubah ayat 108: 

فِيْهِ رِجَالٌ يُحِبُّوْنَ اَنْ يَتَطَهَّرُوْا

Allah mencintai orang-orang yang membersihkan diri

Dari dalil-dalil di atas kita bisa mengetahui pentingnya kebersihan. Lebih lanjut lagi, Imam Ghazali lalu membagi tingkatan-tingkatan bersesuci dalam empat tingkatan:

Yang pertama adalah menyucikan zahir dari hadas. Artinya kita membersihkan fisik atau tubuh kita dari sesuatu yang menghalangi terhadap sahnya salat. Baik itu hadas besar ataupun hadas kecil. Baik kesucian tempat, pakaian ataupun perlengkapan yang digunakan untuk salat.

Yang kedua adalah menyucikan fisik kita dari perilaku jahat, buruk atau perbuatan yang menimbulkan dosa. Memang, pada tingkatan yang kedua ini adalah dari dorongan hati, namun dalam pekerjaannya dilakukan oleh fisik itu sendiri, seperti mencuri, berzina dan lain-lain.

Yang ketiga adalah membersihkan hati dari akhlak yang buruk. Artinya perbuatan tercela yang ada di dalam hati, yang tidak tampak oleh mata, seperti iri, dengki, dan su’udzon.

Yang keempat itu lebih dalam lagi, yakni  membersihkan hati dari selain Allah. Yang keempat ini adalah bersesucinya para nabi dan para shodiqin. 

Pada masing-masing tingkatan-tingkatan bersesuci tersebut mengandung dua hal, yaitu takhliah dan tahliah. Takhliah dengan menggunakan kho’ bermakna mengosongkan atau membersihkan. Sedangkan tahliah menggunakan ha’ bermakna menghiasi. 

Sehingga, selain harus membersihkan diri dari sifat sifat yang buruk, juga diharuskan untuk menghiasi diri dengan perbuatan yang terpuji. Selain membersihkan anggota jiwa kita dari dosa, tapi juga menghiasi diri kita dengan perbuatan taat.

Maka hendaknya kita tidak menyangka bahwa apa yang dimaksud dengan kebersihan hanya kebersihan secara dzohir saja. Serta jangan pula menyangka bahwa untuk melalui empat tingkatan bersesuci dengan mudah dan waktu yang singkat. Bahkan seandainya umur kita Panjang, paling tidak kita hanya mencapai sebagian empat tingkatan tersebut.

Kiai Zuhri Zaini, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid (Probolinggo) sering mencontohkan timbal balik kita dengan lingkungan ketika kita menjaga kebersihan. Jika kita tidak peduli terhadap lingkungan dan membiarkan lingkungan kita kotor begitu saja, maka akibatnya akan kembali kepada diri kita, seperti timbulnya berbagai macam penyakit.

Demikianlah ulasan singkat mengenai tingkatan bersesuci menurut Imam Al-Ghazali. Semoga hal ini dapat menjadi wawasan yang bermanfaat dan berkah kepada kita.

REKOMENDASI

Demi 1 Hadis, Sahabat Nabi Ini Tempuh Jarak 4000 Km untuk Pastikan Hafalannya

Harakah.id – Kisah seorang sahabat yang rela menempuh jarak Madinah-Mesir hanya untuk mencocokkan satu hadis yang dihafalnya. Tidak...

Cara dan Waktu Puasa Syawal 6 Hari Harus Urut atau Boleh Terpisah-pisah?

Harakah.id – Cara dan waktu puasa Syawal 6 hari boleh dilakukan secara berturut-turut di waktu awal bulan, maupun secara terpisah-pisah di...

Dahulukan yang Mana? Ganti Utang Puasa Wajib Atau Berpuasa Syawal?

Harakah.id - Ganti utang puasa wajib atau berpuasa syawal? Mana yang harus dikerjakan dulu? Mungkin kalian bertanya-tanya. Dan simak artikel berikut...

4 Tujuan Puasa Yang Wajib Diketahui, Agar Ibadah Puasa Semakin Bermakna

Harakah.id - Puasa dalam Islam memiliki tujuannya sendiri. Berdasarkan petunjuk al-Quran, hadis, dan telaah para ulama, kita temukan sedikitnya empat tujuan...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...