Beranda Keislaman Akhlak Tata Cara Buang Hajat Yang Beretika Berikut Doa Yang Harusnya Dibaca Saat...

Tata Cara Buang Hajat Yang Beretika Berikut Doa Yang Harusnya Dibaca Saat Keluar Dari Toilet

Harakah.idTata cara buang hajat juga diatur dalam Islam. Bayangkan! Untuk urusan buang air saja, Islam memberikan aturan agar umatnya terlihat beretika. Termasuk saat keluar toilet, ada doa yang harus kita baca.

WC atau toilet merupakan tempat yang rutin digunakan oleh setiap orang untuk membuang hajat hariannya. Di antara mereka ada yang buang air kecil, namun ada juga yang buang air besar, atau bahkan hanya untuk main-main sekalipun. Namun untuk yang terakhir ini agaknya harus sedikit diperhatikan bahwa fungsi WC bukanlah untuk main-main. Islam punya aturan lho soal tata cara buang hajat yang beretika.

Sebagai umat muslim, seyogyanya kita memperhatikan bahwa apapun yang kita kerjakan hendaknya sesuai dengan ketentuan yang telah disyari’atkan oleh Allah dan Rasul-Nya, termasuk tata cara buang hajat. Di dalam Islam, segala aktivitas bisa bernilai ibadah apabila diniatkan ibadah. Makan, minum, mandi, tidur dan sebagainya adalah aktivitas rutin manusia dalam setiap harinya. Namun jika aktivitas-aktivitas tersebut diniatkan sebagai ibadah, maka ia akan mendapatkan pahala sesuai dengan ketentuan-Nya.

Masuk dan keluar WC pun dapat menjadi ibadah yang bernilai pahala apabila dilakukan dengan niat ibadah disertai dengan adab etika. Ulama salafusshalih sebagai pewaris para Nabi telah memberikan tauladan yang baik untuk umat muslim dunia. Syekh Nawawi al-Bantani dalam kitab Nihāyah al-Zaīn pasal Fī Masāil Mantsūrah mengatakan bahwa salah satu etika setelah membuang hajat (qadhā al-hājah) adalah berdo’a. Adapun do’a yang dimaksud adalah sebagai berikut:

اللهم طهر قلبي من النفاق وحصن فرجي من الفواحش

Allahumma thahhir qalbi minan nifaq wa hasshin farji minal fawahisy.

Artinya: “Ya Allah, sucikanlah hatiku dari kemunafikan dan jauhkan farjiku dari perbuatan keji”

Atau dengan redaksi lain:

غفرانك الحمد لله الذي أذهب عن الأذى وعافاني

Ghufranaka, alhamdulillahil-ladzi adzhaba ‘annil adza wa ‘afani.

Artinya: “(Berikanlah) ampunan-Mu, segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesusahan, ampunilah aku”.

Pengarang Syarh Qurrah al-‘Uyūn tersebut menjelaskan bahwa di antara tata cara buang hajat dan etika yang harus dilakukan oleh qādhi al-hājah (orang yang buang hajat) adalah masuk WC dengan mendahulukan kaki kiri, sedangkan keluarnya mendahulukan kaki kanan. Di samping itu disunnahkan untuk menekankan tubuh sisi bagian kiri ketika membuang hajat.

Baca Juga: Berdoa Dulu Sebelum Masuk WC Bro!

Sesuatu yang bernilai sunnah ketika buang hajat berikutnya adalah memelankan suara agar tidak terdengar oleh orang lain dan menghindarkan aroma bau serapat-rapatnya agar tidak tercium dan mengganggu orang lain. Kemudian tidak buang air kecil pada air yang tidak mengalir.

Di antara sunnah lain yang dapat dilakukan qādi al-hājat adalah tidak membuang hajat di jalanan, di tempat yang sering diduduki kebanyakan orang, di bawah pohon yang berbuah, tidak membuang hajat pada lubang-lubang yang bukan peruntukannya, melakukannya tidak berdiri, tidak melihat pada kemaluannya, tidak juga melihat pada sesuatu yang keluar darinya, tidak mempermainkan dengan tangannya, tidak menengok ke kanan dan kiri ketika membuang hajat dan lain sebagainya.

Demikian ulama salafus shaalih memberikan tauladan untuk diikuti oleh kita selaku umat muslim. Tidaklah beliau melakukannya kecuali atas dasar ittiba’ terhadap Rasulullah saw. Semoga kita semua senantiasa diakui sebagai muridnya dan umat Rasulullah saw.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...