Beranda Keislaman Ibadah Tata Cara dan Doa Shalat Witir, Penutup Shalat Malam di Rumah

Tata Cara dan Doa Shalat Witir, Penutup Shalat Malam di Rumah

Harakah.id – Di tengah pandemi Covid-19 ini, kita bisa melaksanakan witir sendiri di rumah. Inilah keutamaan, tata cara, dan doa shalat witir.

Shalat witir adalah salat sunnah dengan bilangan rakaat ganjil yang waktunya dilakukan setelah shalat Isya sampai terbit fajar. Paling sedikit satu rakaat sampai maksimalnya sebelas rakaat. Hukumnya sunah menurut Mazhab Syafi’i, wajib menurut Imam Abu Hanifah.

Baca Juga: Begini Cara Mudah Shalat Tarawih Sendiri di Rumah

Banyak sekali hadis yang menunjukkan perintah dan keutamaan shalat witir, antara lain, sabda Rasululllah Saw,

إِنَّ اللَّهَ زَادَكُمْ صَلَاةً فَحَافِظُوا عَلَيْهَا ، وَهِيَ الْوَتْرُ ؛ فَصَلُّوْهَا فِيْمَا بَيْنَ صَلاَةِ الْعِشَاءِ إِلىَ صَلاَةِ الْفَجْرِ

“Sesungguhnya Allah telah menambah untuk kalian satu shalat, maka jagalah shalat tersebut. Shalat itu adalah witir. Maka shalatlah di antara shalat Isya sampai salat fajar”. (HR. Ahmad)

Adapun pelaksanaannya boleh dilakukan setelah shalat isya langsung, di awal waktu, atau diundur sampai akhir malam setelah tidur. Mengenai keutamannya, melihat motivasi dan kondisi masing-masing. Jika yakin bisa bangun di akhir malam maka sebaiknya diakhirkan, tetapi jika tidak yakin, maka sebaiknya segera dilakukan di awal waktu sebelum tidur. Rasulullah Saw. bersabda,

مَنْ خَافَ أَنْ لاَ يَقُوْمَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ؛ فَلْيُوْتِرْ أَوَّلَهُ، وَمَنْ طَمِعَ أَنْ يَقُوْمَ آخِرَهُ؛ فَلْيُوْتِرْ آخِرَ اللَّيْلِ ؛ فَإِنَّ صَلاَةَ آخِرِ اللَّيْلِ مَشْهُوْدَةٌ ، وَذَلِكَ أَفْضَلُ.

“Barang siapa yang khawatir tidak bangun di akhir malam, maka witirlah di awalnya. Dan yang yakin akan bangun di akhir malam, maka witirlah di akhir malam; karena shalat di akhir malam disaksikan dan itu lebih utama.” (HR. Muslim).

Setelah melakukan shalat witir di awal waktu, boleh melakukan shalat sunnah lain, qiyamul lail pada malam harinya setelah bangun tidur, tetapi sebaiknya tetap ditutup dengan shalat witir yang merupakan lanjutan shalat witir sebelumnya.

Baca Juga: Catat! Ngaji Online Ramadhan dengan Para Ulama Besar, Ini Daftar Akunnya

Adapun caranya boleh dengan menggenapkan dulu witir sebelumnya, kemudian diakhiri dengan rakaat ganjil. Atau langsung dengan rakaat genap dengan niat witir, sehingga jika ditambahkan dengan witir yang dilakukan di awal waktu jumlahnya tetap ganjil. Artinya, shalat witirnya tetap hanya sekali dan dilakukan di akhir shalat malam. Yang demikian ini agar bisa mengamalkan hadis dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

اجْعَلُوْا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْراً

“Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari dengan witir.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan hadis dari Thalq bin Ali yang berkata,

سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَقُوْلُ: لاَ وِتْرَانِ فِي لَيْلَةٍ

“Saya mendengar Rasulullah Saw bersabda, ‘Tidak ada dua witir dalam semalam.” (HR. Ahmad).

Baca Juga: Waktu Terbaik Membayar Zakat Fitrah

Di bulan ramadhan, biasanya banyak masjid menyelenggarakan pelaksanaan shalat sunnah witir berjamaah sesudah tarawih atau qiyamul lail. Namun, dalam situasi pandemi Covid-19 ini, kita juga bisa melaksanakan witir sendiri di rumah atau berjamaah bersama keluarga. Berikut ringkasan tata cara dan doa shalat witir:

1. Dilaksanakan minimal 1 rakaat dan maksimal 11 rakat.

2. Jumlah minimal kesempurnaan shalat sunnah witir adalah 3 rakaaat.

3. Shalat witir dilaksanakan dengan dua rakaat shalat dengan satu salam. Kemudian dilanjutkan shalat satu rakaat dengan satu salam.

4. Madzhab Hanafi membolehkan langsung melaksanakan shalat witir tiga rakaat dengan satu salam.

5. Sunnah membaca doa Qunut di rakaat terakhir shalat witir pada pertengahan bulan Ramadhan.

6. Membaca doa setelah shalat sunnah witir sebagaimana disebutkan Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar, hal. 138.

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ (X3)

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

Subhanal malikil quddus (3x). Allahumma inni a’uzu bi ridhoka min sakhotika wa bi mu’afatika min ‘uqubatika wa a’uzu bika minka la uhshi tsana-an ‘alaika anta kama atsnaita ‘ala nafsik.

Artinya:

Maha Suci Engkau yang Maha Merajai lagi Maha Suci dari berbagai kekurangan. Ya Allah, aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemarahan-Mu, dan dengan keselamatan-Mu dari hukuman-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu sebagaimana Engkau menyanjung kepada diri-Mu sendiri.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...