Beranda Keislaman Akhlak Tata Cara Mengkhatamkan Al-Qur’an Yang Jarang Diketahui

Tata Cara Mengkhatamkan Al-Qur’an Yang Jarang Diketahui

Harakah.id Mengkhatamkan Al-Quran merupakan amalan utama. Ada beberapa adab yang harus diperhatikan. Inilah adab-adab mengkhatamkan Al-Quran.

Al-Qur’an adalah mu’jizat Nabi Muhammad SAW yang masih ada hingga saat ini. Sebagai umat Nabi Muhammad SAW sudah sepatutnya kita menjaga kalam-Nya sebagaimana yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada umatnya. Salah satunya dengan membaca Al-Qur’an dan mengkahatamkannya.

Imam Badruddin Az-Zarkasyi dalam kitabnya Al-Burhan fii ‘Uluum Al-Qur’an dalam pasal khatam Al-Qur’an menganjurkan untuk mengkhatamkan Al-Qur’an setiap seminggu sekali. Nabi SAW bersabda: “Bacalah Al-Qur’an setiap minggu dan tidak lebih.” (HR. Abu Daud).

Baca juga: Keutamaan Tadarus Al-Quran Kapan Pun dan Di Mana Pun Anda Berada

Salah satu sahabat Rasulullah SAW pernah bertanya tentang bagaimana Rasulullah SAW membagi bacaan Al-Qur’annya, Ia pun mengatakan bahwa Rasulullah SAW membaginya menjadi tiga atau lima juz.

Dan ada yang berpendapat bahwa makruh hukumnya mengkhatamkan Al-Qur’an kurang dari tiga hari, dengan dalil hadits “Barangsiapa yang mengkhatamkan Al-Qur’an kurang dari tiga hari maka ia tidak memahami bacaannya.” (HR. Imam yang empat)

Namun, para ulama berpendapat bahwa setiap orang memiliki kualitas bacaannya masing-masing, mulai dari semangatnya saat membaca dan bagaimana ia mentadaburi setiap kalam-Nya. Karena Utsman bin Affan RA setiap malamnya mengkhatamkan Al-Qur’an. Dan makruh apabila megkhatamkannya lebih dari empat puluh hari. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Daud. 

Imam Abu Al-Layts dalam kitabnya Al-Bustan menganjurkan untuk membaca Al-Qur’an paling tidak setahun dua kali khatam apabila tidak mampu lebih dari jumlah yang sudah disinggung sebelumnya.

Diriwayatkan dari Al-Hasan Bin Ziyyad, Abu Hurairah RA berkata: “Barangsiapa membaca (mengkhatamkan) Al-Qur’an setiap tahun dua kali, maka Al-Qur’an akan memberikan haknya untuk pembacanya. Karena Nabi SAW menyetorkan bacaannya kepada Jibril setiap tahun dua kali.”

Dan disunahkan mengkhatamkan Al-Qur’an saat musim dingin pada awal malam, begitupun saat musim panas pada awal siang, sebagaimana yang dikatakan Ibnu Al-Mubarak. Serta mengumpulkan keluarganya dan melakukan do’a bersama usai mengkhatamkan Al-Qur’an, sebagai bentuk rasa bahagia atas pelaksanaan ibadah yang mulia.

Beberapa ulama berpendapat apabila mengkhatamkan di awal siang, maka Malaikat akan bershalawat padanya sampai sore. Dan apabila mengkhatamkan di awal malam, maka Malaikat akan bershalawat kepadanya sampai pagi hari.

Adapun amalan yang dapat dilakukan ketika hendak mengkhatamkan Al-Qur’an sebagai berikut:

  1. Dianjurkan untuk membaca takbir dari surat Adh-Dhuha sampai khatam, dan ini adalah salah satu kebiasaan ahli Mekah. 
  2. Sebagian dari kebiasaan mengkhatamkan Al-Qur’an adalah membaca surat Al-Ikhlas tiga kali.
  3. Setelah khatam membaca surat Al-Falaq dan An-Nisa (mu’awidzatain) dan Al-Fatihah dilanjutkan dengan lima ayat pertama dalam surat Al-Baqarah. Maksudnya untuk menyegerakan kembali kepada khatam Al-Qur’an.

Faidah yang didapat seperti yang diriwayatkan Imam Al-Baihaqi, bahwa Rasulullah SAW mengkhatamkan Al-Qur’an dan berdo’a:

اَللَّهُمَّ ارْحَمْنِيْ بِاْلقُرْآنْ، وَاجْعَلْهُ لِيْ إِمَامًا وَنُوْرًا وَهُدًا وَرَحْمَةْ، اَللَّهُمَّ ذَكِّرْنِيْ مِنْهُ مَا نَسِيْتُ، وَعَلِّمْنِيْ مِنْهُ مَا جَهِلْتُ، وَارْزُقْنِيْ تِلاَوَتَهُ آنَاءَ الْلَيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارْ، وَاجْعَلْهُ لِيْ حُجَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمْيِنَ

 “Ya Allah, perbaikilah (pengetahuan) agamaku, yang akan menjadi penjaga urusanku. Baguskanlah akhiratku, yang akan menjadi tempat kembaliku. Jadikanlah hidupku sebagai tempat untuk melaksanakan segala kebaikan, dan jadikanlah matiku sebagai pemutus dari segala keburukan.” 

Para ulama berpendapat  bahwa berdo’a ketika khatam Al-Qur’an dapat diaminkan oleh 1000 malaikat.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Kepemimpinan Militer Laksamana Keumalahayati, “Inong Balee” di Benteng Teluk Pasai

Harakah.id - Keumalahayati menempuh pendidikan non-formalnya seperti mengaji di bale (surau) di kampungnya dengan mempelajari hukum-hukum Islam, sebagai agama yang diyakininya. Beliau...

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...