fbpx
Beranda Ramadhan Tata Cara Niat Zakat Fitrah Sendiri Untuk Diri Sendiri dan Keluarga

Tata Cara Niat Zakat Fitrah Sendiri Untuk Diri Sendiri dan Keluarga

Harakah.idKetika kita hendak menyerahkan bahan pokok seperti beras kepada amil zakat, penitia zakat atau penerima zakat secara langsung, kita wajib membatin dalam hati meniatkan beras yang dikeluarkan sebagai zakat untuk diri sendiri atau sekaligus untuk keluarga.

Zakat fitrah adalah jenis zakat yang paling dikenal oleh umat Islam di Indonesia. Dibanding jenis harta lainnya. Ada banyak penjelasan mengapa zakat fitrah lebih popuper. Salah satunya, karena para penceramah kita lebih banyak menyinggungnya selama Ramadhan, bahkan lengkap dengan tata caranya.

Para pengelola masjid juga lebih banyak yang menyiapkan kepanitiaan khusus untuk mengurus zakat fitrah. Untuk membimbing masyarakat membaca niat, doa dan menyerahkan kepada yang berhak. Berbeda dengan jenis zakat lainnya.

Niat zakat merupakan bagian terpenting dalam prosesi ibadah zakat. Niat dilafalkan dalam hati. Jadi, ketika kita hendak menyerahkan bahan pokok seperti beras kepada amil zakat, penitia zakat atau penerima zakat secara langsung, kita wajib membatin dalam hati meniatkan beras yang dikeluarkan sebagai zakat untuk diri sendiri atau sekaligus untuk keluarga. Berikut adalah lafal niat untuk diri sendiri:

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الفِطْرِ عَنْ نَفْسِي فَرْضًا لله تَعَالَى

Nawaitu an ukhrija zakatal fithri an nafsi fardhan lillahi ta’ala

Saya niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri fardu karena Allah Ta’ala

Sedangkan niat untuk diri sendiri dan keluarga adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الفِطْرِ عَنْ نَفْسِي وَعَنْ أَهْلِي فَرْضًا لله تَعَالَى

Nawaitu an ukhrija zakatal fithri an nafsi wa ahli fardhan lillahi ta’ala

Saya niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri dan keluargaku fardu karena Allah Ta’ala

Niat ini boleh dilafalkan ketika sedang berada di rumah dan akan berangkat ke masjid untuk menyerahkan beras zakat. Boleh pula kita ke masjid, menemui panitia zakat, dan meminta mereka untuk membimbing niat zakat untuk kita. Hendaknya zakat fitrah diberikan dalam bentuk makanan pokok seperti beras. Tidak dalam bentuk uang.

Menurut mazhab Syafi’i, mengeluarkan zakat fitrah dengan uang tidak sah. Kecuali jika seseorang bertaklid kepada mazhab Hanafi yang membolehkan. Tetapi sebelum melakukannya seseorang harus memahami terlebih dahulu syarat dan rukun yang menjadi prasyarat keabsahan membayar zakat dengan uang. Karena ada fenomena bahwa orang Islam hari ini ingin mengambil yang mudah tetapi dengan cara yang kurang tepat.

Sebagaimana yang marak terjadi, masyarakat mengeluarkan zakat fitrah dalam bentuk uang senilai makanan pokok. Tetapi ukuran makanan pokok yang digunakan adalah berdasar mazhab Syafi’i. Ukuran dalam mazhab Hanafi lebih besar. Di sinilah masalahnya, dalam ukuran zakat yang dikeluarkan mengikuti mazhab Syafi’i tetapi bentuk barang yang dikeluarkan adalah uang atau nilainya. Di sini, bila ditinjau dari mazhab Syafi’i tidak sah karena zakat dikeluarkan dengan selain bahan pokok. Zakat semacam ini juga tidak sah menurut mazhab Hanafi karena belum sesuai dengan ukuran yang ditetapkan dalam mazhab ini.

- Advertisment -

REKOMENDASI

Cara dan Waktu Puasa Syawal 6 Hari Harus Urut atau Boleh Terpisah-pisah?

Harakah.id – Cara dan waktu puasa Syawal 6 hari boleh dilakukan secara berturut-turut di waktu awal bulan, maupun secara terpisah-pisah di...

Khutbah ‘Idul Fitri 1441 H.: Ketakwaan Sosial dan Iman yang Melahirkan Kasih Sayang

Khutbah pertama السلام عليكم ورحمة الله وبركاته اللهُ أَكبَر (7 x)  لَا إلهَ إِلا...

Kaidah “al-Khuruj Minal Khilaf Mustahab” dan Logika Pembentukan Komite Hijaz

Harakah.id - Komite Hijaz memiliki perannya sendiri ketika kondisi politik Arab Saudi dikhawatirkan berdampak ke segala lini. Dengan logika kaidah al-Khuruj...

Mengembala dan Berdagang Adalah Dua Camp Pelatihan Para Nabi Sebelum Diterjunkan, Tak Terkecuali Nabi...

Harakah.id – Dunia gembala dan perdagangan secara tidak langsung memberi pelajaran awal kepada Muhammad sebelum diangkat menjadi Nabi. Di sana kejujuran,...

TERPOPULER

Jumlah Takbir Shalat Idul Fitri, 7 di Rakaat Pertama dan 5 di Rakaat Kedua

Harakah.id - Penjelasan singkat mengenai jumlah rakaat dan takbir pada shalat sunnah Idul Fitri. Dua rakaat dengan tujuh takbir di rakaat...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Hari ini kita banyak mendengar kata ijtihad. Bahkan dalam banyak kasus, ijtihad dengan mudah dilakukan oleh banyak orang, yang...

Bacaan Setelah Takbir Zawaid dalam Shalat Idul Fitri dan Idul Adha

Harakah.id - Pada umumnya, dalam shalat wajib dan sunnah dikenal dua takbir, yaitu takbiratul ihram dan takbir intiqal. Takbiratul ihram adalah takbir...

Tata Cara Niat Zakat Fitrah Sendiri Untuk Diri Sendiri dan Keluarga

Harakah.id - Ketika kita hendak menyerahkan bahan pokok seperti beras kepada amil zakat, penitia zakat atau penerima zakat secara langsung, kita...