Beranda Ramadhan Tata Cara Niat Zakat Fitrah Sendiri Untuk Diri Sendiri dan Keluarga

Tata Cara Niat Zakat Fitrah Sendiri Untuk Diri Sendiri dan Keluarga

Harakah.idKetika kita hendak menyerahkan bahan pokok seperti beras kepada amil zakat, penitia zakat atau penerima zakat secara langsung, kita wajib membatin dalam hati meniatkan beras yang dikeluarkan sebagai zakat untuk diri sendiri atau sekaligus untuk keluarga.

Zakat fitrah adalah jenis zakat yang paling dikenal oleh umat Islam di Indonesia. Dibanding jenis harta lainnya. Ada banyak penjelasan mengapa zakat fitrah lebih popuper. Salah satunya, karena para penceramah kita lebih banyak menyinggungnya selama Ramadhan, bahkan lengkap dengan tata caranya.

Para pengelola masjid juga lebih banyak yang menyiapkan kepanitiaan khusus untuk mengurus zakat fitrah. Untuk membimbing masyarakat membaca niat, doa dan menyerahkan kepada yang berhak. Berbeda dengan jenis zakat lainnya.

Niat zakat merupakan bagian terpenting dalam prosesi ibadah zakat. Niat dilafalkan dalam hati. Jadi, ketika kita hendak menyerahkan bahan pokok seperti beras kepada amil zakat, penitia zakat atau penerima zakat secara langsung, kita wajib membatin dalam hati meniatkan beras yang dikeluarkan sebagai zakat untuk diri sendiri atau sekaligus untuk keluarga. Berikut adalah lafal niat untuk diri sendiri:

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الفِطْرِ عَنْ نَفْسِي فَرْضًا لله تَعَالَى

Nawaitu an ukhrija zakatal fithri an nafsi fardhan lillahi ta’ala

Saya niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri fardu karena Allah Ta’ala

Sedangkan niat untuk diri sendiri dan keluarga adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الفِطْرِ عَنْ نَفْسِي وَعَنْ أَهْلِي فَرْضًا لله تَعَالَى

Nawaitu an ukhrija zakatal fithri an nafsi wa ahli fardhan lillahi ta’ala

Saya niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri dan keluargaku fardu karena Allah Ta’ala

Niat ini boleh dilafalkan ketika sedang berada di rumah dan akan berangkat ke masjid untuk menyerahkan beras zakat. Boleh pula kita ke masjid, menemui panitia zakat, dan meminta mereka untuk membimbing niat zakat untuk kita. Hendaknya zakat fitrah diberikan dalam bentuk makanan pokok seperti beras. Tidak dalam bentuk uang.

Menurut mazhab Syafi’i, mengeluarkan zakat fitrah dengan uang tidak sah. Kecuali jika seseorang bertaklid kepada mazhab Hanafi yang membolehkan. Tetapi sebelum melakukannya seseorang harus memahami terlebih dahulu syarat dan rukun yang menjadi prasyarat keabsahan membayar zakat dengan uang. Karena ada fenomena bahwa orang Islam hari ini ingin mengambil yang mudah tetapi dengan cara yang kurang tepat.

Sebagaimana yang marak terjadi, masyarakat mengeluarkan zakat fitrah dalam bentuk uang senilai makanan pokok. Tetapi ukuran makanan pokok yang digunakan adalah berdasar mazhab Syafi’i. Ukuran dalam mazhab Hanafi lebih besar. Di sinilah masalahnya, dalam ukuran zakat yang dikeluarkan mengikuti mazhab Syafi’i tetapi bentuk barang yang dikeluarkan adalah uang atau nilainya. Di sini, bila ditinjau dari mazhab Syafi’i tidak sah karena zakat dikeluarkan dengan selain bahan pokok. Zakat semacam ini juga tidak sah menurut mazhab Hanafi karena belum sesuai dengan ukuran yang ditetapkan dalam mazhab ini.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...