Beranda Keislaman Ibadah Tata Cara Shalat Idul Adha di Rumah Bersama Keluarga Saat PPKM Darurat...

Tata Cara Shalat Idul Adha di Rumah Bersama Keluarga Saat PPKM Darurat 2021

Harakah.idSebenarnya kita bisa melakukan shalat sunnah sendiri di rumah, tanpa berjamaah. Dilaksanakan secara berjamaah dengan keluarga sendiri; anak dan istri, juga diperbolehkan. Mengenai tata caranya, berikut adalah penjelasan ringkasnya.

Bersamaan dengan diberlakukannya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali, sejumlah masjid terancam tidak dapat melaksanakan ibadah shalat Idul Adha secara berjamaah. Hal ini tentu menjadi kebingungan tersendiri bagi sebagian umat Islam. Biasanya mereka mengikuti kegiatan shalat Idul Adha mengikuti arahan dari pengurus masjid terdekat.

Hal ini sebenarnya tidak perlu menjadi kerisauan karena ada sejumlah alasan.

Pertama, shalat Idul Adha berstatus sunnah. Kebiasaan dari tahun ke tahun memang membuat seakan ibadah ini bersifat wajib. Ini tentu anggapan yang kuran benar. Shalat Idul Adha statusnya adalah sebatas dianjurkan atau disunnahkan. Jadi, tidak dilaksanakan pun sebenarnya tidak masalah. Kita tidak perlu merasa berdosa karena meninggalkannya.

Kedua, shalat Idul Adha dianjurkan dilaksanakan secara berjamaah. Berjamaah dalam pelaksanaan shalat Idul Adha hukumnya juga sunnah. Jadi, ketika tidak dilaksanakan secara berjamaah, shalat Idul Adha sudah sah. Boleh. Tidak berdosa.

Berjamaah sendiri berarti dilakukan oleh minimal dua orang. Dari sini, kita bisa memahami bahwa melaksanakan shalat Idul Adha dengan keluarga sendiri di rumah adalah perbuatan yang dibolehkan. Tidak harus ke masjid atau ke lapangan seperti tahun-tahun sebelum pandemi.

Ketiga, tata cara shalat sunnah Idul Adha agak ribet karena ada perbedaan dengan shalat sunnah lainnya. Misalnya soal bacaan takbir atau khutbah. Jika kita perhatikan, sebenarnya shalat sunnah dengan dua rakaat saja, sudah cukup untuk mendapatkan pahala shalat Idul Adha. Tanpa perlu membaca takbir sekian kali atau ditambah khutbah setelahnya. Karena, kedua amalan tersebut hukumnya sunnah. Tidak dilaksanakan, tidak masalah. Tidak ada dosa.

Sampai di sini, kita bisa memahami bahwa sebenarnya kita bisa melakukan shalat sunnah sendiri di rumah, tanpa berjamaah. Dilaksanakan secara berjamaah dengan keluarga sendiri; anak dan istri, juga diperbolehkan. Mengenai tata caranya, berikut adalah penjelasan ringkasnya. Tata Cara Shalat Idul Adha di Rumah Bersama Keluarga Saat PPKM Darurat 2021.

  1. Berniat
  2. Membaca Doa Iftitah (boleh dilewati)
  3. Membaca Takbir 7 kali (boleh dilewati)
  4. Membaca Surat Al-Fatihah
  5. Membaca Surat Pendek (boleh dilewati)
  6. Rukuk
  7. Iktidal (berdiri dari rukuk)
  8. Sujud dua kali
  9. Berdiri untuk rakaat kedua
  10. Membaca takbir 5 kali (boleh dilewati)
  11. Membaca Surat Al-Fatihah
  12. Membaca surat pendek
  13. Rukuk
  14. Iktidal
  15. Sujud dua kali
  16. Membaca doa tasyahud
  17. Salam

Di antara salah satu bacaan niat adalah sebagai berikut:

أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli Sunnah Li Idil Adha Rak’ataini Lillahi Ta’ala

Saya berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat karena melaksanakan perintah Allah Ta’ala.

Jika berjamaah, maka bisa menggunakan redaksi niat berikut:

أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا/مَأْمُوْماً لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli Sunnah Li Idil Adha Rak’ataini Imaman/Makmuman Lillahi Ta’ala

Saya berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai imam/makmum karena melaksanakan perintah Allah Ta’ala.

Setelah membaca takbir, dianjurkan membaca tasbih seperti subhanallah. Atau redaksi panjangnya, subhanallah wal hamdu lillah wa la ilaha illa allah wallahu akbar.

Setelah shalat Idul Adha, disunnahkan untuk menyampaikan khutbah. Berikut adalah bacaan khutbah yang pokok-pokok;

  1. Membaca Alhamdulillah (dalam khutbah pertama dan kedua)
  2. Membaca shalawat kepada Nabi (dalam khutbah pertama dan kedua)
  3. Menyampaikan wasiat takwa (dalam khutbah pertama dan kedua)
  4. Membaca ayat Al-Quran (dalam salah satu khutbah, pertama atau kedua)
  5. Mendoakan umat Islam (pada khutbah kedua)

Berikut redaksi khutbah Idul Adha yang disusun secara sangat ringkas.

Khutbah pertama

  1. الله أَكْبَرُ الله 9 kali
  2. اَلْحَمْدُ لله
  3. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ أَمَّا بَعْدُ
  4. أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ
  5. إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (1) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (2) إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ (3)

Khutbah Kedua

  1. الله أَكْبَرُ 7 kali
  2. اَلْحَمْدُ لله
  3. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ أَمَّا بَعْدُ
  4. أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ
  5. إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (1) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (2) إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ (3)
  6. اللَّهُمَّ اِغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ مِنْ أُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Khutbah Pertama Idul Adha Latin

  1. Allahu akbar 9 x
  2. Alhamdulillah
  3. Was Sholatu Was Salamu Ala Rasulillah Amma Ba’du
  4. Ushikum Wa Nafsi Bi Taqwallah
  5. Inna A’thainakal Kautsar Fa Sholli Li Rabbika Wanhar Inna Syaniakan Huwal Abtar

Khutbah Pertama Idul Adha Latin

  1. Allahu akbar 7 x
  2. Alhamdulillah
  3. Was Sholatu Was Salamu Ala Rasulillah Amma Ba’du
  4. Ushikum Wa Nafsi Bi Taqwallah
  5. Inna A’thainakal Kautsar Fa Sholli Li Rabbika Wanhar Inna Syaniakan Huwal Abtar
  6. Allahughfir Lil Muslimin Wal Muslimat Wal Mu’minin Wal Mu’minat Al-Ahya’i Minhum Wal Amwat Min Ummati Sayyidina Muhammad

Demikian tata cara dan panduan shalat idul Adha ringkas yang bisa dilakukan sendiri atau bersama keluarga di rumah pada saat PPKM Darurat 2021. Memang lebih mudah jika kita hanya mengikuti pelaksanaan shalat di masjid sekitar karena ada yang memandu. Tetapi, tidak ada salahnya juga kita bekali diri dengan ilmu agar dapat melaksanakannya secara mandiri.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

5 Ayat Al-Quran yang Menjadi Dalil Muslimah Punya Hak Untuk Bekerja

Harakah.id - Tulisan ini akan membahas lima ayat Al-Quran yang memberikan nilai-nilai filosofis, tentang kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan dalam hal...

Kepemimpinan Militer Laksamana Keumalahayati, “Inong Balee” di Benteng Teluk Pasai

Harakah.id - Keumalahayati menempuh pendidikan non-formalnya seperti mengaji di bale (surau) di kampungnya dengan mempelajari hukum-hukum Islam, sebagai agama yang diyakininya. Beliau...

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...