fbpx
Beranda Keislaman Ibadah Tata Cara Sholat Hajat Menurut Syekh Nawawi Banten, Lengkap Dengan Doa dan...

Tata Cara Sholat Hajat Menurut Syekh Nawawi Banten, Lengkap Dengan Doa dan Artinya

Harakah.id Salah satu cara yang dianjurkan Islam untuk mengatasi hal di atas adalah sholat hajat.

- Advertisement -

Islam adalah agama yang mengurusi semua hal dalam kehidupan manusia, termasuk ketika sedang dilanda kesulitan atau mempunyai kepentingan terhadap hal tertentu.

Sehingga dalam Islam, jika ada orang yang sedang dilanda kesulitan atau mempunyai kepentingan tertentu dianjurkan untuk berdoa dan memohon kepada Allah SWT.

Salah satu cara yang dianjurkan Islam untuk mengatasi hal di atas adalah sholat hajat. Sholat hajat sendiri merupakan salah satu perantara untuk bermunajat kepada Allah SWT, dengan melakukan sholat sunnah dua rakaat atau lebih. Adapun waktunya ada yang mengatakan bisa dilakukan di malam hari, atau disemua waktu kecuali waktu-waktu yang dilarang untuk sholat.

Salah satu kitab yang menjelaskan tentang sholat hajat adalah kitab Nihayatuz Zain karya Syekh Nawawi Al-Bantani. Salah satu kutipan yang ada dikitab ini, tentang sholat hajat adalah sebagai berikut;

فمن ضاق عليه الأمر ومسته حاجة في صلاح دينه ودنياه وتعسر عليه ذلك فليصل الاتية. روي عن وهيب بن الورد أنه قال: إن من الدعاء الذي لا يرد: أن يصلي العبد ثنتي عشرة ركعة يقرأ في كل ركعة بفاتحة الكتاب وأية الكرسي وقل هو الله أحد،

Artinya; orang yang sedang mengalami kesempitan, dan mempunyai hajat untuk membuat maslahat agama dan dunianya, dan merasakan kesulitan karenanya, hendaklah melakukan sholat sebagai berikut;

Sebagaimana riwayat dari wahib bin al-warad, yang mengatakan bahwa doa yang maqbul adalah doa yang diawali dengan sholat sunnah 12 rakaat. pada setiap rakaatnya, membaca surah Al-Fatihah dan Ayat Kursi dan surah Al-Ikhlas.

Kemudian setelah itu membaca doa sebagai berikut;

سُبْحَانَ الَّذِي لَبِسَ العِزَّ وَقَالَ بِهِ، سُبْحَانَ الَّذِي تَعَطَّفَ بِالمَجْدِ وَتَكَرَّمَ بِهَ، سُبْحَانَ ذِي العِزِّ وَالكَرَمِ، سُبْحَانَ ذِي الطَوْلِ أَسْأَلُكَ بِمَعَاقِدِ العِزِّ مِنْ عَرْشِكَ وَمُنْتَهَى الرَّحْمَةِ مِنْ كِتَابِكَ وَبِاسْمِكَ الأَعْظَمِ وَجَدِّكَ الأَعْلَى وَكَلِمَاتِكَ التَّامَّاتِ العَامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بِرٌّ وَلَا فَاجِرٌ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Artinya, “Mahasuci Zat yang mengenakan keagungan dan berkata dengannya. Mahasuci Zat yang menaruh iba dan menjadi mulia karenanya. Mahasuci Zat pemilik keagungan dan kemuliaan.

Mahasuci Zat pemilik karunia. Aku memohon kepada-Mu agar bershalawat untuk Sayyidina Muhammad dan keluarganya dengan garis-garis luar mulia Arasy-Mu, puncak rahmat kitab-Mu, dan dengan nama-Mu yang sangat agung, kemuliaan-Mu yang tinggi, kalimat-kalimat-Mu yang sempurna dan umum yang tidak dapat dilampaui oleh hamba yang taat dan durjana,”

Setelah membaca doa ini, kemudian kita baru berdoa sesuai dengan hajat atau maksud kita, entah itu tentang jodoh, pekerjaan, lolos beasiswa maupun yang lainnya, yang mana doa dan harapan tersebut tidak bertentangan dengan syariat Islam.

Walaupun begitu, pelaksanaan sholat hajat juga tidak harus 12 rakaat. Dengan melaksanakan sholat sunnah 2 rakaat, juga sudah bisa mencukupi 12 rakaat sholat hajat. Setelah melaksanakan 2 rakaat sholat, seseorang dianjurkan untuk memperbanyak sholawat dan wirid. Kemudian membaca doa yang dibaca Rasulullah SAW sebagaimana berikut;

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الحَلِيمُ الكَرِيْمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ العَلِيُّ العَظِيْمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْمِ والحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

Artinya, “Tiada Tuhan selain Allah yang santun dan pemurah. Tiada Tuhan selain Allah yang maha tinggi dan agung. Mahasuci Allah, Tuhan Arasy yang megah. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam”

Kemudian setelah itu, dianjurkan membaca doa dari Rasulullah SAW berikut ini;

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَا تَدَعْ لِيْ ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضىً إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Artinya, “Tiada Tuhan selain Allah yang maha lembut dan maha mulia. Maha suci Allah, penjaga Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta.

Aku mohon kepada-Mu bimbingan amal sesuai rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, kesempatan meraih sebanyak kebaikan, dan perlindungan dari segala dosa. Janganlah Kau biarkan satu dosa tersisa padaku, tetapi ampunilah.

Jangan juga Kau tinggalkanku dalam keadaan bimbang, karenanya bebaskanlah. Jangan pula Kau telantarkanku yang sedang berhajat sesuai ridha-Mu karena itu penuhilah hajatku. Hai Tuhan yang maha pengasih”.

Jadi sholat sunnah hajat, bisa dilakukan dengan melaksanakan sholat dua rakaat atau 12 rakaat dengan niat sholat hajat. setiap rakaatnya diajurkan membaca Al-Fatihah, Ayat Kursi, dan Al-Ikhlas (atau Al-Fatihah dan surah pendek lainnya). Kemudian membaca sholawat, doa-doa diatas, dan doa hajat, kemudian berdoa kepada Allah SWT untuk menyatakan hajat yang kita inginkan. (Nur Hasan)

REKOMENDASI

Respons Para Kiai Dalam Tragedi Gestapu, Santuni Janda Dan Pesantrenkan Anak Yatim Tokoh-Tokoh PKI

Harakah.id - Respons para kiai dalam tragedi Gestapu sangat jelas. Para Kiai menyatakan bahwa PKI tetap harus dibatasi pergerakannya. Hanya saja,...

Ini Jawaban Apakah Jodoh Itu Takdir Atau Pilihan?

Harakah.id – Jodoh itu takdir atau pilihan? Setiap orang tentu bisa berikhtiar memilih dan menentukan untuk menikah dengan siapa. Tapi dia...

Maqashid Syariah Sebagai Ruh Kerja Ijtihad, Konsep Dasar Maqashid Syariah dan Sejarah Perkembangannya

Harakah.id – Maqashid Syariah sebagai ruh kerja ijtihad memang tidak bisa disangkal. Maqashid Syariah adalah maksud dan tujuan pensyariatan itu sendiri....

Marxisme Tidak Melulu Soal Komunisme dan Atheisme, Begini Cara Menjadi Sosialis yang Islami Ala...

Harakah.id – Tuduhan bahwa Marxisme dan Sosialisme selalu melahirkan Komunisme dan Atheisme sebenarnya kurang tepat. Buktinya Soekarno, seorang pembaca marxis dan...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Alasan Sebagian Ulama Mengapa Tak Mau Baca Surat Al-Masad dalam Shalat

Harakah.id - Ada sebagian ulama yang tak mau baca surat Al-Masad dalam shalat. Alasan mereka tak mau baca surat Al-Masad adalah...

Ada Orang yang Berkurban Tapi Belum Akikah, Bolehkah dalam Islam?

Harakah.id – Berkurban sangat dianjurkan ditunaikan oleh setiap Muslim. Tak berbeda, akikah juga diwajibkan kepada setiap anak yang lahir. Lalu bagaimana...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Hari ini kita banyak mendengar kata ijtihad. Bahkan dalam banyak kasus, ijtihad dengan mudah dilakukan oleh banyak orang, yang...