Beranda Headline Telaah Kebenaran Asumsi, Benarkah Hawa Diciptakan Dari Rusuk Adam? Perempuan Dari Rusuk...

Telaah Kebenaran Asumsi, Benarkah Hawa Diciptakan Dari Rusuk Adam? Perempuan Dari Rusuk Laki-Laki?

Harakah.idRusuk laki-laki seringkali dijadikan asumsi, bahwa dari sanalah perempuan diciptakan. Asumsi ini kerapkali disandarkan pada proses penciptaan Hawa yang diduga kuat diciptakan dari rusuk Adam. Benarkah asumsi ini?

Keluarga adalah kondisi dimana suami dan istri bekerja sama dalam berbagai hal untuk membangun rumah tangga. Laki-laki bekerja dan istri mengurus rumah serta anak-anak itu menjadi sebuah kolaborasi yang indah. Namun apakah seperti itu? Mengapa mayoritas perempuan melakukan pekerjaan di dalam? Benarkah perempuan diciptakaan dari tulang rusuk laki-laki agar senantiasa terlindungi dan mudah untuk didekap?

Dilihat dari sejarah diciptakannya manusia pertama, yaitu Nabi Adam a.s. yang kemudian disusul diciptakannya Hawa, manusia kedua yang diciptakan oleh Allah swt. dari tulang rusuk Nabi Adam a.s. untuk menemaninya di surga. Sebagaimana firman Allah swt dalam Q. S. An-Nisa’ [4]: 1;

يَااَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِنْ نَّفْسِ وَّاحِدَةٍ وَ خَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَ بَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاءًۚ وَاتَّقُوْا اللّهَ الَّذِيْ تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

“Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu”. (Terjemah al-Qur’an Kemenag RI).

At-Thabari mengatakan bahwa para ahli menta’wil kata زَوْجَهَا adalah istri dari نَّفْسِ وَّاحِدَةٍ yang tidak lain adalah Nabi Adam a.s. sebagai manusia pertama. Ibnu Katsir memiliki pendapat yang sama dan mengatakan bahwa tulang rusuk itu diambil ketika Nabi Adam a.s. tidur. Maka ketika bangun terkejutlah beliau dan beliau senang akan Hawa begitupun sebaliknya.

Mustafa al-Maraghi menukil pendapat al-Qifal bahwa Allah swt menciptakan manusia berasal dari نَّفْسِ وَّاحِدَةٍ yang kemudian menjadikan darinya pasangan yang sama jenis dan sifatnya. Kemudian Abu Muslim al-Ashfihani berpendapat maksud dari kata مِنْهَا sama dengan ayat lain seperti (وَمِنْ اَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لأضكُمْ مِنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوْا اِلَيْهَا……. ) dan juga (وَلَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُوْلٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ……..) sehingga kata نَّفْسِ وَّاحِدَةٍ sama artinya dengan نَّفْس yang lain. Jika diartikan demikian tidak akan timbul perbedaan mengenai penciptaan زَوْجَهَا yang berasal dari نَّفْسِ وَّاحِدَةٍ. Penetapan Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam a.s. tidak disandarkan pada ayat ini kecuali ada perumpamaan yang bisa diambil dari ayat ini. 

Walaupun dalam ayat tidak disebutkan mengenai tulang rusuk tersebut, para ulama’ tafsir merujuk pada hadits Bukhori no. 3331;

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ وَمُوسَى بْنُ جِرَامٍ قَالَا جَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ عَنْ زَائِدَةَ عَنْ مَيْسَرَةَ الْأَشْجَعِيِّ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللّهِ ﷺ : (( اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ، فَاِنَّ الْمَرْأَةَ خَلَقَتْ مِنْ ضِلَعٍ، وَاِنْ اَعْوَجَ شَيْئٍ فِيْ الضِّلَعِ اَعْلَاهُ، فَاِنْ ذَهَبَتْ تُقِيْمُهُ كَسَرْتَهُ، وَاِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ اَعْوَجَ، فَاسْتَصُوا بِالنِّسَاءِ))

 “Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib dan Musa bin Hizam keduanya berkata, telah mencaeritakan kepada kami Husain bin Ali dari Za’idah dari Maisarah Al Asyka’iy dari Abu Hazim dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Nasihatilah para wanita karena wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok dan yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah pangkalnya, jika kamu mencoba untuk meluruskannya maka dia akan patah namun bila kamu biarkan maka dia akan tetap bengkok. Untuk itu nasihatilah para wanita’”. 

Tafsir Kemenag RI memaknai kata مِنْهَا bukan berarti semua perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki hanya karena berdasar pada penafsiran jumhur ulama’ yang bersumber dari hadits. Padahal nama Hawa tidak disebut dalam al-Qur’an. Nama Hawa (Eve) dan kejadian tulang rusuk itu tertulis dalam Bibel. “Manusia itu memberi nama Hawa kepada istrinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup” (Kejadian iii: 20).

Kata Hawa berasal dari bahasa Ibrani Heva(red: hawwah) yang berarti hidup. Dan juga “Lalu Tuhan Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika tidur, Tuhan Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil Tuhan Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.” (Perjanjian Lama Kejadian ii: 21-22). 

Menurut Human Biology, laki-laki memiliki sex-chromosome XY dan perempuan memiliki sex-chromosome XX. Sex-chromosome ini menurunkan sifat kelamin pada anak dan setiap manusia hanya bisa menyumbang satu di antara dua sex-chromosome yang dimiliki. Karena perempuan memiliki dua sex-chromosome yang sama maka laki-lakilah yang menjadi penentu jenis kelamin anak. Hal ini sesuai dengan manusia yang diciptakan dari نَّفْسِ وَّاحِدَةٍ yang bermakna Nabi Adam a.s. yaitu seorang laki-laki. 

Jika dilihat dari jumlah tulang rusuk manusia, tulang rusuk laki-laki dan perempuan memiliki jumlah yang sama yaitu 12 pasang. Walaupun begitu secara medis hal ini tidak bertentangan dengan Hawa yang diciptakan dari tulang rusuk Adam a.s. karena manusia memiliki DNA yang diturunkan kepada anaknya. Struktur DNA berubah apabila ada penyebabnya selama proses kahamilan sedangkan Nabi Adam a.s. diciptakan langsung oleh Allah swt. sehingga apa yang terjadi pada Nabi Adam a.s. tidak selalu terjadi juga pada keturunannya. Selain itu manusia memiliki kemampuan regenerasi tulang rawan dan 7 pasang tulang rusuk atas memiliki tulang rawan yang berartikulasi dengan tulang dada. Tidak disebutkannnya tulang rusuk yang diambil dalam penciptaan Hawa menyebabkan pembenaran mengenai kisah tersebut.

Perbedaan pendapat mengenai kisah penciptaan Hawa menunjukkan mukjizat al-Qur’an yang mengisyaratkan kekuasaan Allah swt. Kisah dalam al-Qur’an yang menyebutkan nama tokohnya memiliki isyarat adanya keteladanan dalam kisah tersebut, menurut M. Quraish Shihab. Di antaranya, yang pertama adalah senantiasa memelihara kebahagiaan dalam keluarga seperti yang tercantum dalam ayat di atas. Kedua, seorang suami harus sabar dalam menasehati istri yang sesuai dengan sifat tulang rusuk yang bengkok dalam hadits di atas. Ketiga, isyarat keilmuan dalam al-Qur’an yang dapat dikembangkan dan dibuktikan secara ilmiah. 

REKOMENDASI

Fatima Mernissi dan Sekelumit Problem Keperempuanan dalam Islam

Harakah.id - Fatima Mernissi adalah salah satu perempuan yang seringkali diacu dan dirujuk kala berbicara tentang peran perempuan dalam Islam. Dia...

Di Balik Keharamannya, Ini Sepuluh Efek Buruk Minum Khamr yang Mungkin Tidak Kamu Ketahui!

Harakah.id - Minum khamr melahirkan efek mabuk dan ngefly. Bagi sebagian orang, efek ini menjadi kenyamanan tersendiri karena dengan itu mereka...

Download Khutbah Jumat, Hakikat Kewajiban Shalat Jum’at

Harakah.id - Download Khutbah Jumat Juni, Hakikat Kewajiban Shalat Jum’at. Kutbah Pertama إِنّ...

Tafsir Surah An-Nahl Ayat 97: Kehidupan yang Baik dan Imbalan Untuk Orang yang Beriman

Harakah.id - Tafsir Surah an-Nahl ayat 97 menjelaskan perkara soal kehidupan yang baik berikut imbalan untuk orang yang beriman. Berikut penjelasannya...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...