Lewati 8 Kota di 7 Negara, Ini Rute Perjalanan Imam al-Bukhari Mencari Hadis

0
92
Tempuh 8 Kota 7 Negara, Ini Rute Perjalanan Imam al-Bukhari Mencari Hadis

Harakah.idRute perjalanan Imam al-Bukhari mencari hadis bukan kaleng-kaleng. Delapan kota di tujuh negara dilewati oleh Imam al-Bukhari untuk mencari dan melacak hadis-hadis Nabi Muhammad SAW.

Imam al-Bukhari dikenal sebagai amirul mukminin fil hadis. Kitabnya, Sahih al-Bukhari, diletakkan sebagai kitab paling sahih setelah al-Quran. Dalam mencari dan menyitir periwayatan, Imam al-Bukhari dikenal ketat. Standar yang beliau gunakan dalam melakukan kompilasi hadis, menjadi standar acuan bagi para perawi di fase-fase setelahnya.

Selain dikenal ketat dalam periwayatan hadis, Imam al-Bukhari juga dikenal sebagai fakih dan sosok muhaddis dengan kemampuan ingatan yang luar biasa. Beliau mampu menghafal ratusan ribu hadis lengkap dengan perawi dan percabangan sanadnya. Kombinasi dari kemampuan-kemampuan inilah yang kemudian menjadi jaminan bahwa hadis yang beliau riwayatkan berkemungkinan besar sahih dan absah sebagai sabda yang datang dari Nabi Muhammad SAW.

Semua itu dicapai bukan tanpa perjuangan. Imam al-Bukhari sudah memulai rihlah dan perantauannya mencari hadis sejak remaja. Tepatnya pada tahun 210 H. beliau menyusuri banyak tempat, menemui banyak perawi dan ulama sekaligus menghafal ratusan ribu hadis. Meski demikian, tidak semua hadis yang beliau dapat dan hafalkan, beliau tulis dalam Sahih al-Bukhari. Setelah melakukan proses seleksi ketat, hanya 7562 hadis saja yang beliau rasa pantas untuk dikompilasi dalam al-Sahih.

Menurut Syauqi Abu Khalil, Imam al-Bukhari berhasil menemui hampir 1000 guru dalam proses perjalanannya yang panjang. Beliau juga menempuh rute yang melintas di  tujuh negara dan delapan kota. Syauqi Abu Khalil dalam Atlas al-Hadis al-Nabawi, memberikan gambaran mengenai rute perjalanan Imam al-Bukhari mencari hadis;

Dari gambar tersebut, Imam al-Bukhari memulai pertualangannya di kota kelahirannya sendiri; Bukhara, yang kini berada di wilayah Uzbekistan. Setelah itu, beliau melanjutkan pertualangannya ke negara Khusrasan, tepatnya di kota Naisabur. Kota tersebut kini berada di wilayah negara Iran. Setelah itu, Imam al-Bukhari melanjutkan perjalannya ke Baghdad. Pasca menjelajahi Baghdad, Imam al-Bukhari lantas pergi ke kota Basrah; baik Baghdad maupun Basrah kini berada di wilayah teritori Irak. Setelah itu, Imam al-Bukhari melanjutkan perjalanannya ke kota Damaskus yang kini menjadi ibukota Suriah. Dari Damaskud, Imam al-Bukhari melanjutkan perjalannya ke kota al-Quds; sebuah kota pertemuan agama-agama yang kini dikenal degan Yerussalem di Palestina. Dari Yerussalem, Imam al-Bukhari melanjutkan perjalannya ke Mesir. Dari Mesir, Imam al-Bukhari melanjutkan pertualangannya di Hijaz, tepatnya di Madinah Mukarramah.

Jika kita mencocokkannya dengan peta dunia hari ini, maka rute perjalanan Imam al-Bukhari akan terlihat seperti ini;

Berdasarkan data dari Google Maps tersebut, tercatat Imam al-Bukhari menempuh 10.000 km dari Bukhara di Uzbekistan, sampai kembali lagi ke Samarqand di Uzbek, lokasi wafatnya Imam al-Bukhari.