Demi 1 Hadis, Sahabat Nabi Ini Tempuh Jarak 4000 Km untuk Pastikan Hafalannya

0
620

Harakah.id Kisah seorang sahabat yang rela menempuh jarak Madinah-Mesir hanya untuk mencocokkan satu hadis yang dihafalnya.

Tidak heran kalau para ulama hadis mencap para Sahabat pasti adil dalam meriwayatkan hadis. Tidak ada niat maupun kesengajaan mereka untuk memalsukan hadis. Bahkan berbagai cara ditempuh hanya agar hafalan hadisnya tetap murni, tanpa penambahan dan pengurangan. Seperti yang dilakukan Abu Ayyub berikut ini.

Suatu hari Abu Ayyub melakukan rihlah ke Mesir untuk tujuan yang tidak akan pernah dibayangkan orang lain. Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama dan jarak yang begitu jauh, beliau tiba di Mesir dan menyempatkan mampir di rumah seorang kawannya yang kebetulan Gubernur Mesir; Maslamah bin Mukhallad al-Anshari.

Baca Juga: Menghafal Hadis Tidak Hanya Butuh Kecerdasan dan Kekuatan Hafalan

Kaget sahabatnya datang, Maslamah bin Mukhallad pun bertanya, “dalam rangka apa dirimu datang ke Mesir duhai Abu Ayyub? Kok tiba-tiba begini?” Abu Ayyub menjawab, “Ada satu hadis yang hanya dihafal dan pernah didengar oleh dua orang sahabat saja dari Rasulullah; saya dan Uqbah. Sudikah dirimu mengantar saya ke rumah Uqbah?” Tanya Abu Ayyub.

Maslamah lalu mengirimkan seseorang yang ditugaskan untuk mengantar Abu Ayyub ke rumah Uqbah. Setiba di rumah Uqbah, melihat sang sahabat datang, keduanya berpelukan sangat lama. Keduanya mengenang sang Baginda Rasul dan perjuangan sahabat yang lain. Uqbah pun mempersilahkan Abu Ayyub.

“Kok mendadak begini Abu Ayyub? Ada apa?” Tanya Uqbah. “Tidak, saya hanya ingin mendengar hadis Rasul yang hanya pernah didengar olehku dan dirimu duhai sahabatku tentang satrul mu’min,” jawab Abu Ayyub.

“Baiklah…” Kata Uqbah. Uqbah pun langsung membaca hadis:

 سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول من ستر مؤمنا في الدنيا على خربة ستره الله يوم القيامة

Abu Ayyub mendengarkan bacaan sahabatnya dengan khusyuk dan seksama. Tak terasa air matanya menetes jatuh dan ia berkata, “shadaqta… benar engkau wahai sahabatku!”

Setelah mendengar hadis yang dibaca oleh Uqbah bin Amir, Abu Ayyub langsung menaiki tunggangannya dan bergegas kembali ke Madinah dengan hati penuh kegembiraan.

Ini kisah tentang seorang sahabat yang rela menempuh jarak Madinah-Mesir hanya untuk mencocokkan satu hadis yang dihafalnya dengan sahabat lain yang juga menghafalnya. Ini juga kisah bagaimana hadis menjadi pusaka bagi para sahabat yang senantiasa mereka sepuh dan tempa ketajamannya.

Jarak tak lagi menjadi penghalang. Cuaca tak lagi menjadi hijab. Kesulitan-kesulitan dihadapi hanya demi memastikan sabda yang beliau dengar dan hafalkan dari Nabi masihlah murni dan bersih. Ia tak mengalami pengurangan ataupun penambahan sedikit pun. Itulah yang sedang dilakukan oleh Abu Ayyub.